Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kereta Api Murah KAI Ini Sudah Dipakai 34 Ribu Penumpang, Tarifnya Mulai Rp3 Ribu

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 18 Juni 2026 | 19:54 WIB
KAI memperkuat layanan PSO melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang. (Antara)
KAI memperkuat layanan PSO melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 34.824 pelanggan telah menggunakan layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak pertama kali diperkenalkan pada 2026. Layanan kereta bersubsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO) ini hadir dengan kapasitas lebih besar dan tarif terjangkau untuk pekerja, pelajar, keluarga, pelaku UMKM, petani, hingga pedagang.

Tak hanya itu, layanan Kereta Petani-Pedagang yang dirancang khusus untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat juga telah dimanfaatkan 27.824 pelanggan sejak mulai beroperasi pada Desember 2025.

Kehadiran dua layanan tersebut menjadi upaya KAI memperluas akses transportasi publik yang terjangkau sekaligus mendukung mobilitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Salah satu manfaat layanan ini dirasakan Sumarni, pedagang di Banten yang mengikuti perjalanan perdana Kereta Petani-Pedagang. Menurut dia, keberadaan gerbong khusus tersebut membantu menekan biaya operasional sekaligus mendukung aktivitas perdagangan sehari-hari.

“Ini sangat berpengaruh pada pendapatan harian kami,” ujarnya, dikutip Antara.

Kereta Ekonomi Kerakyatan Disambut Positif

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Kereta Ekonomi Kerakyatan dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang membutuhkan moda transportasi aman, nyaman, dan terjangkau.

Kereta Ekonomi Kerakyatan pertama kali diperkenalkan melalui KA Tambahan Lempuyangan–Pasar Senen pada masa Angkutan Lebaran 2026, yakni 11 Maret hingga 5 April 2026. Dalam periode tersebut, layanan ini melayani 24.398 pelanggan.

Jumlah itu terdiri atas 12.262 pelanggan relasi Lempuyangan–Pasar Senen dan 12.136 pelanggan relasi Pasar Senen–Lempuyangan.

Setelah itu, konsep serupa diterapkan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen pulang pergi. Sejak 11 Juni 2026, KA Cikuray resmi menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang yang diluncurkan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Garut.

Dalam periode 11–17 Juni 2026, layanan tersebut mencatat 10.448 pelanggan. Sebanyak 10.426 pelanggan menggunakan Kereta Ekonomi Kerakyatan, sementara 22 pelanggan memanfaatkan Kereta Petani-Pedagang.

Secara keseluruhan, jumlah pelanggan Kereta Ekonomi Kerakyatan kini mencapai 34.824 orang.

“Angka ini menunjukkan masyarakat merespons positif Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak awal diperkenalkan. Polanya memperlihatkan bahwa layanan dengan kapasitas tempat duduk lebih besar dan tarif terjangkau dibutuhkan pelanggan pada masa puncak perjalanan maupun lintas harian produktif,” kata Anne.

KA Cikuray Catat Pertumbuhan Penumpang

KA Cikuray menjadi salah satu layanan yang menunjukkan pertumbuhan penumpang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, KA Cikuray melayani 293.265 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 514.767 pelanggan pada 2023, kemudian 591.089 pelanggan pada 2024, dan mencapai 615.723 pelanggan sepanjang 2025.

Sementara itu, pada periode Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan. Secara kumulatif, jumlah pelanggan KA Cikuray sejak pertama beroperasi pada 25 Maret 2022 telah mencapai 2.281.837 orang.

KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian, yakni Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen.

Lintas tersebut menghubungkan kawasan pertanian dan hortikultura di Garut, pusat pendidikan dan perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri di Purwakarta, Karawang, serta Cikarang, hingga pusat aktivitas ekonomi nasional di Jakarta.

Kapasitas Lebih Besar, Tarif Tetap Terjangkau

Untuk mendukung peningkatan kapasitas penumpang, KAI menghadirkan enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dalam satu rangkaian KA Cikuray.

Kereta ini merupakan hasil inovasi Balai Yasa Manggarai melalui penataan ulang tempat duduk sehingga kapasitas meningkat menjadi 93 kursi per kereta. Dengan formasi enam kereta, total kapasitas mencapai 558 tempat duduk dalam satu rangkaian.

Anne menjelaskan inovasi tersebut memungkinkan KAI mengoptimalkan kapasitas layanan tanpa mengurangi aspek keselamatan, kenyamanan, dan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.

“Melalui inovasi pengaturan tempat duduk pada Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI dapat mengoptimalkan kapasitas layanan dengan tetap menjaga kenyamanan, keselamatan, dan keterjangkauan bagi pelanggan,” ujarnya.

Gerbong Khusus Pedagang dan Petani Makin Diminati

Selain Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI juga mengembangkan Kereta Petani-Pedagang yang merupakan hasil inovasi Balai Yasa Surabaya Gubeng.

Kereta ini memiliki kapasitas 73 tempat duduk dengan ruang barang yang lebih tertata, kursi menyamping, serta desain interior yang disesuaikan untuk kebutuhan petani, pedagang pasar, dan pelaku usaha kecil.

Kereta Petani-Pedagang pertama kali dioperasikan pada lintas Rangkasbitung–Merak sejak 1 Desember 2025. Hingga 17 Juni 2026, layanan tersebut telah digunakan oleh 27.824 pelanggan.

Pada lintas ini, gerbong khusus dirangkaikan dalam 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari dan melayani 11 stasiun mulai Rangkasbitung hingga Merak.

Menurut Anne, layanan tersebut membantu masyarakat membawa hasil pertanian, makanan olahan, kerajinan, maupun barang dagangan kecil secara lebih aman dan tertib.

“Bagi petani dan pedagang, perjalanan kereta api berkaitan langsung dengan kelancaran usaha mereka. Karena itu, layanan ini kami tata agar lebih tertib, aman, terjangkau, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Tarif Rp45 Ribu dan Rp3 Ribu Berkat Dukungan PSO

Keberlanjutan layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang tidak lepas dari dukungan pemerintah melalui skema PSO yang dikelola DJKA Kementerian Perhubungan.

Melalui dukungan tersebut, tarif KA Cikuray relasi terjauh Garut–Pasar Senen tetap berada di angka Rp45 ribu.

Sementara itu, tarif Kereta Petani-Pedagang pada lintas Rangkasbitung–Merak tetap Rp3 ribu sehingga dapat dijangkau petani, pedagang pasar, dan pelaku usaha kecil.

Menurut KAI, biaya perjalanan yang lebih terjangkau memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pendidikan, usaha, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

Ke depan, KAI akan mengevaluasi pengembangan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang pada lintas lain yang memiliki potensi mobilitas tinggi, terutama wilayah dengan basis pertanian, UMKM, kawasan pendidikan, pekerja harian, serta pusat perdagangan.

Bagi daerah dengan karakteristik serupa, termasuk wilayah-wilayah berbasis pertanian dan UMKM di Pulau Jawa, model layanan ini dinilai berpotensi menjadi solusi transportasi yang tidak hanya menghubungkan masyarakat, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Transportasi PSO #KA Cikuray #Kereta Petani Pedagang #KAI #kereta ekonomi kerakyatan