RADARBANYUWANGI.ID – Pengguna KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung berpeluang menikmati perjalanan yang lebih nyaman dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah menargetkan proyek peningkatan sistem Listrik Aliran Atas (LAA) atau elektrifikasi Green Line rampung pada 2027. Proyek tersebut akan membuka jalan bagi pengoperasian rangkaian KRL hingga 12 gerbong sehingga kapasitas angkut penumpang meningkat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan percepatan elektrifikasi jalur Green Line menjadi salah satu prioritas pemerintah karena jumlah pengguna Commuter Line terus bertambah, sementara jarak waktu antarperjalanan kereta masih relatif panjang.
"Kami berharap proyek ini bisa selesai pada 2027," ujar Dudy di Jakarta, Sabtu (28/6/2026), dikutip Antara.
Selama ini, lintas Tanah Abang–Rangkasbitung belum dapat mengoperasikan rangkaian 12 kereta karena keterbatasan kapasitas pasokan listrik. Akibatnya, layanan masih mengandalkan rangkaian delapan hingga sepuluh gerbong, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume penumpang meningkat.
Kapasitas Angkut Ditingkatkan
Menurut Dudy, peningkatan elektrifikasi dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus bergantung pada transportasi massal. Selain memperkuat sistem kelistrikan, pemerintah juga menyiapkan penambahan kapasitas sarana agar perjalanan menjadi lebih nyaman.
Rangkaian KRL yang nantinya beroperasi di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung akan mengadopsi spesifikasi yang lebih besar, seperti armada yang saat ini telah melayani lintas menuju Bekasi.
Dengan beroperasinya rangkaian 12 kereta, daya angkut penumpang diperkirakan meningkat signifikan. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan di dalam kereta, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Pemerintah juga membuka peluang penggunaan kereta berkapasitas lebih besar di masa mendatang untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah pengguna transportasi berbasis rel.
Tambahan 11 Gardu Traksi Jadi Kunci
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan peningkatan kapasitas layanan diawali dengan penguatan sistem Listrik Aliran Atas (LAA).
Saat ini lintas Tanah Abang–Rangkasbitung masih menggunakan tegangan 3.000 volt. Sementara itu, lintas Bogor dan Bekasi telah didukung sistem kelistrikan sebesar 4.000 volt sehingga mampu melayani rangkaian dengan jumlah gerbong lebih banyak.
Untuk mengejar kapasitas tersebut, KAI akan menambah 11 gardu traksi di sepanjang lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Penambahan gardu menjadi fondasi utama agar pasokan listrik mampu mendukung operasional KRL dengan 12 gerbong.
"Peningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan," kata Bobby.
Meski demikian, pembangunan gardu dan penguatan sistem kelistrikan membutuhkan waktu karena harus dilakukan secara bertahap sesuai standar teknis. Pemerintah meminta masyarakat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung.
Selain jalur Rangkasbitung, pemerintah juga berkomitmen mempercepat elektrifikasi lintas lain, termasuk Cikampek, sebagai bagian dari pengembangan jaringan transportasi berbasis rel di kawasan Jabodetabek.
Jumlah Penumpang Terus Meningkat
Lonjakan jumlah pengguna menjadi salah satu alasan utama pemerintah mempercepat proyek ini. Data PT KAI menunjukkan tren penumpang Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, jumlah pelanggan tercatat mencapai 43,31 juta orang. Angka tersebut naik menjadi 62,08 juta pelanggan pada 2023, kemudian kembali meningkat menjadi 69,99 juta pelanggan pada 2024. Sepanjang 2025, jumlah pengguna menembus 77,55 juta pelanggan.
Sementara itu, selama periode Januari hingga Mei 2026 saja, jumlah pengguna telah mencapai 33,39 juta pelanggan. Tren tersebut menunjukkan kebutuhan peningkatan kapasitas layanan semakin mendesak.
Fakta Penting Proyek Elektrifikasi Green Line
- Target penyelesaian: 2027.
- Tegangan listrik saat ini: 3.000 volt.
- Target kapasitas sistem: setara lintas 4.000 volt.
- Penambahan infrastruktur: 11 gardu traksi.
- Target operasional: rangkaian KRL hingga 12 kereta.