Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menhub Ungkap Alasan Rute MRT Tangsel Dirahasiakan, Cegah Calo Tanah Dongkrak Biaya Proyek

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 28 Juni 2026 | 11:15 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan rute MRT menuju Tangerang Selatan masih dirahasiakan. (Pexels/Noval Gani)
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan rute MRT menuju Tangerang Selatan masih dirahasiakan. (Pexels/Noval Gani)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah masih merahasiakan rute pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) menuju Tangerang Selatan (Tangsel). Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah spekulasi tanah yang berpotensi memicu lonjakan biaya investasi dan menghambat pengembangan transportasi massal.

Menurut Dudy, pengumuman trase pada tahap awal perencanaan berisiko dimanfaatkan spekulan maupun calo tanah untuk membeli lahan di sekitar jalur yang diperkirakan akan dilintasi MRT. Akibatnya, harga tanah dapat melonjak tajam sebelum proses pengadaan lahan dimulai.

"Biasanya kita tidak akan buka. Nanti calo tanah beredar di mana-mana. Yang paling penting investor akan melihat dari sudut ekonomis, mana rute yang paling menguntungkan," ujarnya saat berbincang dengan awak media di Jakarta, Jumat (26/6/2026) malam, dikutip Antara.

Pernyataan itu disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyebut jalur MRT menuju Tangerang Selatan akan melintasi kawasan Pondok Cabe maupun Pondok Aren. Namun, Dudy menegaskan hingga kini belum ada keputusan mengenai trase akhir.

Investor Masih Mengkaji Sejumlah Alternatif Rute

Dudy menjelaskan penentuan jalur MRT masih menjadi bagian dari kajian yang dilakukan investor. Berbagai alternatif masih dihitung dari sisi kelayakan teknis, potensi jumlah penumpang, kebutuhan kawasan, hingga aspek ekonomi proyek.

Karena itu, pemerintah memilih tidak mengungkapkan rute sebelum kajian selesai agar proses investasi tetap berjalan efisien.

Menurutnya, investor juga berkepentingan menjaga kerahasiaan trase. Jika informasi bocor lebih awal, biaya pembebasan lahan bisa meningkat drastis sehingga mengganggu perhitungan investasi yang telah disusun.

"Mereka akan menghitung mau lewat Pondok Cabe atau Pondok Aren. Kalau itu bocor keluar, akan memengaruhi biaya perolehan tanah," katanya.

Spekulasi Tanah Dikhawatirkan Membebani Masyarakat

Menhub menilai praktik spekulasi lahan justru lebih banyak menguntungkan para makelar dibandingkan masyarakat. Padahal, tujuan pembangunan MRT adalah menghadirkan transportasi publik yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau.

Ia mencontohkan harga tanah yang semula sekitar Rp1 juta dapat melonjak hingga Rp30 juta akibat spekulasi. Kondisi tersebut membuat biaya investasi membengkak dan berpotensi mengurangi efisiensi proyek.

"Kalau hitungannya sudah tidak masuk, akhirnya yang dikorbankan siapa? Masyarakat. Yang diuntungkan cuma para makelar," tegasnya.

Menurut Dudy, semakin besar biaya pengadaan lahan, semakin besar pula nilai investasi yang harus disiapkan. Hal itu dapat memengaruhi tahapan pembangunan maupun pengembangan jaringan transportasi massal di masa mendatang.

MRT Tangsel Diharapkan Perkuat Konektivitas Jabodetabek

Pembangunan MRT menuju Tangerang Selatan merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan transportasi massal di kawasan Jabodetabek. Kehadiran jalur baru diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Meski trase belum dipastikan, Dudy menyebut tujuan akhir pengembangan jalur tersebut adalah kawasan BSD. Sementara jalur yang dipilih nantinya akan ditentukan berdasarkan hasil kajian investor.

"Tujuan akhirnya kan BSD. Mau lewat mana, itu terserah mereka. Yang penting jangkauannya semakin jauh dan konektivitasnya lebih bagus," ujarnya.

Dengan bertambahnya jaringan MRT, pemerintah berharap mobilitas masyarakat semakin efisien, waktu tempuh perjalanan dapat dipangkas, serta kemacetan di koridor Jakarta-Tangerang Selatan dapat berkurang secara bertahap.

Kajian Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono mengatakan kajian pembangunan MRT menuju Tangerang Selatan masih disusun oleh investor bersama PT MRT Jakarta.

Kajian tersebut akan menjadi dasar penentuan trase, skema pembangunan, serta tahapan pelaksanaan proyek ke depan.

"Kami harapkan di akhir tahun ini kajiannya sudah selesai," ujar Allan.

Apabila kajian rampung sesuai target, pemerintah bersama investor akan melanjutkan proses penetapan rute sebelum proyek memasuki tahapan berikutnya. Pemerintah menegaskan prioritas utama bukan hanya menentukan jalur tercepat menuju BSD, melainkan memastikan pembangunan berlangsung efisien, menjaga kelayakan investasi, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat melalui layanan transportasi massal yang semakin luas dan terintegrasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Infrastruktur Transportasi #MRT Tangerang Selatan #mrt jakarta #kementerian perhubungan #Dudy Purwagandhi