Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hampir 30 Juta Orang Gunakan Access by KAI, Penumpang Kereta Api Kini Makin Andalkan Aplikasi untuk Merencanakan Perjalanan

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:40 WIB
Menjelang musim liburan, Access by KAI mencatat hampir 30 juta pengguna. (Antara)
Menjelang musim liburan, Access by KAI mencatat hampir 30 juta pengguna. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Memesan tiket, memilih tempat duduk, mengatur jadwal perjalanan, hingga memesan makanan di kereta kini semakin banyak dilakukan melalui ponsel. Perubahan perilaku masyarakat dalam merencanakan perjalanan tersebut mendorong peningkatan penggunaan Access by KAI yang kini telah digunakan hampir 30 juta pelanggan di Indonesia.

Menjelang periode liburan, aplikasi milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu semakin menjadi andalan masyarakat untuk mengatur perjalanan lebih praktis melalui satu platform digital.

Berdasarkan data KAI, jumlah pengguna Access by KAI mencapai 29.870.864 user hingga Mei 2026. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, aplikasi tersebut mencatat 2.575.947 registrasi baru atau tumbuh 3,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2.484.577 registrasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memulai seluruh proses perjalanan melalui aplikasi.

“Access by KAI kami kembangkan dari kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Pelanggan ingin perjalanan yang mudah direncanakan, tiket yang praktis dikelola, informasi yang jelas, serta layanan pendukung yang bisa diakses dalam satu aplikasi,” ujarnya, dikutip Antara.

Registrasi Pengguna Terus Bertambah

Secara bulanan, jumlah registrasi baru pada Januari 2026 mencapai 493.902 pengguna atau naik 6,80 persen dibandingkan Januari tahun lalu. Pada Februari tercatat 462.333 pengguna, kemudian meningkat tajam pada Maret menjadi 602.826 pengguna atau tumbuh 37,31 persen dibandingkan Maret 2025.

Sementara itu, April mencatat 506.051 registrasi baru dan Mei sebanyak 510.835 registrasi. Jumlah pengguna baru pada Mei menyumbang sekitar 19,83 persen dari total registrasi sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Pertumbuhan tersebut memperkuat posisi Access by KAI sebagai pintu utama layanan digital KAI. Hingga Mei 2026, jumlah pengguna aplikasi ini hampir menyamai populasi satu provinsi besar di Indonesia.

Hampir 9 Juta Pengguna Aktif

Selain jumlah pengguna yang terus bertambah, tingkat aktivitas pengguna juga menunjukkan tren positif.

Data KAI mencatat sebanyak 8.924.134 active user per 31 Mei 2026 atau pengguna yang aktif menggunakan Access by KAI dalam 30 hari terakhir. Sementara itu, jumlah member premium mencapai 4.817.467 pengguna atau sekitar 16,13 persen dari total pengguna.

Adapun total unduhan aplikasi telah mencapai 39.503.376 kali.

“Semakin banyak pelanggan memilih Access by KAI, semakin besar tanggung jawab kami untuk menjaga aplikasi ini stabil, mudah digunakan, dan relevan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat,” kata Anne.

Pertumbuhan Hampir 19 Kali Lipat Sejak 2017

Perkembangan Access by KAI terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017, jumlah registrasi tahunan baru mencapai 314.090 pengguna.

Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 942.303 pengguna pada 2018 dan 2.208.918 pengguna pada 2019. Saat pandemi Covid-19, registrasi sempat melambat menjadi 1.343.612 pengguna pada 2020 dan 1.394.726 pengguna pada 2021.

Setelah mobilitas masyarakat kembali normal, pertumbuhan berlangsung lebih cepat. Registrasi mencapai 3.827.232 pengguna pada 2022, meningkat menjadi 5.364.687 pengguna pada 2023, lalu 5.823.723 pengguna pada 2024 dan 6.075.626 pengguna pada 2025.

Artinya, jumlah registrasi tahunan Access by KAI pada 2025 meningkat hampir 19 kali lipat dibandingkan capaian tahun 2017.

Sementara itu, registrasi selama Januari hingga Mei 2026 sudah mencapai sekitar 42,40 persen dari total registrasi sepanjang 2025.

Jadi Kanal Utama Pembelian Tiket Kereta

Dominasi Access by KAI juga terlihat dari sisi transaksi penjualan tiket.

Sepanjang 2025, aplikasi tersebut mencatat 29.703.422 transaksi penjualan tiket kereta api utama dan lokal atau setara 73,44 persen dari total transaksi seluruh kanal penjualan KAI.

Dari sisi volume pelanggan, Access by KAI melayani 42.952.314 pelanggan atau sekitar 70,71 persen dari total pelanggan yang melakukan transaksi melalui seluruh kanal yang tersedia.

Angka tersebut jauh melampaui kanal lainnya. Kanal B2B mencatat porsi transaksi 17,78 persen, loket 7,64 persen, web KAI 0,86 persen, vending machine 0,26 persen, dan Contact Center 121 sebesar 0,01 persen.

Pada segmen kereta api antarkota atau KA Utama, Access by KAI juga menjadi kanal terbesar dengan kontribusi 72,47 persen transaksi dan melayani 69,88 persen pelanggan sepanjang 2025.

Fitur Access by KAI Semakin Lengkap

Bagi pelanggan, meningkatnya penggunaan Access by KAI menunjukkan semakin banyak layanan perjalanan yang kini dapat diakses dalam satu aplikasi.

Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat:

Selain itu, KAI juga menghadirkan berbagai fitur pendukung seperti Connecting Train, Trip Planner, Railfood, Railpoin, e-Porter, Female Seat Map, serta integrasi transportasi lanjutan menuju dan dari stasiun.

Persiapan Liburan Kini Lebih Praktis

Menjelang musim liburan, peran Access by KAI diperkirakan akan semakin penting. Masyarakat kini dapat mengecek jadwal keberangkatan, memantau ketersediaan tiket, mengelola perjalanan, hingga mengakses layanan pendukung sejak tahap perencanaan.

Menurut Anne, pengembangan layanan digital dan layanan fisik memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan.

“Pengembangan digital dan pengembangan layanan fisik punya arah yang sama, yaitu membaca kebutuhan pelanggan. Access by KAI membantu KAI memahami pola perjalanan, sementara masukan langsung dari pelanggan membantu kami memperbaiki pengalaman di stasiun dan di atas kereta api,” ujarnya.

KAI mengimbau pelanggan menggunakan Access by KAI sebagai kanal resmi untuk merencanakan perjalanan, memperoleh informasi jadwal, mengelola tiket, memperbarui data perjalanan, serta memanfaatkan berbagai layanan pendukung yang tersedia.

“Budaya mendengar adalah proses kerja yang terus berjalan. Selama pelanggan memberi masukan, KAI akan terus membaca data, memperbaiki layanan, dan memperkuat Access by KAI sebagai ekosistem digital perjalanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#layanan digital KAI #aplikasi KAI #tiket kereta api #Access by KAI #perjalanan kereta api