RADARBANYUWANGI.ID – Kereta api jarak jauh dengan tarif terjangkau masih menjadi pilihan utama masyarakat. Salah satunya KA Cikuray relasi Garut-Pasar Senen yang menawarkan tiket relasi terjauh hanya Rp45 ribu. Tarif murah tersebut membuat jumlah penumpang terus meningkat hingga menembus 2,2 juta pelanggan sejak pertama kali beroperasi.
Tingginya minat masyarakat itu mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan inovasi baru melalui program Rel Ekonomi Rakyat. Program tersebut ditandai dengan peluncuran Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang pada layanan KA Cikuray.
Data KAI menunjukkan jumlah pelanggan KA Cikuray terus mengalami pertumbuhan signifikan dalam empat tahun terakhir. Pada 2022, kereta ini melayani 293.265 pelanggan. Setahun kemudian jumlahnya melonjak menjadi 514.767 pelanggan atau naik lebih dari 75 persen.
Pertumbuhan berlanjut pada 2024 dengan total 591.089 pelanggan. Sementara pada 2025 jumlah penumpang kembali meningkat menjadi 615.723 orang atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian 2022.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan selama Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan.
"Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang terjangkau dan menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi," ujarnya, dikutip Antara.
Hubungkan Sentra Pertanian hingga Kawasan Industri
KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian, yakni Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen.
Lintasan tersebut tidak sekadar menghubungkan kota-kota besar. Dalam satu perjalanan, KA Cikuray mempertemukan sentra produksi pertanian, pusat pendidikan, kawasan industri, hingga pasar konsumen terbesar di Indonesia.
Perjalanan dimulai dari Garut yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian dan hortikultura Jawa Barat. Berbagai komoditas seperti kentang, wortel, kubis, tomat, cabai, bawang daun, jeruk, hingga alpukat diproduksi di wilayah tersebut.
Kereta kemudian melintasi Bandung Raya yang berkembang sebagai pusat pendidikan, perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif. Selanjutnya perjalanan berlanjut menuju Purwakarta, Karawang, dan Cikarang yang menjadi kawasan industri strategis nasional sebelum berakhir di Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan setiap daerah yang dilalui KA Cikuray memiliki karakter ekonomi berbeda yang saling melengkapi.
"Ada sentra pertanian, pusat perdagangan, kawasan pendidikan, kawasan industri hingga pusat aktivitas ekonomi nasional. Rel Ekonomi Rakyat hadir untuk memperkuat keterhubungan berbagai aktivitas tersebut melalui transportasi yang terjangkau, aman, dan nyaman," katanya.
KAI Luncurkan Kereta Petani dan Pedagang
KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Garut resmi meluncurkan program Rel Ekonomi Rakyat di Stasiun Garut, Kamis (11/6/2026).
Program tersebut menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang yang dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di sepanjang lintasan KA Cikuray.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra mengatakan layanan baru itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Kereta Petani-Pedagang diharapkan mempermudah mobilitas petani, pedagang pasar, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi penggerak ekonomi daerah.
"Melalui layanan ini kami berharap mobilitas masyarakat, petani, pedagang, dan pelaku UMKM dapat semakin baik serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian daerah," ujarnya.
Kapasitas Kursi Bertambah
Dalam operasionalnya, KA Cikuray kini menggunakan rangkaian yang terdiri atas enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Petani-Pedagang.
Kapasitas tempat duduk pada Kereta Ekonomi Kerakyatan meningkat dari sebelumnya 80 kursi menjadi 93 kursi per kereta. Sementara Kereta Petani-Pedagang memiliki kapasitas 73 tempat duduk.
Pengembangan sarana tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi petani, pedagang, dan pelaku UMKM yang melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Plh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Aditya Karsa menilai program tersebut tidak hanya memperluas akses transportasi publik yang terjangkau, tetapi juga mendukung distribusi hasil pertanian dan kelancaran rantai pasok pangan.
Momentum Baru bagi Garut
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut positif peluncuran program tersebut. Menurutnya, Garut memiliki potensi besar di sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata yang membutuhkan dukungan konektivitas transportasi yang andal.
Ia menilai kehadiran layanan baru tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Garut untuk menjangkau pasar yang lebih besar.
"Garut memiliki banyak produk unggulan yang lahir dari kerja keras masyarakat. Kehadiran layanan ini membuka peluang yang lebih luas untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat akses pasar, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.
Dengan tarif relasi terjauh hanya Rp45 ribu, KA Cikuray kini tidak hanya menjadi moda transportasi masyarakat. Lebih dari itu, kereta ini berkembang menjadi penghubung antara sentra pertanian, kawasan industri, pusat perdagangan, dan pasar konsumen dalam satu jalur ekonomi yang saling terintegrasi.
Peluncuran program Rel Ekonomi Rakyat menjadi langkah baru KAI dalam memperkuat peran transportasi kereta api sebagai sarana mobilitas sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah yang dilaluinya.
Editor : Lugas Rumpakaadi