Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Tambah Kereta Pagi LRT Jabodebek, Ribuan Komuter Kini Punya Alternatif Perjalanan ke Jakarta

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 9 Juni 2026 | 21:14 WIB
KAI menguji tambahan perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi. (Antara)
KAI menguji tambahan perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Ribuan pengguna LRT Jabodebek mulai merasakan tambahan pilihan perjalanan pada jam sibuk pagi setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan Kereta Luar Biasa (KLB) menuju pusat aktivitas Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengurangi kepadatan penumpang sekaligus meningkatkan kenyamanan komuter yang setiap hari berangkat bekerja dari kawasan penyangga menuju ibu kota.

Uji coba KLB dijalankan pada lintas Jati Mulya–Dukuh Atas BSI dan Harjamukti–Dukuh Atas BSI. Penambahan perjalanan tersebut difokuskan pada jam dengan tingkat mobilitas tertinggi, ketika ribuan pekerja dan masyarakat mulai bergerak menuju pusat bisnis dan perkantoran Jakarta.

Berdasarkan data hingga Selasa (9/6/2026) pukul 12.00 WIB, layanan KLB lintas Jati Mulya–Dukuh Atas BSI yang mulai beroperasi sejak Senin (8/6/2026) mencatat 950 pengguna pada hari pertama. Pada hari kedua, jumlah pengguna mencapai 914 orang.

Sementara itu, KLB lintas Harjamukti–Dukuh Atas BSI yang mulai dioperasikan pada Selasa (9/6) telah melayani 328 pengguna pada hari pertama. Secara keseluruhan, lebih dari 2.100 pengguna memanfaatkan perjalanan tambahan tersebut selama masa awal uji coba.

KAI Uji Tambahan Frekuensi Perjalanan Pagi

Program uji coba KLB berlangsung mulai 8 hingga 12 Juni 2026. Kereta tambahan dari Jati Mulya dijadwalkan berangkat pukul 07.14 WIB, sedangkan perjalanan dari Harjamukti berangkat pukul 07.22 WIB.

Manager Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya adaptif KAI dalam mengevaluasi pola perjalanan pengguna pada jam dengan volume penumpang tertinggi.

“KAI melakukan uji coba penambahan frekuensi perjalanan pada pagi hari untuk mendukung distribusi pengguna agar perjalanan dapat lebih nyaman, khususnya pada lintas dengan mobilitas tinggi menuju pusat aktivitas,” ujarnya, dikutip Antara.

Menurut Radhitya, evaluasi dilakukan untuk melihat efektivitas penambahan perjalanan dalam mendukung distribusi penumpang tanpa mengganggu pola operasi reguler yang telah berjalan.

Harjamukti Jadi Stasiun Tersibuk

Tingginya kebutuhan perjalanan pagi terlihat dari data volume pengguna yang melakukan tap in antara pukul 05.00 hingga 08.00 WIB.

Stasiun Harjamukti menjadi titik keberangkatan tersibuk dengan 9.365 pengguna. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan Stasiun Cikunir 1 yang mencatat 4.486 pengguna.

Posisi berikutnya ditempati Stasiun Jati Mulya dengan 4.299 pengguna, disusul Stasiun Bekasi Barat sebanyak 3.419 pengguna dan Stasiun Cikoko sebanyak 3.404 pengguna. Sementara itu, Stasiun Kampung Rambutan mencatat 2.020 pengguna pada periode yang sama.

Data tersebut menunjukkan tingginya arus komuter dari kawasan penyangga menuju pusat Jakarta pada pagi hari. Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan KAI menambah perjalanan melalui skema KLB.

Persiapan Operasional Dilakukan Menyeluruh

Di balik pengoperasian kereta tambahan, KAI melakukan berbagai penyesuaian operasional untuk memastikan layanan berjalan lancar dan tetap mengutamakan keselamatan.

Persiapan mencakup kesiapan sarana, pengaturan pola operasi perjalanan, hingga koordinasi antara petugas operasional dan petugas stasiun. Langkah tersebut dilakukan agar penambahan perjalanan dapat berjalan selaras dengan layanan reguler tanpa mengurangi keandalan operasional.

LRT Jabodebek sendiri kini menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat yang beraktivitas dari Bekasi dan Depok menuju pusat bisnis Jakarta. Karena itu, pengelolaan kapasitas pada jam sibuk menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan perjalanan pengguna.

Hasil Uji Coba Akan Terus Dievaluasi

KAI menegaskan akan terus memantau hasil pengoperasian KLB selama masa uji coba berlangsung hingga 12 Juni 2026. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah pengguna, kelancaran operasional, aspek keselamatan, serta tingkat kenyamanan yang dirasakan penumpang.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap distribusi pengguna dan pengurangan kepadatan pada jam sibuk pagi, tambahan perjalanan serupa berpotensi menjadi salah satu opsi pengembangan layanan LRT Jabodebek pada masa mendatang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kereta Luar Biasa #Komuter Jakarta #lrt jabodebek #transportasi publik #KAI