RADARBANYUWANGI.ID – Kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian antardaerah. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 24.372.733 pelanggan menggunakan layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola perusahaan.
Jumlah tersebut meningkat 9,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 22.168.570 pelanggan. Bahkan, rata-rata lebih dari 162 ribu pelanggan menggunakan kereta api setiap hari selama lima bulan pertama tahun ini.
Bagi masyarakat Banyuwangi dan wilayah tapal kuda Jawa Timur, tren tersebut juga tercermin dari tingginya aktivitas perjalanan di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Sepanjang Januari–Mei 2026, Daop 9 Jember melayani 1.420.355 pelanggan, menunjukkan kereta api semakin diandalkan untuk mobilitas kerja, pendidikan, wisata, hingga perjalanan keluarga.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pelanggan terjadi hampir di seluruh wilayah operasi KAI. Kondisi itu menunjukkan layanan kereta api semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
"KAI melihat kebutuhan perjalanan masyarakat terus tumbuh di banyak daerah. Kereta api menghubungkan pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan ekonomi, kota pendidikan, destinasi wisata, layanan publik, sampai perjalanan keluarga," ujarnya, dikutip Antara.
Peningkatan jumlah pelanggan juga mencerminkan tren pergeseran masyarakat menuju moda transportasi berbasis rel yang dinilai lebih nyaman, tepat waktu, dan efisien untuk perjalanan antarkota maupun antardaerah.
KA Jarak Jauh Masih Jadi Favorit
Berdasarkan jenis layanan, KA Jarak Jauh Komersial menjadi penyumbang pelanggan terbesar dengan total 15.605.465 pelanggan atau naik 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, KA Jarak Jauh bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) melayani 4.951.267 pelanggan atau tumbuh 5,1 persen. Untuk KA Lokal PSO tercatat melayani 2.930.898 pelanggan atau naik 13 persen, sedangkan KA Lokal Komersial melayani 885.103 pelanggan atau meningkat 15,1 persen.
Dari sisi kelas layanan, KA Eksekutif mencatat pertumbuhan tertinggi. Jumlah pelanggan mencapai 6.128.848 orang atau naik 19,1 persen dibandingkan Januari–Mei 2025.
Adapun KA Ekonomi melayani 14.173.952 pelanggan atau tumbuh 7,5 persen. Sementara KA Lokal Ekonomi digunakan oleh 3.643.146 pelanggan atau meningkat 13,9 persen.
"Komposisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan pelanggan sangat beragam. Ada pelanggan yang membutuhkan perjalanan jarak jauh, ada pula yang mengandalkan KA Lokal untuk aktivitas harian dan perjalanan antarkota yang lebih dekat," kata Anne.
Daop 9 Jember Jadi Penopang Mobilitas Tapal Kuda
Pertumbuhan pelanggan terjadi merata di seluruh wilayah operasi KAI. Di Pulau Jawa, Daop 1 Jakarta menjadi wilayah dengan pelanggan terbanyak mencapai 4.908.052 orang.
Daop 6 Yogyakarta melayani 3.178.503 pelanggan, Daop 4 Semarang sebanyak 2.933.516 pelanggan, dan Daop 8 Surabaya mencapai 2.576.727 pelanggan.
Sementara itu, Daop 9 Jember yang membawahi jalur kereta api di wilayah timur Jawa Timur melayani 1.420.355 pelanggan selama lima bulan pertama tahun ini.
Wilayah Daop 9 memiliki peran strategis karena menghubungkan sejumlah kota di kawasan tapal kuda, termasuk Banyuwangi, Jember, Probolinggo, hingga koneksi menuju Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta.
Tingginya mobilitas masyarakat di jalur tersebut menunjukkan kereta api tetap menjadi pilihan utama untuk perjalanan jarak menengah dan jauh yang membutuhkan kepastian waktu tempuh.
KA Jayakarta hingga Logawa Catat Volume Tinggi
Kuatnya kebutuhan perjalanan antardaerah terlihat dari tingginya volume pelanggan sejumlah kereta api jarak jauh.
KA Jayakarta menjadi salah satu layanan dengan pelanggan terbanyak, yakni 305.542 orang. Disusul KA Kertajaya yang melayani 283.888 pelanggan.
Selain itu, KA Logawa melayani 139.440 pelanggan, KA Ambarawa Ekspres sebanyak 136.681 pelanggan, KA Malabar 134.370 pelanggan, dan KA Ranggajati 132.259 pelanggan selama Januari–Mei 2026.
Deretan layanan tersebut menunjukkan pentingnya peran kereta api dalam menghubungkan berbagai kota dengan karakter perjalanan yang berbeda-beda, mulai perjalanan bisnis, pendidikan, hingga wisata.
KA Blambangan Ekspres dan Pandalungan Catat Okupansi Tinggi
Dari sisi pemanfaatan kapasitas, sejumlah kereta api mencatat tingkat okupansi sangat tinggi. Beberapa di antaranya adalah KA Blambangan Ekspres, KA Jayabaya, KA Wijayakusuma, KA Malabar, dan KA Pandalungan.
Tingkat okupansi yang melampaui 100 persen tidak berarti terjadi kelebihan penumpang dalam satu waktu. Angka tersebut menunjukkan kursi digunakan secara bergantian oleh pelanggan pada relasi berbeda dalam satu perjalanan sehingga kapasitas layanan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan kereta api di berbagai lintas perjalanan.
Mei 2026 Tumbuh 15,6 Persen
Kinerja positif KAI juga berlanjut pada Mei 2026. Pada bulan tersebut, jumlah pelanggan mencapai 5.154.293 orang atau meningkat 15,6 persen dibandingkan Mei tahun lalu yang tercatat 4.458.901 pelanggan.
Rata-rata volume pelanggan harian mencapai 166.268 orang. Dari jumlah tersebut, rata-rata pelanggan KA Jarak Jauh mencapai 139.485 orang per hari.
Menurut Anne, pertumbuhan pelanggan menjadi dorongan bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan, mulai dari aspek keselamatan operasional, keandalan sarana, kebersihan stasiun dan kereta, hingga kemudahan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI.
"KAI ingin setiap perjalanan memberi manfaat bagi masyarakat. Ada keluarga yang saling bertemu, pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan, pekerja yang menjaga produktivitas, wisatawan yang menghidupkan destinasi daerah, serta pelaku usaha yang menjalankan aktivitas ekonominya," ujarnya.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal, memantau jadwal secara berkala, serta membeli tiket melalui kanal resmi guna memperoleh pilihan perjalanan yang sesuai kebutuhan.
Fakta Menarik Kinerja KAI Januari–Mei 2026
- Total pelanggan: 24.372.733 orang
- Pertumbuhan dibanding 2025: 9,9 persen
- Pelanggan Daop 9 Jember: 1.420.355 orang
- Pelanggan KA Jayakarta: 305.542 orang
- Pertumbuhan pelanggan Mei 2026: 15,6 persen
- Rata-rata pelanggan harian Mei 2026: 166.268 orang
Anne menegaskan KAI akan terus menjaga kereta api sebagai transportasi publik yang aman, nyaman, terjadwal, dan relevan bagi kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi indikator bahwa layanan kereta api masih menjadi tulang punggung konektivitas antardaerah di Indonesia, termasuk bagi masyarakat Banyuwangi dan kawasan tapal kuda Jawa Timur.
Editor : Lugas Rumpakaadi