Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penumpang Stasiun Ngunut Naik 11,73 Persen, Kereta Api Kian Jadi Andalan Warga Tulungagung

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 16 Juni 2026 | 12:29 WIB
Stasiun Ngunut mencatat hampir 10 ribu pergerakan penumpang selama Januari–Mei 2026. (Antara)
Stasiun Ngunut mencatat hampir 10 ribu pergerakan penumpang selama Januari–Mei 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Kereta api masih menjadi moda transportasi andalan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Tulungagung.

Hal itu terlihat dari peningkatan jumlah pengguna layanan di Stasiun Ngunut yang mencapai hampir 10 ribu pergerakan penumpang selama lima bulan pertama tahun 2026.

Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan, total pelanggan naik dan turun di Stasiun Ngunut sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 9.735 orang.

Jumlah tersebut meningkat 11,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 8.713 pelanggan.

Kenaikan ini menegaskan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai bekerja, bersekolah, berdagang, mengakses layanan kesehatan, hingga melakukan perjalanan antarkota.

Stasiun Ngunut yang berada di Kelurahan Ngunut, Kecamatan Ngunut, merupakan stasiun kelas II di wilayah KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun.

Stasiun ini melayani perjalanan menuju Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Surabaya, hingga Jakarta.

Berdasarkan data KAI, jumlah pelanggan yang berangkat dari Stasiun Ngunut selama Januari–Mei 2026 mencapai 5.248 orang.

Angka tersebut meningkat 12,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 4.666 pelanggan.

Sementara itu, pelanggan yang turun di stasiun tersebut mencapai 4.487 orang atau tumbuh 10,87 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang berjumlah 4.047 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan kereta api masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat daerah.

“Stasiun Ngunut memperlihatkan bagaimana kereta api tetap menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat daerah. Kehadirannya membantu warga menjangkau pusat pendidikan, tempat kerja, pasar, layanan kesehatan, dan kota-kota lain dengan perjalanan yang lebih terjadwal dan terjangkau,” ujarnya, dikutip Antara.

Secara historis, Stasiun Ngunut merupakan bagian dari pengembangan jaringan kereta api lintas Blitar–Tulungagung–Kediri yang menghubungkan kawasan permukiman, perdagangan, dan sentra ekonomi di Jawa Timur bagian selatan.

Peran stasiun semakin penting karena Kecamatan Ngunut merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas ekonomi terbesar di sisi timur Tulungagung.

Berdasarkan publikasi BPS Kecamatan Ngunut Dalam Angka 2025, wilayah ini terdiri atas 18 desa dan kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 85 ribu jiwa.

Kepadatan penduduk yang tinggi, aktivitas perdagangan yang dinamis, serta keberadaan berbagai fasilitas pendidikan dan kesehatan membuat kebutuhan transportasi publik di kawasan tersebut tetap terjaga.

Lokasi stasiun yang berada tidak jauh dari pusat perdagangan, kawasan pertokoan, layanan perbankan, fasilitas kesehatan, serta pusat aktivitas masyarakat menjadikan kereta api bagian penting dari mobilitas harian warga.

Selain perdagangan, perekonomian Ngunut juga ditopang sektor pertanian, usaha mikro dan kecil, industri rumah tangga, serta berbagai sentra produksi masyarakat.

Konektivitas kereta api membantu warga menjangkau pusat ekonomi regional tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.

Bagi banyak warga, stasiun bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang kereta api.

Kehadirannya menjadi akses menuju berbagai peluang, baik di bidang pendidikan, pekerjaan maupun usaha.

Pelajar dan mahasiswa memanfaatkan layanan kereta untuk menjangkau pusat pendidikan di kota lain.

Para pekerja menggunakan transportasi rel karena jadwalnya lebih pasti, sementara pelaku usaha dan pedagang memanfaatkannya untuk mendukung aktivitas ekonomi antardaerah.

Menurut Anne, keberadaan stasiun daerah memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar layanan transportasi.

“Bagi masyarakat Ngunut, stasiun adalah akses menuju kesempatan yang lebih luas. Dari stasiun ini, warga dapat berangkat bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan aktivitas perdagangan, dan menjaga hubungan keluarga antarkota. Karena itu, KAI terus menjaga layanan di stasiun-stasiun daerah agar manfaat kereta api semakin dirasakan masyarakat,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, Stasiun Ngunut melayani sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh maupun lokal.

Pada layanan kereta api jarak jauh, pelanggan dapat menggunakan KA Brantas, KA Singasari, dan KA Matarmaja.

Sementara untuk perjalanan lokal di Jawa Timur tersedia layanan Commuter Line Dhoho dan Commuter Line Penataran.

Keberadaan layanan tersebut memberi pilihan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat yang bepergian menuju berbagai kota di Jawa Timur maupun luar provinsi.

Selain mendukung mobilitas harian, akses kereta api juga membuka peluang pengembangan sektor pariwisata di kawasan Tulungagung bagian timur.

Stasiun Ngunut dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang ingin mengunjungi destinasi seperti Ranu Gumbolo dan Puncak Jowin.

Kawasan kuliner di sekitar Pasar Ngunut juga menjadi salah satu tujuan yang mudah dijangkau dari stasiun.

Stasiun Ngunut tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pariwisata masyarakat Tulungagung serta daerah sekitarnya.

Fakta Singkat Stasiun Ngunut

FAQ

Berapa jumlah penumpang Stasiun Ngunut pada Januari–Mei 2026?

Sebanyak 9.735 pelanggan naik dan turun tercatat menggunakan layanan Stasiun Ngunut selama Januari–Mei 2026.

Kereta apa saja yang berhenti di Stasiun Ngunut?

Stasiun Ngunut melayani KA Brantas, KA Singasari, KA Matarmaja, Commuter Line Dhoho, dan Commuter Line Penataran.

Mengapa Stasiun Ngunut penting bagi masyarakat?

Karena menjadi akses transportasi untuk bekerja, sekolah, berdagang, mengakses layanan publik, hingga melakukan perjalanan antarkota dengan biaya yang relatif terjangkau dan jadwal yang teratur.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Transportasi Publik Jawa Timur #Stasiun Ngunut #Kereta Api Tulungagung #Commuter Line Dhoho #kai daop 7 madiun