RADARBANYUWANGI.ID – Sebanyak 452 layang-layang beserta benangnya diamankan petugas di sekitar jalur operasional kereta cepat Whoosh sepanjang 2024 hingga Mei 2026. Memasuki masa libur sekolah Juni 2026, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di dekat lintasan kereta cepat demi menjaga keselamatan perjalanan dan kelancaran operasional.
Peringatan tersebut disampaikan seiring meningkatnya aktivitas bermain layang-layang yang lazim terjadi saat musim liburan sekolah. Meski terlihat sebagai permainan sederhana, layang-layang yang putus dan terbawa angin dapat menimbulkan risiko serius apabila masuk ke area operasional kereta cepat.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan orang tua, masyarakat, dan pihak sekolah perlu meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak selama libur sekolah.
“Memasuki masa libur sekolah, kami mengajak orang tua, masyarakat, dan pihak sekolah untuk turut mengawasi aktivitas anak-anak saat bermain. Layang-layang yang putus dan terbawa angin dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan Whoosh,” ujarnya, Kamis (11/6/2026), dikutip Antara.
Temuan Layang-Layang Terus Meningkat
Data KCIC menunjukkan jumlah layang-layang yang ditemukan di sekitar jalur operasional Whoosh mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024, petugas mengamankan 25 layang-layang. Jumlah tersebut melonjak tajam menjadi 317 temuan sepanjang 2025. Sementara itu, dalam periode Januari hingga Mei 2026 saja, sudah ditemukan 110 layang-layang di sekitar lintasan.
Temuan paling banyak tercatat di kawasan Padalarang, Cimahi, dan Bandung yang dilalui jalur operasional Whoosh.
Peningkatan angka tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu layanan transportasi modern yang setiap harinya melayani ribuan penumpang.
Risiko Ganggu Jaringan Listrik Kereta Cepat
KCIC mengimbau masyarakat tidak bermain layang-layang dalam radius minimal tiga kilometer di sisi kanan maupun kiri jalur operasional Whoosh.
Menurut Eva, risiko utama berasal dari kemungkinan layang-layang atau benang tersangkut pada jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), yakni sistem yang menjadi sumber tenaga utama kereta cepat.
Jaringan OCS bekerja menggunakan tegangan listrik tinggi untuk menyuplai daya ke kereta melalui pantograf. Apabila layang-layang atau benang mengenai instalasi tersebut, gangguan dapat terjadi pada jaringan listrik maupun komponen pantograf yang berfungsi mengambil daya selama perjalanan.
Dampaknya tidak hanya berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan, tetapi juga dapat menyebabkan keterlambatan operasional kereta. Gangguan pada sistem kelistrikan bahkan bisa memengaruhi mobilitas ribuan penumpang yang mengandalkan layanan Whoosh setiap hari.
Karena itu, KCIC menilai pencegahan menjadi langkah paling efektif dibandingkan penanganan setelah gangguan terjadi.
Libur Sekolah Perlu Pengawasan Orang Tua
Musim libur sekolah identik dengan meningkatnya aktivitas bermain di luar rumah, termasuk permainan layang-layang yang masih menjadi favorit anak-anak di berbagai daerah.
Namun, masyarakat diminta lebih memperhatikan lokasi bermain agar tidak berada di sekitar jalur transportasi vital maupun infrastruktur publik berisiko tinggi. Pengawasan dari orang tua dan lingkungan sekitar dinilai penting untuk mencegah anak-anak bermain terlalu dekat dengan area operasional kereta cepat.
KCIC menegaskan bahwa keselamatan perjalanan tidak hanya menjadi tanggung jawab operator, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
KCIC Perkuat Patroli dan Edukasi
Sebagai langkah pencegahan, KCIC secara rutin melakukan patroli di sepanjang jalur operasional Whoosh. Petugas juga memasang papan imbauan keselamatan di sejumlah titik yang dinilai rawan aktivitas bermain layang-layang.
Selain mengamankan layang-layang dan benang yang ditemukan di sekitar lintasan, KCIC terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, sekolah, serta tokoh masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga keamanan jalur kereta cepat dan mencegah potensi gangguan yang dapat berdampak pada operasional layanan.
KCIC berharap warga dapat mematuhi imbauan yang telah disampaikan. Kesadaran untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jalur operasional Whoosh menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan perjalanan, kelancaran layanan, dan kenyamanan ribuan penumpang kereta cepat setiap harinya.
Editor : Lugas Rumpakaadi