Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penumpang Kereta Api Dharmawangsa Tembus 180 Ribu, Warga Pantura Makin Mudah Bepergian dari Jakarta hingga Surabaya

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 14 Juni 2026 | 21:04 WIB
Penumpang KA Dharmawangsa mencapai 180.784 orang sepanjang Januari-Mei 2026. (Antara)
Penumpang KA Dharmawangsa mencapai 180.784 orang sepanjang Januari-Mei 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Mobilitas masyarakat di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa terus menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya jumlah pengguna KA Dharmawangsa relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi yang sepanjang Januari hingga Mei 2026 telah melayani 180.784 pelanggan.

Jumlah tersebut naik 5,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 170.760 pelanggan. Kenaikan itu menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak jauh karena menawarkan kenyamanan, ketepatan waktu, serta konektivitas antarkota yang semakin baik.

Bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya yang bepergian melalui Surabaya, KA Dharmawangsa menjadi salah satu moda transportasi penting yang menghubungkan berbagai daerah di jalur utara Jawa dengan Jakarta. Kereta ini melayani sejumlah kota strategis seperti Bekasi, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Lamongan hingga Surabaya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan KA Dharmawangsa terus menjadi pilihan masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai urusan pekerjaan, pendidikan, keluarga hingga wisata.

"KA Dharmawangsa memberikan pilihan perjalanan yang nyaman di lintas utara Jawa. Layanan ini menghubungkan banyak daerah penting dan mendukung mobilitas pelanggan untuk perjalanan keluarga, pekerjaan, pendidikan maupun wisata," ujarnya, dikutip Antara.

Penumpang Tembus 180 Ribu Orang

Peningkatan jumlah pelanggan KA Dharmawangsa sejalan dengan tren penggunaan kereta api jarak jauh yang terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Modernisasi sarana, peningkatan kenyamanan, serta jadwal perjalanan yang terukur menjadi faktor yang mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi berbasis rel.

Untuk menunjang kenyamanan pelanggan, KA Dharmawangsa menghadirkan layanan kelas Eksekutif dan Ekonomi New Generation Modifikasi.

Pada kelas Eksekutif tersedia 50 tempat duduk dengan konfigurasi 2-2 searah perjalanan. Kursi dilengkapi sandaran yang dapat direbahkan, diputar sesuai arah perjalanan, sandaran tangan yang dapat disesuaikan, serta pijakan kaki untuk mendukung kenyamanan selama perjalanan jarak jauh.

Sementara itu, kelas Ekonomi menggunakan rangkaian Ekonomi New Generation Modifikasi hasil pengembangan Balai Yasa Manggarai. Setiap kereta memiliki 72 kursi model captain seat dengan konfigurasi 2-2 searah perjalanan. Penumpang juga mendapatkan ruang kabin yang lebih lega, pendingin udara sentral, sandaran tangan, serta kursi yang dapat direbahkan.

"Ekonomi New Generation Modifikasi merupakan bagian dari peningkatan layanan KAI agar pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih baik. Rangkaian ini merupakan hasil pengembangan internal melalui Balai Yasa Manggarai," kata Anne.

Pegaden Baru Jadi Simpul Mobilitas Warga Subang

Selain melayani perjalanan antarkota besar, KA Dharmawangsa juga berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Kabupaten Subang melalui Stasiun Pegaden Baru.

Stasiun yang berada di Kecamatan Pagaden tersebut menjadi akses utama kereta api jarak jauh bagi masyarakat Subang. Melalui stasiun ini, warga dapat bepergian langsung menuju Jakarta, Cirebon, Semarang hingga Surabaya tanpa harus berangkat dari kota lain.

Data KAI menunjukkan jumlah pelanggan yang naik di Stasiun Pegaden Baru selama Januari-Mei 2026 mencapai 26.369 orang atau meningkat 9,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 24.169 orang.

Sementara pelanggan yang turun mencapai 26.616 orang, meningkat 10,66 persen dibandingkan Januari-Mei 2025 yang tercatat 24.053 orang.

Secara total, aktivitas naik dan turun penumpang mencapai 52.985 pelanggan. Angka tersebut tumbuh 9,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 48.222 pelanggan.

Pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa Pegaden Baru semakin dibutuhkan sebagai simpul perjalanan masyarakat. Tidak hanya untuk bepergian ke luar daerah, tetapi juga sebagai pintu masuk kedatangan penumpang dari berbagai kota di Pulau Jawa.

"Pegaden Baru menjadi akses penting bagi masyarakat Subang. Pertumbuhan pelanggan naik dan turun memperlihatkan bahwa layanan kereta api semakin relevan untuk mobilitas warga, terutama perjalanan jarak jauh yang lebih efisien, terjadwal dan terhubung dengan banyak kota," ujar Anne.

Buka Akses Wisata dan Ekonomi

Kabupaten Subang memiliki karakter wilayah yang unik, mulai dari kawasan pesisir Pantura, pusat pemerintahan di wilayah tengah hingga kawasan pegunungan di bagian selatan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan mobilitas masyarakat sangat beragam, mulai perjalanan bisnis, pendidikan, perdagangan, hingga wisata.

Keberadaan Stasiun Pegaden Baru ikut mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah. Dari stasiun tersebut, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi populer seperti kawasan wisata air panas Ciater, perkebunan teh, agrowisata, wisata alam pegunungan, hingga kawasan pesisir utara dan Pelabuhan Patimban.

Di sisi lain, konektivitas yang semakin baik juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi karena mempermudah arus manusia, barang, serta aktivitas usaha antardaerah.

Jadwal KA Dharmawangsa

Untuk perjalanan relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen, KA Dharmawangsa berangkat dari Surabaya pukul 23.00 WIB dan tiba di Jakarta pada pukul 09.20 WIB.

Kereta ini singgah di sejumlah stasiun, yakni Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, Ngrombo, Semarang Poncol, Weleri, Pekalongan, Tegal, Brebes, Tanjung, Babakan, Cirebon Prujakan, Haurgeulis, Pegaden Baru, Bekasi, Jatinegara, hingga Pasar Senen.

Di Stasiun Pegaden Baru, KA Dharmawangsa tiba pukul 07.37 WIB dan kembali berangkat pada pukul 07.39 WIB.

Anne menegaskan, kehadiran KA Dharmawangsa tidak hanya memudahkan perjalanan masyarakat, tetapi juga memperluas akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, lapangan pekerjaan, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

"Melalui Stasiun Pegaden Baru, KA Dharmawangsa memberi akses langsung bagi masyarakat Subang menuju Jakarta, Cirebon, Semarang hingga Surabaya tanpa harus berangkat dari kota lain. Konektivitas ini membuka ruang yang lebih luas bagi warga untuk menjangkau pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan dan kegiatan ekonomi. KAI ingin kehadiran kereta api membuat jarak antardaerah semakin mudah ditempuh," pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KA Dharmawangsa #Kereta Jakarta Surabaya #kereta ekonomi new generation #Stasiun Pegaden Baru #KAI