Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jembatan Mrawan Berusia 124 Tahun, Jalur Kereta Api Ikonik yang Diapit Dua Terowongan Legendaris

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:46 WIB
Jembatan Mrawan di Jember menjadi jembatan kereta api terpanjang di Daop 9 Jember. (KAI)
Jembatan Mrawan di Jember menjadi jembatan kereta api terpanjang di Daop 9 Jember. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID – Tidak banyak jembatan kereta api di Indonesia yang memiliki karakteristik seperti Jembatan Mrawan. Selain menjadi jembatan kereta api terpanjang di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, infrastruktur bersejarah ini juga berada di antara dua terowongan legendaris yang hingga kini masih aktif dilalui kereta api.

Berdiri di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jembatan Mrawan telah menjadi bagian penting jalur kereta api yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi selama lebih dari satu abad. Hingga sekarang, jembatan tersebut tetap menjadi jalur vital bagi perjalanan kereta api penumpang maupun angkutan logistik di wilayah timur Pulau Jawa.

Keberadaan Jembatan Mrawan tidak hanya memiliki nilai strategis bagi operasional perkeretaapian, tetapi juga menjadi salah satu ikon yang menarik perhatian pecinta kereta api, fotografer, hingga wisatawan yang tertarik pada sejarah transportasi Indonesia.

Diapit Dua Terowongan Bersejarah

Salah satu keunikan utama Jembatan Mrawan adalah lokasinya yang berada di antara Terowongan Mrawan dan Terowongan Garahan. Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena jarang ditemukan pada jalur kereta api lainnya.

Tidak hanya itu, karakteristik jembatan ini juga berbeda dibandingkan kebanyakan jembatan kereta api yang membentang di atas sungai. Di bawah Jembatan Mrawan justru terdapat permukiman warga, fasilitas pendidikan, hingga kawasan industri pengolahan kopi dan karet milik PT Perkebunan Nusantara XII.

Kondisi tersebut menjadikan kawasan Mrawan sebagai salah satu lokasi favorit bagi penggemar fotografi kereta api. Momen saat rangkaian kereta melintas di atas jembatan dengan latar perbukitan dan perkebunan sering menjadi objek buruan para pemburu foto.

Dibangun pada Era Hindia Belanda

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menjelaskan bahwa Jembatan Mrawan merupakan salah satu aset infrastruktur bersejarah yang masih berfungsi optimal hingga saat ini.

Menurut Cahyo, jembatan tersebut memiliki panjang mencapai 178 meter dengan ketinggian sekitar 60 meter. Infrastruktur itu dibangun pada tahun 1901 hingga 1902 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS), bersamaan dengan pembangunan Terowongan Mrawan dan Terowongan Gumitir.

"Jembatan Mrawan merupakan jembatan kereta api terpanjang di wilayah Daop 9 Jember. Hingga saat ini jembatan tersebut tetap menjadi jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi," ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Memasuki tahun 2026, usia Jembatan Mrawan telah mencapai sekitar 124 tahun. Meski demikian, konstruksi bersejarah tersebut masih menjadi bagian penting jaringan transportasi kereta api nasional.

Lima Fakta Menarik Jembatan Mrawan

Ada sejumlah fakta yang membuat Jembatan Mrawan berbeda dari jembatan kereta api lainnya.

  1. Jembatan kereta api terpanjang di Daop 9 Jember Dengan panjang sekitar 178 meter, Jembatan Mrawan menjadi yang terpanjang di wilayah operasional Daop 9 Jember.
  2. Berusia lebih dari satu abad Jembatan ini dibangun pada periode 1901–1902 dan masih digunakan hingga sekarang.
  3. Diapit dua terowongan legendaris Posisinya berada di antara Terowongan Mrawan dan Terowongan Garahan yang menjadi bagian penting jalur kereta api kawasan Gumitir.
  4. Memiliki ketinggian sekitar 60 meter Ketinggian tersebut membuat panorama di sekitar jembatan terlihat sangat menarik dari atas kereta.
  5. Membentang di atas permukiman dan kawasan industri. Keunikan ini jarang ditemukan pada jembatan kereta api lain yang umumnya melintasi sungai atau lembah.

Panorama Gumitir yang Memikat Penumpang

Selain memiliki nilai sejarah tinggi, Jembatan Mrawan juga menawarkan panorama alam yang memanjakan mata. Penumpang kereta yang melintas pada pagi hingga sore hari dapat menikmati hamparan hutan hijau serta perkebunan kopi dan karet khas kawasan Gumitir.

Pemandangan tersebut menjadi salah satu pengalaman menarik bagi pelanggan kereta api yang melakukan perjalanan dari Banyuwangi menuju Jember maupun sebaliknya. Saat cuaca cerah, bentang alam di sekitar jalur rel memberikan suasana perjalanan yang berbeda dibandingkan lintasan kereta lainnya di Jawa Timur.

Tidak sedikit penumpang yang sengaja mengabadikan momen ketika kereta melintasi kawasan Mrawan karena kombinasi antara warisan sejarah dan keindahan alam yang tersaji sepanjang perjalanan.

Perawatan Rutin Demi Keselamatan Perjalanan

Di balik usia Jembatan Mrawan yang telah melampaui satu abad, KAI Daop 9 Jember terus melakukan berbagai upaya pemeliharaan untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap aman dan andal.

Perawatan dilakukan secara berkala melalui inspeksi struktur jembatan, pemeriksaan rel, bantalan, sambungan, serta berbagai komponen pendukung lainnya. Seluruh proses tersebut dikerjakan oleh petugas teknis prasarana sesuai standar pemeliharaan yang berlaku.

Melalui pemantauan berkelanjutan, KAI memastikan Jembatan Mrawan tetap mampu mendukung kelancaran perjalanan kereta api yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi.

Keberadaan Jembatan Mrawan menjadi bukti bahwa warisan perkeretaapian Indonesia tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga masih berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat hingga saat ini. Dengan perawatan yang konsisten, ikon jalur kereta api di kawasan Gumitir tersebut diharapkan terus melayani perjalanan kereta api secara aman, nyaman, dan andal untuk generasi mendatang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Jembatan Mrawan #Jalur Kereta Jember Banyuwangi #gumitir #Terowongan Mrawan #KAI Daop 9 Jember