RADARBANYUWANGI.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat lonjakan penjualan tiket kereta api jarak jauh sebesar 7,4 persen selama periode libur sekolah. Sebanyak 94.090 tiket terjual dalam sepekan, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya seiring tingginya mobilitas masyarakat dan berlakunya program diskon tarif 30 persen dari pemerintah.
Data KAI menunjukkan penjualan tiket KA Jarak Jauh dari seluruh kelas layanan pada periode 20–26 Juni 2026 mencapai 94.090 tiket. Angka tersebut naik dibandingkan periode 13–19 Juni 2026 yang membukukan penjualan sebanyak 87.580 tiket.
Peningkatan tersebut menunjukkan kereta api masih menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat untuk bepergian selama musim liburan sekolah. Selain menawarkan kenyamanan dan ketepatan waktu, adanya insentif tarif dinilai semakin mendorong masyarakat memilih perjalanan menggunakan kereta api.
Penjualan Tiket Meningkat Selama Libur Sekolah
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tren positif tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.
"Peningkatan penjualan tiket sebesar 7,4 persen dibandingkan minggu sebelumnya menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Minggu (28/6/2026), dikutip Antara.
Menurutnya, momentum libur sekolah setiap tahun memang menjadi salah satu periode dengan permintaan perjalanan yang tinggi. Karena itu, KAI terus berupaya menjaga kualitas pelayanan agar kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Diskon Tarif 30 Persen Jadi Daya Tarik
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya jumlah pelanggan adalah program stimulus pemerintah berupa potongan tarif sebesar 30 persen untuk KA Ekonomi Komersial.
Program tersebut berlaku untuk keberangkatan mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Selama periode itu, KAI Daop 2 Bandung menyediakan 64.640 tempat duduk bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan dengan tarif lebih terjangkau.
Kuswardojo menilai kebijakan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama masa libur sekolah.
Hingga Minggu (28/6/2026), jumlah pelanggan KA Jarak Jauh dengan keberangkatan awal dari wilayah Daop 2 Bandung yang memanfaatkan program diskon telah mencapai 80.436 orang.
Okupansi Tembus 124,4 Persen
Jumlah pelanggan tersebut setara dengan tingkat okupansi mencapai 124,4 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan selama periode program.
Meski melampaui 100 persen, KAI menegaskan kondisi tersebut merupakan hal yang normal dalam operasional kereta api. Tingkat okupansi dihitung berdasarkan pemanfaatan kursi secara bergantian oleh penumpang yang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute perjalanan.
Dengan sistem tersebut, satu tempat duduk dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada segmen perjalanan yang berbeda. Karena itu, okupansi di atas 100 persen tidak berarti kapasitas kereta melebihi jumlah kursi yang tersedia maupun adanya penumpang tanpa tempat duduk.
KAI memastikan sistem tersebut tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh pelanggan selama perjalanan.
KAI Imbau Masyarakat Pesan Tiket Lebih Awal
KAI Daop 2 Bandung memperkirakan permintaan perjalanan masih berpotensi tinggi hingga berakhirnya masa libur sekolah dan periode program diskon tarif pada 5 Juli 2026.
Masyarakat yang berencana bepergian menggunakan kereta api diimbau melakukan pemesanan tiket lebih awal agar memperoleh jadwal keberangkatan sesuai kebutuhan sekaligus memanfaatkan tarif promo yang masih tersedia.
Editor : Lugas Rumpakaadi