Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mobilitas Masyarakat Meningkat, KAI Group Layani 214 Juta Penumpang hingga Mei 2026

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 12 Juni 2026 | 11:01 WIB
KAI Group melayani 214 juta penumpang sepanjang Januari–Mei 2026. (Antara)
KAI Group melayani 214 juta penumpang sepanjang Januari–Mei 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Group mengangkut 214.045.803 penumpang sepanjang Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat 7,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 199.663.907 penumpang. Kenaikan ini menjadi indikator semakin besarnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Meningkatnya penggunaan kereta api sejalan dengan tren perjalanan masyarakat Indonesia yang terus berkembang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,2 miliar perjalanan atau naik 17,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan aktivitas ekonomi, urbanisasi, serta meningkatnya perjalanan wisata mendorong kebutuhan sistem transportasi yang mampu menghubungkan kawasan permukiman, pusat bisnis, kawasan pendidikan, destinasi wisata, hingga bandar udara secara efisien dan berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pelanggan menunjukkan transportasi berbasis rel semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

“Kereta api menjadi bagian dari aktivitas masyarakat setiap hari. Ada yang menggunakannya untuk bekerja, belajar, berbisnis, berwisata, maupun mengakses layanan transportasi lainnya. Konektivitas yang terus berkembang membuat perjalanan menjadi lebih mudah, efisien, dan dapat diandalkan,” ujarnya, dikutip Antara.

Bagi masyarakat perkotaan, kereta api kini tidak lagi sekadar menjadi moda transportasi alternatif. Ketepatan waktu, kemudahan integrasi dengan moda lain, serta efisiensi biaya membuat semakin banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik berbasis rel.

KRL Masih Jadi Tulang Punggung

Kontributor terbesar jumlah pelanggan KAI Group masih berasal dari KAI Commuter. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan ini melayani 169.047.494 pelanggan atau meningkat 6,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 159.111.614 pelanggan.

Dengan volume tersebut, KAI Commuter menjadi salah satu sistem angkutan massal berbasis rel terbesar di Asia Tenggara. Setiap hari layanan ini menghubungkan kawasan hunian dengan pusat pekerjaan, pendidikan, perdagangan, dan layanan publik di wilayah metropolitan Jakarta serta kota-kota penyangganya.

Peran KRL semakin penting seiring berkembangnya kawasan permukiman di sekitar Jakarta yang memicu meningkatnya kebutuhan perjalanan komuter setiap hari.

Sementara itu, layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Jumlah pelanggan mencapai 24.372.733 orang atau naik 9,94 persen dibandingkan 22.168.570 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Arus perjalanan tersebut menghubungkan berbagai pusat ekonomi, kawasan industri, kota pendidikan, sentra perdagangan, hingga destinasi wisata di Pulau Jawa dan Sumatra. Konektivitas ini turut mendukung pergerakan tenaga kerja, aktivitas usaha, dan pertumbuhan sektor pariwisata domestik.

Bagi daerah tujuan wisata seperti Banyuwangi, peningkatan perjalanan kereta api berpotensi memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan nusantara. Kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

LRT dan Kereta Cepat Terus Bertumbuh

Pada layanan perkotaan modern, LRT Jabodebek mencatat peningkatan signifikan. Sepanjang lima bulan pertama 2026, jumlah pelanggan mencapai 13.211.856 orang atau meningkat 23,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran transportasi publik berbasis rel dalam mendukung mobilitas kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Integrasi dengan KRL, kereta api antarkota, layanan bus, hingga kawasan transit oriented development (TOD) memperluas jangkauan perjalanan masyarakat dalam satu ekosistem transportasi yang saling terhubung.

Pada segmen transportasi menuju bandar udara, KAI Bandara melayani 2.905.389 pelanggan atau naik 1,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Layanan KA Bandara YIA di Yogyakarta dan KA Srilelawangsa di Medan memberikan alternatif perjalanan yang lebih pasti dari sisi waktu tempuh menuju bandara.

Sementara itu, layanan kereta cepat Whoosh yang dioperasikan KCIC melayani 2.415.736 pelanggan atau tumbuh 1,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kehadiran kereta cepat memperkuat konektivitas antara Jakarta dan Bandung yang merupakan dua pusat aktivitas ekonomi utama di Indonesia. Waktu perjalanan yang lebih singkat mendukung mobilitas pelaku usaha, pekerja profesional, hingga wisatawan yang melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari.

Layanan di Indonesia Timur Makin Diminati

Perkembangan positif juga terlihat di wilayah timur Indonesia. KA Makassar–Parepare melayani 145.735 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026 atau meningkat 25,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya pemanfaatan layanan kereta api di Sulawesi Selatan. Kehadiran moda transportasi ini mendukung akses masyarakat menuju pusat ekonomi, kawasan pendidikan, layanan publik, dan destinasi wisata di sepanjang jalur operasional.

Sementara itu, LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan selama lima bulan pertama tahun ini. Sebagai sistem angkutan rel perkotaan pertama di Sumatra, layanan tersebut menghubungkan berbagai pusat aktivitas di Kota Palembang, mulai kawasan permukiman, pusat bisnis, perkantoran, perguruan tinggi, kompleks olahraga Jakabaring, hingga Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.

Konektivitas tersebut membantu masyarakat melakukan perjalanan dengan waktu tempuh yang lebih terukur di tengah meningkatnya aktivitas perkotaan.

Wisata Kereta Melesat

Segmen wisata menjadi layanan dengan pertumbuhan tertinggi di lingkungan KAI Group. KAI Wisata melayani 131.843 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026 atau melonjak 72,78 persen dibandingkan 76.309 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan tersebut sejalan dengan tren wisata domestik yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kereta api kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisata itu sendiri.

Berbagai layanan premium seperti Kereta Panoramic, Kereta Wisata, Kereta Istimewa, dan Compartment Suite semakin diminati karena menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda bagi pelanggan.

Tren ini membuka peluang bagi daerah wisata untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan melalui konektivitas kereta api yang semakin baik, termasuk destinasi unggulan di Jawa Timur seperti Banyuwangi.

Konektivitas Nasional Semakin Kuat

Anne menegaskan peningkatan jumlah pelanggan menunjukkan semakin luasnya peran transportasi rel dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan antarwilayah.

“KAI Group akan terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat integrasi antarmoda, dan menghadirkan konektivitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi serta mobilitas nasional secara berkelanjutan,” katanya.

Transportasi berbasis rel semakin menjadi tulang punggung konektivitas nasional. Tren tersebut diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya kebutuhan perjalanan masyarakat serta pengembangan integrasi antarmoda di berbagai daerah Indonesia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KAI Group 2026 #Mobilitas Masyarakat #Transportasi Kereta Api Indonesia #Konektivitas Nasional #penumpang kereta api