Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stasiun Ketapang Layani 320 Ribu Penumpang, KAI Sebut Banyuwangi Kian Strategis sebagai Gerbang Menuju Bali

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 26 Juni 2026 | 09:46 WIB
Stasiun Ketapang Banyuwangi melayani 320.232 penumpang selama Januari-Mei 2026. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)
Stasiun Ketapang Banyuwangi melayani 320.232 penumpang selama Januari-Mei 2026. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Posisi Banyuwangi sebagai pintu gerbang Pulau Jawa menuju Bali semakin strategis. Hal itu tercermin dari tingginya mobilitas masyarakat melalui Stasiun Ketapang yang selama Januari hingga Mei 2026 telah melayani 320.232 penumpang naik dan turun.

Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut menunjukkan Stasiun Ketapang tidak hanya menjadi titik akhir perjalanan kereta api di ujung timur Pulau Jawa, tetapi juga berperan sebagai penghubung utama perjalanan antarpulau melalui Pelabuhan Ketapang.

Momentum Hari Pelaut Sedunia yang diperingati setiap 25 Juni dimanfaatkan KAI untuk menegaskan pentingnya sinergi antara moda transportasi laut dan darat dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat maupun distribusi barang di Indonesia.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, karakter Indonesia sebagai negara kepulauan membuat setiap moda transportasi memiliki peran yang saling melengkapi.

"Di negara kepulauan, perjalanan sering kali bersambung dari laut ke darat atau dari darat ke laut. Kereta api hadir pada bagian darat dari perjalanan itu. Perannya dekat dengan masyarakat karena membantu pelanggan menjangkau kota, kawasan ekonomi, wisata, dan simpul transportasi lain," ujarnya, dikutip Antara.

Ketapang Permudah Perjalanan ke Bali

Letak Stasiun Ketapang yang berada di dekat Pelabuhan Ketapang memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Bali menggunakan kapal penyeberangan.

Integrasi tersebut membuat penumpang dapat merencanakan perjalanan lebih praktis. Setelah tiba menggunakan kereta api di Banyuwangi, perjalanan dapat langsung dilanjutkan menuju Pulau Dewata melalui layanan penyeberangan.

Keberadaan simpul transportasi yang saling terhubung itu juga memperkuat posisi Banyuwangi sebagai jalur utama mobilitas masyarakat, wisatawan, hingga pelaku usaha yang melakukan perjalanan antara Pulau Jawa dan Bali.

Mobilitas Terus Tumbuh

Selain di Banyuwangi, KAI mencatat sejumlah simpul transportasi yang terhubung dengan kawasan pelabuhan juga menunjukkan pertumbuhan jumlah pengguna.

Layanan Commuter Line Rangkasbitung-Merak, misalnya, mencatat peningkatan pelanggan dari 43,31 juta orang pada 2022 menjadi 77,55 juta pelanggan sepanjang 2025. Selama Januari-Mei 2026, lintas tersebut kembali melayani 1.978.799 pelanggan.

Di Jakarta, Commuter Line Tanjung Priok-Jakarta Kota melayani 1.468.660 pelanggan selama lima bulan pertama 2026. Sementara di Semarang, Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol mencatat total 3.163.617 pelanggan naik dan turun pada periode yang sama.

Menurut Anne, berbagai angka tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang terintegrasi terus meningkat, terutama di kawasan yang memiliki aktivitas pelabuhan.

Distribusi Barang Ikut Didukung

Tidak hanya melayani penumpang, kereta api juga menjadi bagian penting dalam rantai distribusi logistik nasional.

Sepanjang Januari-Mei 2026, KAI mengangkut 26.486.417 ton barang. Komoditas terbesar masih didominasi batu bara sebanyak 21.563.901 ton, disusul peti kemas 2.428.471 ton, bahan bakar minyak 1.096.998 ton, semen dan klinker 977.983 ton, hasil perkebunan 268.728 ton, angkutan ritel 48.684 ton, serta komoditas lainnya 101.652 ton.

Anne mengatakan layanan angkutan barang berbasis rel memberikan kepastian kapasitas dan jadwal sehingga mendukung kelancaran distribusi dari kawasan produksi menuju pelabuhan maupun pusat distribusi di berbagai daerah.

"Pada layanan barang, kereta api membantu menghadirkan kapasitas besar dan jadwal yang lebih terukur. Bagi pelaku usaha, kepastian jadwal dan kapasitas menjadi penting. Bagi masyarakat, kelancaran distribusi ikut berpengaruh pada ketersediaan barang dan aktivitas ekonomi daerah," katanya.

Secara nasional, KAI Group melayani 214.045.803 pelanggan sepanjang Januari-Mei 2026 atau meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 199.663.907 pelanggan.

Peringatan Hari Pelaut Sedunia, lanjut Anne, menjadi pengingat bahwa konektivitas Indonesia dibangun melalui kolaborasi seluruh insan transportasi, mulai dari pelaut, pekerja pelabuhan, hingga operator kereta api.

Bagi Banyuwangi, sinergi tersebut tercermin di kawasan Ketapang yang menjadi titik temu antara jaringan rel dan pelabuhan penyeberangan. Peran itu diperkirakan akan terus menguat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, pertumbuhan sektor pariwisata, serta aktivitas distribusi barang yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Transportasi Jawa Bali #pelabuhan ketapang #KAI #banyuwangi #stasiun ketapang