Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Libur Tahun Baru Islam Picu Lonjakan Penumpang Kereta Api, Okupansi KAI Daop 2 Bandung Tembus 122 Persen

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:42 WIB
Libur panjang Tahun Baru Islam 1448 Hijriah memicu lonjakan penumpang kereta api di Daop 2 Bandung. (Antara)
Libur panjang Tahun Baru Islam 1448 Hijriah memicu lonjakan penumpang kereta api di Daop 2 Bandung. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Libur panjang akhir pekan yang berlanjut dengan libur nasional Tahun Baru Islam 1448 Hijriah mendorong lonjakan perjalanan kereta api di wilayah Jawa Barat.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat lebih dari 77 ribu pelanggan menggunakan layanan kereta api selama lima hari periode liburan, dengan tingkat okupansi mencapai 122 persen.

Tingginya angka tersebut menunjukkan kereta api masih menjadi moda transportasi pilihan masyarakat untuk bepergian antarkota saat musim liburan.

Selain menawarkan kenyamanan, kereta api juga dinilai memberikan kepastian waktu perjalanan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, hingga Selasa (16/6/2026) siang, sebanyak 13.222 pelanggan tercatat menggunakan kereta api dengan keberangkatan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung.

Berdasarkan data KAI, jumlah pelanggan yang berangkat dari wilayah Daop 2 Bandung selama periode Jumat (12/6/2026) hingga Selasa (16/6/2026) mencapai 77.907 orang.

Angka tersebut melampaui kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 63.875 kursi.

Meski demikian, tingkat okupansi yang melampaui 100 persen tidak berarti seluruh rangkaian kereta mengalami kelebihan kapasitas.

Kondisi itu terjadi karena adanya pola perjalanan penumpang yang naik dan turun di sejumlah stasiun antara.

“Tingginya okupansi dimungkinkan karena adanya pola perjalanan pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun antara. Satu tempat duduk dapat dimanfaatkan lebih dari satu pelanggan dalam relasi perjalanan yang berbeda,” ujar Kuswardojo, dikutip Antara.

Dengan sistem tersebut, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan dalam satu perjalanan kereta, sehingga tingkat okupansi secara kumulatif dapat melebihi jumlah kursi yang tersedia.

Lonjakan mobilitas penumpang paling banyak tercatat di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong.

Kedua stasiun tersebut masih menjadi simpul utama keberangkatan maupun kedatangan pelanggan selama masa libur panjang.

Hingga Selasa siang, sebanyak 4.849 pelanggan berangkat dari Stasiun Bandung.

Sementara itu, Stasiun Kiaracondong melayani keberangkatan 2.359 pelanggan.

Secara kumulatif selama periode liburan, jumlah pelanggan yang berangkat dari Stasiun Bandung mencapai 26.804 orang.

Sedangkan Stasiun Kiaracondong melayani keberangkatan 13.827 pelanggan.

Tak hanya menjadi titik keberangkatan utama, kedua stasiun tersebut juga menjadi tujuan kedatangan favorit masyarakat yang berkunjung ke Kota Bandung dan wilayah sekitarnya.

KAI mencatat sebanyak 28.682 pelanggan tiba di Stasiun Bandung selama periode libur panjang.

Adapun jumlah pelanggan yang turun di Stasiun Kiaracondong mencapai 14.051 orang.

Tingginya jumlah pelanggan selama libur panjang menunjukkan tren penggunaan transportasi kereta api yang tetap kuat di kalangan masyarakat.

Momentum liburan keagamaan dan akhir pekan panjang menjadi faktor pendorong meningkatnya perjalanan antarkota, baik untuk keperluan wisata, silaturahmi, maupun kunjungan keluarga.

KAI Daop 2 Bandung memastikan layanan operasional tetap berjalan optimal untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Tahun Baru Islam 1448 Hijriah #stasiun bandung #KAI Daop 2 Bandung #penumpang kereta api #Libur Panjang