Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rampung 2029, MRT Jakarta ke Kota Tua Diharapkan Perkenalkan Kuliner, Sejarah, dan Komunitas Lokal

Lugas Rumpakaadi • Senin, 15 Juni 2026 | 12:23 WIB
Proyek MRT Jakarta rute Lebak Bulus-Kota diharapkan menjadi sarana promosi sejarah, budaya, dan komunitas lokal Glodok serta Kota Tua. (Pexels/Noval Gani)
Proyek MRT Jakarta rute Lebak Bulus-Kota diharapkan menjadi sarana promosi sejarah, budaya, dan komunitas lokal Glodok serta Kota Tua. (Pexels/Noval Gani)

RADARBANYUWANGI.ID – Pengembangan MRT Jakarta rute Lebak Bulus-Kota diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi massal, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan kehidupan komunitas lokal di kawasan Glodok dan Kota Tua.

Harapan tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk Uncovering Glodok yang digelar di Kota Tua Jakarta, Minggu. Para pegiat komunitas dan pemerhati sejarah menilai kehadiran MRT dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat identitas kawasan yang memiliki nilai historis tinggi tersebut.

Kontributor komunitas Gang-gangan, Gregorius Jasson, mengatakan stasiun dan fasilitas MRT berpotensi dimanfaatkan sebagai ruang informasi publik. Melalui berbagai media informasi, penumpang dapat memperoleh pengetahuan mengenai sejarah kawasan, agenda budaya, hingga komunitas yang aktif di sekitar lokasi stasiun.

Menurutnya, pengalaman menggunakan transportasi publik seharusnya tidak hanya sebatas perjalanan dari satu titik ke titik lain. Kehadiran informasi yang menarik dapat mendorong masyarakat untuk mengeksplorasi kawasan yang mereka kunjungi.

Jasson mencontohkan sejumlah kota di luar negeri yang telah memanfaatkan area transit sebagai sarana memperkenalkan identitas wilayah. Di Malaysia, misalnya, informasi mengenai sejarah kawasan pecinan disajikan melalui berbagai instalasi yang ditempatkan di ruang publik maupun jaringan transportasi.

“Diharapkan MRT ini tidak hanya sekadar transit buat turun naik penumpang, tetapi juga memperkenalkan kawasannya ini ada apa saja dan juga komunitas-komunitas lokalnya,” ujarnya, dikutip Antara.

Ia menambahkan, pengenalan komunitas lokal melalui fasilitas transportasi publik dapat menciptakan interaksi yang lebih dekat antara masyarakat dengan lingkungan yang dikunjungi. Dengan demikian, penumpang memperoleh pengalaman yang lebih bermakna saat menggunakan MRT.

Sementara itu, Pendiri Yayasan Kota Tua Jakarta, Dodi Riadi Darwis, menilai upaya memperkenalkan budaya lokal menjadi penting mengingat Glodok dan Kota Tua merupakan kawasan yang memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Jakarta.

Menurut Dodi, kawasan tersebut menyimpan beragam warisan budaya yang masih bertahan hingga sekarang. Mulai dari tradisi masyarakat Tionghoa, ragam kuliner legendaris, hingga bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan ibu kota dari masa ke masa.

Ia menyoroti kekayaan kuliner khas yang telah menjadi identitas Kota Tua dan Glodok, seperti kopi es Tak Kie, kue keranjang, serta kue mangkok yang masih diminati masyarakat hingga kini.

Dalam diskusi tersebut, para peserta sepakat bahwa peningkatan akses transportasi menuju kawasan bersejarah perlu diiringi dengan penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Karena itu, pengembangan MRT Jakarta menuju Kota, Glodok, dan Kota Tua diharapkan mampu menghadirkan fungsi yang lebih luas, tidak hanya sebagai moda transportasi modern, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang memperkenalkan sejarah dan kearifan lokal Jakarta kepada masyarakat.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memprioritaskan penyelesaian proyek MRT Jakarta rute Lebak Bulus-Kota. Proyek tersebut ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada awal 2029. Dengan dukungan berbagai pihak, kehadiran MRT diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus menjaga warisan budaya yang menjadi identitas kawasan bersejarah Jakarta.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kota Tua Jakarta #Budaya Jakarta #transportasi publik #mrt jakarta #glodok