RADARBANYUWANGI.ID – Perjalanan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini semakin banyak dilakukan menggunakan kereta api. Dalam lima bulan pertama 2026, jumlah pengguna Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) menembus lebih dari satu juta pelanggan. Tren tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang menawarkan kepastian waktu di tengah padatnya lalu lintas Jakarta dan sekitarnya.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat jumlah pelanggan Commuter Line Basoetta sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 1.013.574 orang. Jumlah itu meningkat 14,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 883.065 pelanggan.
Jika dirata-rata, layanan kereta bandara tersebut digunakan sekitar 6.700 pelanggan setiap hari selama lima bulan pertama tahun ini. Angka tersebut memperlihatkan semakin besarnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung mobilitas masyarakat menuju maupun dari bandara.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pelanggan mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi yang dapat diandalkan dan memiliki waktu perjalanan yang lebih terukur.
“Commuter Line Basoetta hadir sebagai pilihan perjalanan yang membantu pelanggan mengatur waktu dengan lebih baik, baik untuk bekerja, berbisnis, maupun melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat,” ujarnya, dikutip Antara.
Kereta Bandara Jadi Solusi Hindari Kemacetan
Meningkatnya jumlah pengguna tidak terlepas dari karakteristik layanan Commuter Line Basoetta yang memiliki jalur perjalanan terpisah dari kepadatan lalu lintas jalan raya. Kondisi tersebut membuat waktu tempuh lebih konsisten dibandingkan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi berbasis jalan.
Bagi masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan ketat, kepastian waktu menjadi faktor penting. Penumpang dapat memperkirakan waktu keberangkatan dan kedatangan dengan lebih akurat sehingga risiko keterlambatan akibat kemacetan dapat diminimalkan.
Tren ini sekaligus menunjukkan perubahan perilaku masyarakat perkotaan yang mulai mengutamakan transportasi publik yang efisien, nyaman, dan tepat waktu. Di tengah mobilitas yang terus meningkat, moda transportasi berbasis rel semakin dipandang sebagai solusi perjalanan yang praktis.
Terhubung dengan Pusat Kota Jakarta
Commuter Line Basoetta menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan pusat Kota Jakarta melalui enam stasiun pemberhentian, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Batu Ceper, Rawa Buaya, Duri, BNI City, dan Manggarai.
Jaringan tersebut memudahkan pelanggan melanjutkan perjalanan ke berbagai kawasan bisnis, pusat pemerintahan, area komersial, hingga terhubung dengan moda transportasi perkotaan lainnya. Integrasi antarmoda menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan jumlah pengguna dari tahun ke tahun.
Menurut Anne, keberadaan Commuter Line Basoetta semakin strategis karena Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan gerbang udara utama Indonesia yang melayani jutaan penumpang setiap tahunnya.
Bandara Soekarno-Hatta Layani Jutaan Penumpang
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani sekitar 34,76 juta penumpang dan 229 ribu pergerakan pesawat sepanjang 2025.
Sebagai pusat penerbangan domestik dan internasional, bandara tersebut menghubungkan Indonesia dengan berbagai kota di dalam maupun luar negeri. Tingginya aktivitas penerbangan membuat kebutuhan akan transportasi lanjutan yang cepat dan efisien menjadi semakin relevan.
Bagi penumpang dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur yang melanjutkan penerbangan melalui Jakarta, keberadaan kereta bandara memberikan alternatif perjalanan yang lebih terukur saat menuju pusat kota maupun kembali ke bandara.
KAI Terus Tingkatkan Layanan
Untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang terus berkembang, KAI terus melakukan berbagai penguatan layanan. Langkah yang ditempuh antara lain peningkatan kenyamanan di stasiun dan selama perjalanan, pengembangan integrasi antarmoda, serta pemanfaatan teknologi digital guna mempermudah akses pelanggan.
Anne menegaskan transportasi publik yang andal memiliki kontribusi besar terhadap produktivitas masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi perkotaan.
“Setiap menit memiliki nilai bagi masyarakat yang beraktivitas. Karena itu, KAI terus berupaya menghadirkan layanan yang membantu pelanggan melakukan perjalanan dengan lebih pasti, nyaman, dan efisien,” katanya.
KAI berharap Commuter Line Basoetta dapat terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta dengan pusat Kota Jakarta. Pertumbuhan jumlah pelanggan dalam lima bulan pertama tahun ini menjadi sinyal bahwa transportasi publik berbasis rel semakin dipercaya sebagai solusi mobilitas modern yang bebas macet, efisien, dan tepat waktu.
Editor : Lugas Rumpakaadi