Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kebersihan LRT Jabodebek Dijaga Sejak Sebelum Operasi hingga Kereta Kembali ke Depo, Libatkan 524 Petugas

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 1 Juli 2026 | 18:43 WIB
LRT Jabodebek menyiagakan 524 petugas kebersihan. (Antara)
LRT Jabodebek menyiagakan 524 petugas kebersihan. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Kebersihan stasiun dan rangkaian kereta LRT Jabodebek yang dirasakan masyarakat setiap hari tidak terlepas dari sistem pengelolaan yang berlangsung secara berkesinambungan. Proses pembersihan dilakukan sejak sebelum operasional dimulai, selama perjalanan berlangsung, hingga seluruh rangkaian kembali ke depo setelah layanan berakhir.

Untuk menjaga standar layanan tersebut, LRT Jabodebek menyiagakan 524 petugas kebersihan yang bekerja setiap hari di seluruh lintas pelayanan. Mereka bertugas secara bergantian untuk memastikan kebersihan stasiun, rangkaian kereta, hingga berbagai fasilitas pendukung tetap terjaga.

Sebanyak 60 petugas bertugas sebagai On Trip Cleaning yang menjaga kebersihan interior kereta selama perjalanan berlangsung. Sementara itu, 48 petugas ditempatkan di Depo LRT Jabodebek untuk melakukan pencucian interior rangkaian sebelum kembali beroperasi.

Adapun 416 petugas lainnya disebar di seluruh stasiun. Mereka bertanggung jawab merawat area publik seperti hall, peron, ruang tunggu, toilet, lift, eskalator, hingga berbagai fasilitas pendukung agar tetap bersih, rapi, dan nyaman digunakan penumpang.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pengelolaan kebersihan menjadi salah satu aspek pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat sehingga dilakukan secara menyeluruh sepanjang operasional.

"Kebersihan di LRT Jabodebek tidak hanya dilakukan sebelum atau setelah operasional. Selama kereta melayani pengguna, petugas On Trip Cleaning terus memantau dan menjaga kebersihan interior agar perjalanan tetap nyaman," ujarnya, dikutip Antara.

Penguatan layanan kebersihan itu berjalan seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik tersebut. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, LRT Jabodebek melayani 13.211.856 pengguna atau meningkat sekitar 23 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 10.727.798 pengguna.

Peningkatan juga terlihat dari rata-rata jumlah pengguna harian pada hari kerja. Jika pada Januari-Mei 2025 rata-rata pengguna mencapai sekitar 98 ribu orang per hari, pada periode yang sama tahun ini meningkat menjadi sekitar 120 ribu pengguna per hari.

Bertambahnya volume penumpang mendorong LRT Jabodebek terus mempertahankan kualitas pelayanan, termasuk memastikan kebersihan stasiun dan kereta tetap optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Selain pembersihan rutin, petugas juga melakukan sanitasi fasilitas, pemantauan pada area dengan aktivitas tinggi, serta memberikan respons cepat apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan khusus. Penempatan petugas di setiap stasiun pun disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat kepadatan pengguna sehingga kebersihan tetap terjaga sepanjang jam operasional.

Radhitya menegaskan, kebersihan bukan sekadar menjaga tampilan fasilitas, tetapi menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang nyaman dan berkualitas.

"Kebersihan bukan sekadar menjaga tampilan fasilitas, namun bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat. Melalui pengelolaan kebersihan yang dilakukan setiap hari, KAI ingin memastikan setiap pengguna LRT Jabodebek memperoleh layanan yang berkualitas dan semakin percaya untuk menjadikan transportasi publik sebagai pilihan mobilitas sehari-hari," pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kebersihan transportasi publik #lrt jabodebek #KAI