RADARBANYUWANGI.ID – Harapan masyarakat di koridor timur Jabodetabek untuk menikmati layanan kereta rel listrik (KRL) hingga Cikampek semakin mendekati kenyataan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan percepatan proyek elektrifikasi jalur Cikarang-Cikampek sebagai upaya memperluas layanan KRL, memangkas waktu tempuh perjalanan, sekaligus meningkatkan kapasitas angkutan bagi ribuan komuter setiap hari.
Percepatan proyek tersebut dinilai menjadi langkah penting mengingat kawasan Bekasi, Karawang, hingga Cikampek merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia dengan mobilitas pekerja yang sangat tinggi. Selama ini, masyarakat dari wilayah tersebut masih harus berganti moda transportasi untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta karena layanan KRL baru beroperasi hingga Stasiun Cikarang.
Elektrifikasi Dipercepat
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, mengatakan pemerintah telah membahas percepatan elektrifikasi bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Proses tersebut juga melibatkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara).
Menurut Allan, seluruh pihak tengah menyusun langkah percepatan agar proyek dapat segera direalisasikan.
"Elektrifikasi ini kami sudah diskusi dengan PT KAI. Ada beberapa langkah percepatan yang sedang disusun bersama PLN dan BP Danantara. Kita akan percepat segala sesuatu," ujarnya di Jakarta, Sabtu (27/6/2026), dikutip Antara.
Pemerintah memandang proyek tersebut mendesak karena permintaan masyarakat terhadap layanan KRL yang lebih cepat, nyaman, dan terintegrasi dengan jaringan transportasi Jabodetabek terus meningkat.
Saat ini operasional KRL masih berhenti di Stasiun Cikarang. Jalur menuju Karawang hingga Cikampek belum dapat dilayani kereta listrik karena belum tersedia jaringan elektrifikasi yang menjadi syarat utama operasional KRL.
Warga Cikampek Diuntungkan
Apabila elektrifikasi rampung, masyarakat yang tinggal di Karawang maupun Cikampek dapat menikmati perjalanan langsung menggunakan KRL menuju Jakarta tanpa harus berganti kereta di Cikarang.
Kondisi tersebut diperkirakan akan memangkas waktu perjalanan sekaligus memberikan pilihan transportasi massal yang lebih efisien, terutama bagi para pekerja yang setiap hari beraktivitas di Jakarta maupun kawasan industri sepanjang koridor timur Jabodetabek.
"Kita akan dorong karena memang banyak masyarakat sekitar yang meminta pelayanan ini. Dengan adanya elektrifikasi, waktu tempuh dari rumah di sekitaran sana menuju tengah Kota Jakarta akan lebih cepat," kata Allan.
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, perluasan layanan KRL juga diharapkan mampu mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik. Langkah tersebut berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama Bekasi-Karawang-Cikampek yang selama ini menjadi salah satu koridor dengan aktivitas kendaraan paling tinggi.
Green Line Juga Menjadi Prioritas
Tak hanya mempercepat elektrifikasi menuju Cikampek, pemerintah juga mulai meningkatkan sistem elektrifikasi Green Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung.
Peningkatan dilakukan sebagai respons atas lonjakan jumlah penumpang yang terus terjadi, khususnya pada jam sibuk.
Menurut Allan, berdasarkan data PT KAI, tingkat keterisian penumpang pada lintas tersebut bahkan telah mencapai 161 persen saat jam puncak.
"Seperti yang disampaikan oleh KAI, jam sibuk itu bahkan kapasitasnya sampai 161 persen. Jadi ini memang isu yang perlu segera kita carikan solusinya," ujarnya.
Melalui peningkatan sistem traksi listrik, rangkaian KRL yang lebih panjang dapat dioperasikan sehingga kapasitas angkut penumpang meningkat secara signifikan. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini menjadi keluhan pengguna KRL.
DDT Dipercepat demi Operasional Lebih Andal
Pemerintah juga mempercepat pembangunan jalur double-double track (DDT) untuk memisahkan lintasan kereta jarak jauh dengan jalur KRL.
Dengan pemisahan tersebut, perjalanan kereta komuter tidak lagi terganggu oleh operasional kereta antarkota yang menggunakan lintasan yang sama. Dampaknya, ketepatan waktu, keselamatan, dan keandalan operasional kereta dapat terus ditingkatkan.
Keberadaan DDT juga menjadi salah satu infrastruktur pendukung yang dinilai penting untuk pengembangan layanan KRL hingga Cikampek di masa mendatang.
Diharapkan Jadi Pengungkit Mobilitas Jabodetabek
Percepatan elektrifikasi jalur Cikarang-Cikampek menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan transportasi massal berbasis rel di kawasan metropolitan Jakarta. Proyek tersebut tidak hanya memperluas jangkauan layanan KRL, tetapi juga mendukung konektivitas kawasan industri, permukiman, dan pusat kegiatan ekonomi di koridor timur Jabodetabek.
Jika seluruh tahapan percepatan berjalan sesuai rencana, layanan KRL hingga Cikampek berpotensi menjadi salah satu pengembangan jaringan Commuter Line terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Selain memangkas waktu perjalanan masyarakat menuju Jakarta, proyek ini juga diharapkan meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalur darat.
Editor : Lugas Rumpakaadi