RADARBANYUWANGI.ID – Kereta api semakin mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi favorit masyarakat di wilayah selatan Jawa Barat. Selama libur panjang Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang berlangsung pada 12–16 Juni 2026, sebanyak 15.825 pelanggan memanfaatkan layanan KA Siliwangi untuk berbagai kebutuhan perjalanan.
Tingginya jumlah pengguna menunjukkan tren meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi berbasis rel yang dinilai lebih hemat, nyaman, dan bebas dari kemacetan. Selain digunakan untuk aktivitas bekerja, KA Siliwangi juga menjadi pilihan utama warga yang melakukan perjalanan wisata maupun silaturahmi selama masa libur panjang.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat Stasiun Cianjur menjadi titik keberangkatan penumpang tertinggi sepanjang periode libur tersebut.
Stasiun Cianjur Jadi Titik Keberangkatan Terpadat
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, hingga Rabu (17/6/2026) pagi tercatat sebanyak 6.431 pelanggan berangkat dari Stasiun Cianjur.
Jumlah tersebut menempatkan Stasiun Cianjur sebagai stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi di lintas KA Siliwangi selama libur panjang Tahun Baru Islam.
Sementara itu, Stasiun Cipatat berada di posisi kedua dengan total keberangkatan mencapai 3.918 pelanggan. Tingginya okupansi di kedua stasiun tersebut memperlihatkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai sarana mobilitas sehari-hari.
“Stasiun Cianjur menjadi titik keberangkatan dengan jumlah pelanggan tertinggi selama libur panjang,” ujar Kuswardojo, dikutip Antara.
KA Siliwangi Dorong Mobilitas dan Pariwisata
Menurut Kuswardojo, meningkatnya jumlah penumpang tidak hanya mencerminkan tingginya kebutuhan transportasi masyarakat, tetapi juga menunjukkan peran strategis KA Siliwangi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalur Cipatat-Cianjur-Sukabumi selama ini menjadi koridor penting yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat. Kehadiran layanan kereta api membantu memperlancar mobilitas pekerja, pelajar, pelaku usaha, hingga wisatawan.
“Konektivitas yang diberikan KA Siliwangi ikut mendukung aktivitas ekonomi dan sektor pariwisata di sepanjang lintas Cipatat-Cianjur-Sukabumi, di mana minat masyarakat untuk menggunakan jasa kereta api terus meningkat,” katanya.
Fenomena tersebut sekaligus mengindikasikan adanya perubahan pola perjalanan masyarakat yang mulai beralih dari kendaraan pribadi menuju transportasi massal. Selain lebih ekonomis, perjalanan dengan kereta api dinilai lebih pasti dari sisi waktu tempuh karena tidak terpengaruh kemacetan lalu lintas.
KAI Daop 2 Bandung memastikan akan terus menjaga kualitas pelayanan agar perjalanan tetap berlangsung aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu.
“Kami akan terus berupaya menjaga kualitas pelayanan serta memastikan perjalanan kereta api berlangsung dengan aman, selamat, nyaman, dan tepat waktu,” tambahnya.
Warga Berharap Rute Kembali Sampai Bandung
Di tengah meningkatnya jumlah pengguna, sejumlah pelanggan berharap KA Siliwangi dapat kembali melayani perjalanan hingga Bandung seperti beberapa tahun lalu.
Harapan tersebut muncul karena kereta api dinilai menjadi solusi transportasi yang murah dan efisien, terutama bagi warga yang rutin bepergian untuk bekerja maupun beraktivitas di luar daerah.
Salah seorang pengguna KA Siliwangi, Rohimah, 38, warga Cianjur, mengaku telah lama mengandalkan kereta api untuk pergi dan pulang bekerja di Sukabumi. Menurutnya, moda transportasi tersebut jauh lebih praktis dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan jalan raya.
“Kami sudah terbiasa menggunakan transportasi kereta api untuk pergi dan pulang kerja di Sukabumi. Kami berharap ke depan rutenya ditambah sampai Bandung, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lebih besar dan terjebak kemacetan saat menggunakan transportasi lain,” ujarnya.
Tingginya jumlah penumpang selama libur panjang menjadi sinyal bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus meningkat. Dengan tren tersebut, harapan perluasan layanan dan peningkatan konektivitas di masa mendatang diperkirakan akan semakin menguat, seiring bertambahnya pengguna yang menjadikan KA Siliwangi sebagai pilihan utama perjalanan mereka.
Editor : Lugas Rumpakaadi