RADARBANYUWANGI.ID – Libur sekolah yang bertepatan dengan akhir pekan mendorong lonjakan mobilitas masyarakat menggunakan transportasi kereta api. Dalam sepekan pertama masa liburan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat sebanyak 169.259 pelanggan naik dan turun di seluruh stasiun wilayah operasionalnya. Jumlah tersebut meningkat 14 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 148.861 pelanggan.
Kenaikan itu menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian bersama keluarga selama musim liburan. Selain menawarkan perjalanan yang aman dan tepat waktu, tarif yang kompetitif serta kemudahan akses pembelian tiket turut menjadi daya tarik bagi pelanggan.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.
"Momentum libur sekolah menjadi salah satu pendorong meningkatnya mobilitas masyarakat. Kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. Kami mengapresiasi kepercayaan pelanggan yang memilih kereta api untuk mengisi masa libur bersama keluarga," ujarnya, Senin (29/6/2026).
Selama periode 22 hingga 28 Juni 2026, jumlah pelanggan bertambah sekitar 20.400 orang dibandingkan periode 15 hingga 21 Juni 2026. Artinya, rata-rata lebih dari 24 ribu pelanggan dilayani setiap hari di seluruh stasiun wilayah Daop 9 Jember.
Peningkatan tersebut juga dipengaruhi tingginya aktivitas masyarakat dari dan menuju Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, hingga Probolinggo selama musim liburan. Tidak hanya untuk berwisata, banyak masyarakat memanfaatkan libur sekolah untuk mengunjungi keluarga maupun melakukan perjalanan antardaerah menggunakan kereta api.
KA Probowangi dan Logawa Jadi Favorit
Tingginya minat masyarakat terlihat dari tingkat okupansi sejumlah perjalanan kereta api.
Pada kategori kereta api komersial, KA Logawa relasi Ketapang–Purwokerto pulang pergi (PP) menjadi favorit dengan jumlah pelanggan mencapai 4.093 orang. Posisi berikutnya ditempati KA Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung (PP) yang melayani 3.865 pelanggan.
Sementara pada kategori kereta api bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO), KA Probowangi relasi Ketapang–Surabaya Gubeng (PP) menjadi layanan dengan jumlah pelanggan terbanyak, yakni 8.094 orang. Disusul KA Sri Tanjung relasi Ketapang–Lempuyangan yang melayani 5.999 pelanggan.
Data tersebut menunjukkan kereta api bersubsidi masih menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan tarif yang terjangkau dengan jangkauan perjalanan yang luas, terutama bagi warga Banyuwangi dan wilayah tapal kuda yang menuju Surabaya maupun Yogyakarta.
Masih Ada 707 Kursi, Diskon Berlaku hingga 5 Juli
Meski okupansi sejumlah perjalanan cukup tinggi, KAI Daop 9 Jember menyebut masih tersedia sekitar 707 tempat duduk pada sejumlah jadwal keberangkatan dari wilayah operasional Daop 9 Jember.
Masyarakat yang masih merencanakan perjalanan libur sekolah juga dapat memanfaatkan program diskon tarif kereta api hingga 30 persen yang berlaku sampai 5 Juli 2026. Program stimulus dari pemerintah tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Cahyo mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pembelian tiket agar memperoleh jadwal keberangkatan sesuai kebutuhan.
"Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun berbagai kanal penjualan resmi lainnya," katanya.
Informasi untuk Penumpang
- Jumlah pelanggan 22–28 Juni 2026 mencapai 169.259 orang.
- Naik 14 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
- Masih tersedia sekitar 707 kursi pada sejumlah perjalanan.
- Diskon tarif hingga 30 persen berlaku sampai 5 Juli 2026.
- Tiket dapat dipesan melalui Access by KAI maupun kanal penjualan resmi.