Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

MRT Jakarta dan KRL Jabodetabek Diakui Setara Kota Maju Dunia, Mengapa Warga Masih Enggan Beralih?

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04 WIB
MRT dan KRL Jabodetabek dinilai setara dengan transportasi publik kota-kota maju dunia. (Pexels/Noval Gani)
MRT dan KRL Jabodetabek dinilai setara dengan transportasi publik kota-kota maju dunia. (Pexels/Noval Gani)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah kemacetan yang masih menjadi persoalan harian di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), kualitas transportasi publik ibu kota justru mendapat pengakuan positif. Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan Kereta Rel Listrik (KRL) dinilai telah memiliki standar layanan yang setara dengan berbagai kota maju di dunia.

Namun, menurut Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno, tantangan terbesar saat ini bukan lagi membangun infrastruktur, melainkan mengubah kebiasaan masyarakat yang masih bergantung pada kendaraan pribadi.

"Saya kira transportasi Jabodetabek dengan KRL, MRT sudah setara kota-kota di dunia. Sudah setara," ujarnya, Rabu (10/6/2026), dikutip Antara.

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas jaringan transportasi massal dan memperkuat integrasi antarmoda guna meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

MRT dan KRL Dinilai Sudah Berkelas Dunia

Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta terus mengembangkan sistem transportasi publik modern yang terintegrasi. Kehadiran MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT Jakarta, Transjakarta, hingga berbagai moda pengumpan dinilai telah memberikan alternatif mobilitas yang semakin nyaman bagi warga.

Djoko menilai kualitas layanan yang tersedia saat ini sudah mampu bersaing dengan sejumlah kota besar dunia. Karena itu, pembangunan transportasi massal tidak lagi sekadar proyek infrastruktur, tetapi menjadi bagian dari kebutuhan dasar masyarakat perkotaan.

Menurut dia, proyek perluasan MRT Jakarta, pembangunan Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ), hingga pembangunan LRT Jakarta fase 2 dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) merupakan langkah penting untuk memperkuat konektivitas antarkawasan.

"Karena itu kebutuhan dasar. Ini kebutuhan masyarakat. Memang masyarakat kita didorong menggunakan angkutan umum," katanya.

Tantangan Terbesar Ada pada Perubahan Perilaku

Meski infrastruktur terus berkembang, penggunaan kendaraan pribadi masih menjadi pilihan banyak masyarakat perkotaan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam mendorong peralihan menuju transportasi massal.

Djoko menilai keberhasilan sistem transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh jumlah jalur atau stasiun yang dibangun, tetapi juga oleh tingkat penerimaan masyarakat terhadap angkutan umum sebagai moda transportasi utama.

Karena itu, ia mendorong agar pembangunan transportasi publik yang sudah berjalan baik di Jakarta mendapatkan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Pusat. Dukungan tersebut diperlukan untuk mempercepat integrasi layanan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna.

Jika semakin banyak masyarakat beralih ke transportasi publik, dampaknya tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga membantu menekan konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi kendaraan bermotor, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Enam Proyek Strategis Jakarta Bidik Investasi Jepang

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan terdapat enam proyek strategis yang berpotensi menarik investasi lanjutan dari Jepang.

Enam proyek tersebut meliputi perluasan pembangunan MRT Jakarta, pembangunan Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ), proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, pembangunan tanggul pelindung pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di pesisir utara Jakarta, penguatan sistem polder pompa Waduk Pluit Timur, serta pembangunan LRT fase 2 menuju Jakarta International Stadium.

Peluang investasi Jepang terus diupayakan meningkat. Hal itu mengemuka saat Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir melakukan kunjungan kerja ke Jakarta pada 4–6 Juni 2026.

Selain bertemu Gubernur Pramono Anung, Dubes Kartini juga melakukan pembahasan teknis dan meninjau langsung sejumlah proyek strategis yang sedang berjalan.

Pramono menjelaskan hubungan kerja sama sister province antara Jakarta dan Tokyo yang telah berlangsung sejak 1989 menjadi fondasi penting bagi penguatan investasi kedua wilayah. Saat ini tercatat lebih dari 10 ribu warga Jepang bekerja di sekitar 1.500 perusahaan yang beroperasi di Jakarta.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari lawatan Pramono ke Tokyo pada akhir April 2026 dan pertemuannya dengan Gubernur Metropolitan Tokyo Yuriko Koike.

Menuju HUT Ke-500 Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menargetkan sejumlah proyek strategis dapat menunjukkan kemajuan signifikan menjelang peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta pada 22 Juni 2027.

Salah satu target yang disiapkan adalah peresmian kawasan komersial bawah tanah MRT Jakarta beserta jalur lanjutan dari Bundaran HI menuju Monas. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat integrasi transportasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di pusat kota.

Keberhasilan pengembangan MRT, KRL, dan LRT di Jakarta juga dapat menjadi referensi bagi kota-kota besar lain di Indonesia yang tengah memperkuat transportasi publik. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan dukungan investasi yang berkelanjutan, Jakarta berpeluang menjadi salah satu contoh pengembangan transportasi massal modern di kawasan Asia Tenggara.

Di sisi lain, tantangan mengubah kebiasaan masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi tetap menjadi pekerjaan rumah terbesar. Sebab, transportasi publik yang dinilai telah setara dengan kota-kota maju dunia baru akan memberikan manfaat maksimal ketika semakin banyak warga memilih menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Investasi Jepang Jakarta #Proyek Strategis DKI Jakarta #mrt jakarta #krl jabodetabek #Transportasi Publik Indonesia