Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Begini Cara LRT Jabodebek Menjaga Kepuasan Penumpang, 75 Pengemudi Mikrotrans Ikut Belajar Langsung

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:53 WIB
Sebanyak 75 pengemudi Mikrotrans DKI belajar pelayanan prima di LRT Jabodebek. (Pexels/Muhammad Irfan)
Sebanyak 75 pengemudi Mikrotrans DKI belajar pelayanan prima di LRT Jabodebek. (Pexels/Muhammad Irfan)

RADARBANYUWANGI.ID – Pelayanan yang ramah, cepat, dan solutif menjadi salah satu alasan masyarakat memilih transportasi umum. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia kini menjadi perhatian utama para penyelenggara angkutan publik. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan yang mempertemukan pengemudi Mikrotrans DKI Jakarta dengan praktik pelayanan pelanggan yang diterapkan LRT Jabodebek.

Sebanyak 75 peserta Diklat Sertifikasi Pengemudi Angkutan Umum Mikrotrans DKI Jakarta mengikuti praktik pelayanan prima di Kantor LRT Jabodebek, Jumat (27/6/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta itu bertujuan meningkatkan kompetensi pengemudi agar mampu memberikan layanan yang lebih profesional kepada masyarakat.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan keberhasilan transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh pengguna.

"LRT Jabodebek menyambut baik kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai standar pelayanan yang kami terapkan. Semakin banyak penyelenggara transportasi yang menerapkan standar pelayanan yang baik, semakin besar peluang masyarakat merasa nyaman dan percaya menggunakan transportasi publik," ujarnya, dikutip Antara.

Menurutnya, pelayanan yang konsisten akan mendorong masyarakat semakin percaya menggunakan transportasi publik sebagai pilihan mobilitas sehari-hari.

Pelayanan Jadi Faktor Penting Meningkatkan Kepercayaan Penumpang

Selama pelatihan, para peserta mempelajari budaya pelayanan yang diterapkan LRT Jabodebek. Materi yang diberikan meliputi teknik komunikasi yang efektif dengan pelanggan, etika pelayanan, penyampaian informasi perjalanan secara jelas, hingga penanganan pertanyaan dan keluhan secara cepat, tepat, dan berorientasi pada solusi.

Peserta juga mempelajari penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2019. Standar tersebut menjadi acuan penyelenggaraan layanan transportasi berbasis rel.

SPM mencakup enam aspek utama, yakni keselamatan, keamanan, keandalan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan layanan. Implementasinya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas ramah penyandang disabilitas, ruang laktasi, fasilitas informasi, hingga berbagai sarana pendukung lain agar seluruh masyarakat dapat mengakses layanan transportasi secara nyaman.

Customer Care Jadi Garda Terdepan Pelayanan

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dikenalkan dengan peran Customer Care sebagai ujung tombak pelayanan pelanggan. Unit ini tidak hanya memberikan informasi perjalanan, tetapi juga menerima masukan serta menangani keluhan pengguna sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan.

Setiap hari, LRT Jabodebek menerima rata-rata sekitar 60 pesan dari pelanggan melalui media sosial maupun layanan Customer Care KAI121. Menariknya, lebih dari 90 persen keluhan yang diterima berhasil diselesaikan. Sementara itu, sebagian kecil lainnya memerlukan koordinasi lanjutan sesuai karakteristik permasalahan.

Masukan pelanggan kemudian menjadi dasar berbagai penyempurnaan layanan. Perbaikan dilakukan mulai dari optimalisasi penanganan barang tertinggal dan publikasi barang temuan melalui media sosial, penyesuaian frekuensi perjalanan pada jam sibuk, hingga peningkatan kecepatan penyampaian informasi ketika terjadi gangguan operasional.

"Masukan pengguna menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan layanan, termasuk optimalisasi penanganan barang tertinggal dan publikasi barang temuan melalui media sosial, penyesuaian frekuensi perjalanan pada jam sibuk, serta peningkatan penyampaian informasi dan permohonan maaf secara cepat apabila terjadi gangguan operasional, dengan keselamatan sebagai prioritas utama," jelas Radhitya.

Diharapkan Menjadi Standar Bersama Transportasi Publik

Kolaborasi antara LRT Jabodebek, PTDI-STTD, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta diharapkan tidak berhenti pada pelatihan semata. Praktik pelayanan yang telah diterapkan LRT Jabodebek diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai moda transportasi publik lainnya.

Dengan semakin banyak operator yang mengedepankan pelayanan prima, masyarakat diharapkan memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih aman, nyaman, mudah, dan konsisten. Pada akhirnya, peningkatan kualitas layanan diyakini akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum sebagai pilihan mobilitas sehari-hari.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Mikrotrans DKI Jakarta #Customer Care KAI121 #lrt jabodebek #transportasi publik #pelayanan prima