RADARBANYUWANGI.ID – Mobilitas masyarakat di wilayah Banyuwangi dan kawasan tapal kuda terus menunjukkan peningkatan. Kondisi itu sejalan dengan lonjakan jumlah pengguna kereta api secara nasional yang mencapai 24.372.733 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan jumlah pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal tersebut meningkat 9,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 22.168.570 pelanggan.
Kenaikan tersebut turut tercermin di wilayah Daop 9 Jember yang membawahi jalur kereta api dari Pasuruan hingga Banyuwangi. Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, Daop 9 Jember melayani 1.420.355 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan pelanggan terjadi hampir di seluruh wilayah operasi KAI. Menurut dia, kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari, mulai bekerja, menempuh pendidikan, berwisata, mengakses layanan kesehatan hingga kegiatan usaha.
“Kereta api menghubungkan pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan ekonomi, kota pendidikan, destinasi wisata, layanan publik, sampai perjalanan keluarga,” ujarnya, Rabu (17/6/2026), dikutip Antara.
Daop 9 Jember Layani Lebih dari 1,4 Juta Pelanggan
Tingginya jumlah pelanggan di Daop 9 Jember menunjukkan kereta api masih menjadi moda transportasi penting bagi masyarakat di wilayah timur Jawa Timur, termasuk Banyuwangi.
Capaian tersebut menempatkan Daop 9 Jember sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas perjalanan yang cukup tinggi. KAI mencatat Daop 1 Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah pelanggan terbesar sebanyak 4.908.052 orang, disusul Daop 6 Yogyakarta sebanyak 3.178.503 pelanggan dan Daop 4 Semarang sebanyak 2.933.516 pelanggan.
Sementara itu, Daop 8 Surabaya melayani 2.576.727 pelanggan dan Daop 9 Jember sebanyak 1.420.355 pelanggan selama Januari hingga Mei 2026.
Peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan kebutuhan perjalanan antardaerah terus tumbuh. Kereta api menjadi alternatif transportasi yang dinilai lebih aman, terjadwal, dan efisien dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.
KA Jarak Jauh Masih Jadi Favorit
Berdasarkan jenis layanan, KA Jarak Jauh Komersial menjadi kontributor terbesar dengan 15.605.465 pelanggan atau naik 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kemudian KA Jarak Jauh PSO melayani 4.951.267 pelanggan atau tumbuh 5,1 persen. Adapun KA Lokal PSO melayani 2.930.898 pelanggan atau meningkat 13 persen, sedangkan KA Lokal Komersial melayani 885.103 pelanggan atau naik 15,1 persen.
Dari sisi kelas layanan, KA Eksekutif mencatat pertumbuhan tertinggi dengan 6.128.848 pelanggan atau naik 19,1 persen. Sementara KA Ekonomi melayani 14.173.952 pelanggan dan KA Lokal Ekonomi sebanyak 3.643.146 pelanggan.
“Komposisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan pelanggan sangat beragam. Ada pelanggan yang membutuhkan perjalanan jarak jauh, ada pula yang mengandalkan KA Lokal untuk aktivitas harian dan perjalanan antarkota yang lebih dekat,” kata Anne.
KA Blambangan Ekspres Catat Okupansi Tinggi
Kuatnya kebutuhan perjalanan masyarakat juga terlihat dari tingkat keterisian sejumlah kereta api yang melampaui 100 persen okupansi.
Beberapa layanan yang mencatat okupansi tinggi antara lain KA Blambangan Ekspres, Jayabaya, Wijayakusuma, Malabar, dan Pandalungan.
Bagi Banyuwangi, tingginya okupansi KA Blambangan Ekspres menjadi sinyal meningkatnya kebutuhan perjalanan dari dan menuju ujung timur Pulau Jawa. Tingkat okupansi di atas 100 persen dimungkinkan karena kursi digunakan secara bergantian oleh pelanggan pada relasi berbeda dalam satu perjalanan sehingga kapasitas layanan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, sejumlah kereta api jarak jauh juga mencatat volume pelanggan yang tinggi. KA Jayakarta melayani 305.542 pelanggan, KA Kertajaya 283.888 pelanggan, KA Logawa 139.440 pelanggan, KA Ambarawa Ekspres 136.681 pelanggan, KA Malabar 134.370 pelanggan, serta KA Ranggajati sebanyak 132.259 pelanggan.
Pertumbuhan di Sumatra Ikut Menguat
Di luar Pulau Jawa, pertumbuhan pelanggan juga terjadi di seluruh wilayah Divre Sumatra. Divre I Sumatera Utara melayani 1.155.256 pelanggan, Divre II Sumatera Barat sebanyak 915.603 pelanggan, Divre III Palembang 500.303 pelanggan, dan Divre IV Tanjungkarang sebanyak 564.567 pelanggan.
Pertumbuhan tertinggi tercatat di Divre IV Tanjungkarang sebesar 17,7 persen. Disusul Divre II Sumatera Barat sebesar 14,2 persen dan Divre III Palembang sebesar 12,7 persen.
Menurut Anne, kereta api di Sumatra semakin relevan sebagai penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat karena mampu menghubungkan pusat kota, kawasan pendidikan, destinasi wisata, layanan publik, hingga simpul transportasi lainnya.
KAI Siapkan Peningkatan Layanan
Kinerja positif juga berlanjut pada Mei 2026. Selama bulan tersebut, KAI melayani 5.154.293 pelanggan atau meningkat 15,6 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 4.458.901 pelanggan.
Rata-rata jumlah pelanggan pada Mei mencapai 166.268 orang per hari. Dari jumlah tersebut, rata-rata pelanggan KA jarak jauh mencapai 139.485 orang per hari.
Bagi KAI, peningkatan jumlah pelanggan menjadi dorongan untuk terus menjaga kualitas layanan. Perusahaan memperkuat aspek keselamatan operasional, keandalan sarana, kebersihan stasiun dan kereta api, serta kemudahan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI.
“Peningkatan pelanggan menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat,” pungkas Anne.
Fakta Menarik
- Penumpang KAI Januari–Mei 2026 mencapai 24,37 juta orang.
- Jumlah pelanggan naik 9,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Daop 9 Jember melayani 1,42 juta pelanggan.
- KA Blambangan masuk daftar kereta dengan okupansi di atas 100 persen.
- Pada Mei 2026, rata-rata 166.268 orang menggunakan kereta api setiap hari.