Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jangan Tertipu Promo Kereta Api Palsu, KAI Minta Masyarakat Gunakan Kanal Resmi Selama Libur Sekolah

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 28 Juni 2026 | 19:25 WIB
Libur sekolah meningkatkan risiko hoaks tiket dan promo kereta api. (Antara)
Libur sekolah meningkatkan risiko hoaks tiket dan promo kereta api. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah membuat kebutuhan informasi perjalanan kereta api ikut melonjak. Di saat yang sama, risiko beredarnya hoaks mengenai tiket, promo, perubahan jadwal, hingga akun palsu di media sosial juga semakin tinggi.

Menjelang Hari Media Sosial Sedunia yang diperingati setiap 30 Juni, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimbau masyarakat agar hanya menggunakan kanal resmi KAI saat mencari informasi perjalanan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari penipuan digital sekaligus memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, media sosial kini bukan sekadar sarana penyebaran informasi, tetapi telah menjadi bagian dari layanan pelanggan. Berbagai informasi mengenai jadwal perjalanan, ketersediaan tiket, aturan bagasi, fasilitas stasiun hingga perubahan operasional disampaikan melalui kanal resmi perusahaan.

"Di ruang digital, kecepatan informasi harus diikuti dengan kehati-hatian. Kami mengajak pelanggan selalu mengecek informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI dan tidak mudah mempercayai pesan berantai maupun promo yang sumbernya tidak jelas," ujarnya, dikutip Antara.

Menurut Anne, masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan tingginya kebutuhan perjalanan saat musim liburan. Mulai dari akun media sosial tiruan, tautan palsu yang mengatasnamakan KAI, hingga promo tiket dengan harga tidak wajar berpotensi merugikan calon penumpang.

Karena itu, pelanggan diminta tidak pernah membagikan data pribadi seperti kode OTP, PIN, kata sandi maupun informasi pembayaran kepada siapa pun. Seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui aplikasi Access by KAI, Contact Center 121, WhatsApp resmi KAI121 yang telah bercentang biru di nomor 0811-2223-3121, media sosial @KAI121, serta akun korporat @keretaapikita.

Masukan Pelanggan Jadi Dasar Transformasi Layanan

KAI menyebut media sosial juga menjadi ruang untuk mendengar kebutuhan masyarakat. Hingga kini, perusahaan telah menerima lebih dari 13 juta masukan pelanggan melalui berbagai kanal layanan.

Masukan tersebut menjadi dasar berbagai pengembangan layanan yang kini dinikmati pelanggan. Sejumlah inovasi yang lahir dari kebutuhan pengguna antara lain kemudahan pembelian tiket melalui Access by KAI, Face Recognition Boarding Gate, fitur Female Seat Map, modernisasi rangkaian New Generation, hingga peningkatan fasilitas di berbagai stasiun.

Hingga Mei 2026, Access by KAI telah digunakan hampir 30 juta pengguna terdaftar. Aplikasi tersebut juga menjadi kanal utama pembelian tiket kereta api karena menawarkan berbagai layanan dalam satu platform, mulai pemesanan tiket, pemantauan perjalanan hingga akses informasi operasional secara real time.

"Semakin banyak pelanggan menggunakan kanal resmi, semakin kecil ruang bagi informasi palsu untuk menyebar," kata Anne.

Fasilitas Stasiun Terus Ditingkatkan

Transformasi layanan tidak hanya dilakukan melalui kanal digital. KAI juga terus memperbaiki fasilitas di stasiun untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.

Hingga pertengahan 2026, sebanyak 859 program peningkatan fasilitas telah direalisasikan. Program tersebut meliputi penyediaan air minum gratis, pengering tangan di toilet, tempat sampah terpilah, Toilet Satisfaction Index, area bermain anak, charger corner hingga penyempurnaan fasilitas boarding.

Perbaikan layanan dilakukan seiring meningkatnya jumlah pengguna kereta api. Selama Januari hingga Mei 2026, KAI Group melayani lebih dari 214 juta pelanggan atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi kualitas pelayanan, Customer Satisfaction Index KAI pada 2025 mencapai skor 4,52. Capaian tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk terus mempercepat tindak lanjut atas berbagai masukan pelanggan.

Anne menambahkan, setiap kritik maupun saran yang disampaikan masyarakat melalui media sosial, aplikasi, contact center maupun petugas di lapangan dipetakan sebagai bahan evaluasi layanan.

"KAI ingin setiap pelanggan merasa didengar. Perjalanan yang baik lahir dari informasi yang benar, layanan yang responsif, dan kedisiplinan bersama sejak pelanggan mulai merencanakan perjalanan," ujarnya.

Cara Menghindari Hoaks Perjalanan Kereta

Selama masa libur sekolah, KAI mengimbau masyarakat untuk lebih teliti sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

"Kanal resmi adalah ruang aman bagi pelanggan untuk mendapatkan informasi perjalanan. Dengan menggunakan kanal resmi, pelanggan ikut menjaga perjalanan kereta api tetap tertib, aman, dan nyaman," pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Hoaks Tiket Kereta #Hari Media Sosial Sedunia #KAI #Access by KAI #libur sekolah