Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penumpang Tembus 44 Juta, Kereta Api Parahyangan Jadi Primadona Perjalanan Jakarta–Bandung

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:58 WIB
Mobilitas Jakarta–Bandung terus meningkat. (Antara)
Mobilitas Jakarta–Bandung terus meningkat. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api di lintas Jakarta–Bandung terus meningkat. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, total pelanggan layanan berbasis rel yang mendukung mobilitas di koridor tersebut mencapai 44.049.159 perjalanan atau tumbuh 8,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 40.709.534 perjalanan.

Peningkatan tersebut menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan bisnis, pendidikan, wisata, maupun kunjungan keluarga. Selain menawarkan kepastian waktu tempuh, transportasi berbasis rel juga didukung semakin banyak pilihan layanan yang menghubungkan Jakarta, Bandung, Garut, Priangan Timur, hingga Purwokerto.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, perkembangan mobilitas masyarakat mendorong perusahaan menghadirkan berbagai alternatif perjalanan sesuai kebutuhan pelanggan.

“Mobilitas Jakarta–Bandung terus berkembang. Karena itu, KAI menghadirkan berbagai pilihan layanan agar pelanggan dapat menyesuaikan perjalanan dengan kebutuhan,” ujarnya, dikutip Antara.

Penumpang KA Parahyangan Melonjak 38 Persen

Di antara berbagai layanan yang tersedia, KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung pulang-pergi menjadi salah satu pilihan utama masyarakat. Kereta ini melayani perjalanan langsung antara dua kota besar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.

Selama Januari–Mei 2026, KA Parahyangan melayani 475.072 pelanggan. Jumlah tersebut melonjak 38,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 342.837 pelanggan.

Kenaikan signifikan ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perjalanan langsung Jakarta–Bandung tanpa harus melakukan transit.

Banyak Pilihan Menuju Bandung dan Garut

Selain KA Parahyangan, pelanggan memiliki sejumlah alternatif perjalanan lainnya.

KA Papandayan relasi Gambir–Garut yang berhenti di Stasiun Bandung mencatat 180.640 pelanggan selama lima bulan pertama 2026 atau meningkat 18,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, KA Cikuray relasi Pasarsenen–Garut melayani 266.993 pelanggan atau naik 7,13 persen. Layanan ini menjadi pilihan masyarakat yang menginginkan perjalanan antarkota dengan tarif yang relatif terjangkau.

Bagi pelanggan yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Garut, kedua layanan tersebut menjadi opsi yang banyak dimanfaatkan karena terhubung langsung dengan sejumlah stasiun di wilayah Bandung dan Garut.

KA Pangandaran Perkuat Akses Priangan Timur

Untuk masyarakat yang bepergian menuju Tasikmalaya, Ciamis, maupun Banjar, KA Pangandaran relasi Gambir–Banjar tetap menjadi alternatif penting.

Kereta yang juga berhenti di Stasiun Bandung ini melayani 146.160 pelanggan pada Januari–Mei 2026. Meski mengalami koreksi sebesar 10,52 persen dibandingkan tahun lalu, layanan tersebut tetap berperan dalam memperkuat konektivitas Jakarta, Bandung, dan wilayah Priangan Timur.

Keberadaan layanan ini dinilai penting karena menghubungkan pusat-pusat aktivitas ekonomi dan pendidikan di Jawa Barat bagian timur.

Serayu Jadi Andalan Menuju Kiaracondong dan Cimahi

Pilihan lainnya adalah KA Serayu relasi Pasarsenen–Purwokerto pulang-pergi.

Meski tidak berhenti di Stasiun Bandung, layanan ini tetap diminati masyarakat yang menuju kawasan Bandung Raya melalui Stasiun Kiaracondong dan Cimahi.

Sepanjang Januari–Mei 2026, KA Serayu melayani 568.759 pelanggan atau meningkat 3,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jumlah tersebut menjadikan KA Serayu sebagai salah satu layanan jarak jauh dengan volume pelanggan terbesar di koridor Jakarta dan Jawa Barat.

Commuter Line hingga KA Lokal Ikut Tumbuh

Pertumbuhan mobilitas tidak hanya terjadi pada kereta api jarak jauh.

Commuter Line Cikarang yang menjadi tulang punggung perjalanan harian masyarakat Jabodetabek mencatat 36.294.605 pelanggan selama Januari–Mei 2026. Angka ini meningkat 8,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari Cikarang, masyarakat dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KA Walahar menuju Purwakarta maupun KA Jatiluhur menuju Cikampek.

KA Walahar melayani 1.807.649 pelanggan atau naik 7,85 persen. Sedangkan KA Jatiluhur mencatat pertumbuhan tertinggi di segmen lokal dengan 575.808 pelanggan atau meningkat 28,20 persen dibandingkan tahun lalu.

Setelah tiba di wilayah Bandung Raya, pelanggan juga dapat memanfaatkan layanan lokal Cibatuan dan Garut Cibatuan yang menghubungkan sejumlah stasiun di Bandung Raya hingga Garut.

Layanan lokal tersebut melayani 1.317.737 pelanggan atau meningkat 7,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Whoosh Tetap Jadi Alternatif Cepat

Di tengah beragam pilihan perjalanan berbasis rel, kereta cepat Whoosh tetap menjadi salah satu moda favorit masyarakat yang mengutamakan kecepatan perjalanan.

Selama Januari–Mei 2026, Whoosh melayani 2.415.736 pelanggan atau meningkat 1,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kehadiran Whoosh semakin melengkapi ekosistem transportasi Jakarta–Bandung, sehingga masyarakat dapat memilih layanan berdasarkan waktu tempuh, tarif, maupun tujuan akhir perjalanan.

Data Singkat Mobilitas Rel Jakarta–Bandung Januari–Mei 2026

Anne menambahkan, setiap layanan memiliki karakteristik dan segmen pelanggan yang berbeda. Karena itu, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan perjalanan sesuai kebutuhan, baik menuju Bandung, Garut, Priangan Timur, Purwokerto, maupun berbagai kota lain di Jawa Barat.

KAI juga mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan lebih awal, memastikan stasiun keberangkatan dan tujuan sesuai kebutuhan, serta memeriksa jadwal melalui kanal resmi sebelum melakukan pemesanan tiket.

Bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan langsung menuju Stasiun Bandung, KA Parahyangan tetap menjadi pilihan utama. Sementara pelanggan yang akan melanjutkan perjalanan ke Garut dapat memanfaatkan KA Papandayan dan KA Cikuray, sedangkan KA Pangandaran menjadi opsi bagi penumpang tujuan Priangan Timur.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KAI Jakarta Bandung #jawa barat #ka parahyangan #transportasi kereta api #WHOOSH