RADARBANYUWANGI.ID – Kabar baik bagi masyarakat Lampung dan Sumatera Selatan yang rutin menggunakan Kereta Api (KA) Rajabasa.
Mulai Sabtu, 4 Juli 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) meningkatkan kenyamanan perjalanan dengan menghadirkan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi pada layanan KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang pulang pergi (PP).
Menariknya, peningkatan fasilitas tersebut tidak diikuti kenaikan tarif.
Penumpang tetap dapat menikmati perjalanan terjauh antara Kertapati dan Tanjungkarang dengan tarif Rp32.000 per orang.
Langkah ini dilakukan KAI sebagai respons atas tingginya minat masyarakat serta berbagai masukan pelanggan yang selama ini mengandalkan KA Rajabasa sebagai moda transportasi antardaerah di Lampung dan Sumatera Selatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan secara bertahap sesuai kebutuhan pelanggan.
“KAI mendengarkan masukan pelanggan KA Rajabasa. Kami memahami harapan masyarakat terhadap perjalanan yang lebih nyaman, terjangkau, dan tetap andal. Karena itu, peningkatan layanan dilakukan secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan pelanggan dengan baik,” ujarnya, Selasa (16/6/2026), dikutip Antara.
Kereta Ekonomi Premium Modifikasi akan menggantikan sarana Kereta Ekonomi Tegak Lurus yang selama ini digunakan KA Rajabasa.
Dengan formasi delapan kereta ekonomi premium modifikasi, KA Rajabasa menyediakan 640 tempat duduk dalam satu perjalanan.
Meski jumlah kursi berkurang dibanding kapasitas sebelumnya, penumpang memperoleh kenyamanan yang jauh lebih baik untuk perjalanan jarak jauh.
Fasilitas yang tersedia antara lain kursi individu (individual seat), sandaran tangan (arm rest), kursi yang dapat direbahkan (reclining seat), pendingin udara sentral (AC central), stop kontak, serta konfigurasi tempat duduk yang lebih lapang.
Perubahan tersebut menjadi peningkatan signifikan bagi pelanggan yang selama ini menggunakan kursi tegak lurus khas kereta ekonomi generasi lama.
Kehadiran kursi yang lebih ergonomis diharapkan membuat perjalanan sepanjang ratusan kilometer terasa lebih nyaman.
Peningkatan layanan dilakukan di tengah tingginya pertumbuhan jumlah pengguna KA Rajabasa.
Sepanjang 2025, kereta api bersubsidi tersebut melayani 686.788 pelanggan.
Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang mencapai 388.190 orang.
Angka tersebut meningkat 38,29 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 280.719 pelanggan.
Dengan demikian, terdapat tambahan 107.471 pelanggan hanya dalam lima bulan pertama 2026.
Sebelumnya, KAI juga telah menambah rangkaian KA Rajabasa dari lima kereta menjadi delapan kereta dalam satu perjalanan.
Saat masih menggunakan sarana ekonomi tegak lurus, kebijakan itu meningkatkan kapasitas dari 530 menjadi 848 tempat duduk atau naik sekitar 60 persen.
Pertumbuhan jumlah penumpang menunjukkan bahwa KA Rajabasa masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai bekerja, bersekolah, kuliah, berobat, berdagang, hingga berwisata.
KA Rajabasa merupakan layanan Public Service Obligation (PSO) yang mendapat dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Bagi banyak masyarakat, tarif Rp32.000 untuk perjalanan sejauh hampir 400 kilometer menjadi solusi transportasi yang ekonomis.
Biaya perjalanan yang terjangkau memungkinkan masyarakat mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, kebutuhan keluarga, maupun modal usaha.
Anne mengatakan peningkatan kenyamanan diarahkan agar layanan PSO semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Bagi pelanggan, perjalanan dengan tarif Rp32.000 untuk jarak terjauh sangat berarti. Karena itu, peningkatan kenyamanan KA Rajabasa diarahkan agar layanan ini semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain mendukung mobilitas harian, layanan tersebut juga memudahkan masyarakat untuk bersilaturahmi, mengakses pendidikan, memperoleh layanan kesehatan, menjalankan aktivitas ekonomi, hingga berwisata bersama keluarga.
KA Rajabasa melayani perjalanan sejauh 389 kilometer dan menjadi salah satu kereta api penumpang reguler dengan lintasan panjang di Pulau Sumatra.
Kereta ini menghubungkan Stasiun Kertapati di Palembang dengan Stasiun Tanjungkarang di Bandar Lampung.
Dalam perjalanannya, KA Rajabasa melayani sejumlah stasiun pemberhentian, yakni Kertapati, Lembak, Prabumulih, Peninjawan, Tigagajah, Baturaja, Martapura, Way Tuba, Blambangan Umpu, Tulang Buyut, Negara Ratu, Ketapang, Kotabumi, Sulusuban, Bekri, Tegineneng, Rejosari, Labuan Ratu, hingga Tanjungkarang.
Nama Rajabasa diambil dari Gunung Rajabasa yang berada di Provinsi Lampung.
Sejak lama, kereta ini dikenal sebagai penghubung penting antara Lampung dan Sumatera Selatan yang membantu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses transportasi publik yang terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat.
Peningkatan sarana yang mulai berlaku pada awal Juli 2026 menjadi langkah penting dalam modernisasi layanan KA Rajabasa.
Di tengah pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat, pembaruan fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat peran KA Rajabasa sebagai tulang punggung transportasi publik antardaerah di Sumatra bagian selatan.
FAQ
Kapan KA Rajabasa menggunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi?
Mulai 4 Juli 2026.
Berapa tarif KA Rajabasa untuk rute terjauh?
Tarif Kertapati–Tanjungkarang maupun sebaliknya tetap Rp32.000.
Apa saja fasilitas baru yang tersedia?
Penumpang dapat menikmati reclining seat, arm rest, AC sentral, stop kontak, serta kursi individu yang lebih nyaman.
Berapa jumlah penumpang KA Rajabasa pada Januari–Mei 2026?
Sebanyak 388.190 pelanggan atau meningkat 38,29 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi