Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lebih dari 1.000 Gangguan Kereta Api Terjadi Sejak 2021, KAI Gandeng Rail Runners Edukasi Keselamatan di Perlintasan

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 7 Juni 2026 | 20:19 WIB
Lebih dari 1.000 gangguan perjalanan kereta api terjadi di perlintasan sebidang sejak 2021. (Antara)
Lebih dari 1.000 gangguan perjalanan kereta api terjadi di perlintasan sebidang sejak 2021. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Keselamatan di perlintasan sebidang masih menjadi tantangan serius bagi operasional kereta api di Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lebih dari 1.000 gangguan perjalanan kereta api terjadi di perlintasan sebidang sepanjang periode 2021 hingga sekarang. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan disiplin dan kesadaran keselamatan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggandeng komunitas pecinta olahraga lari Rail Runners (RR) dalam kampanye keselamatan yang digelar di Perlintasan Sebidang JPL 351 Kota Yogyakarta, Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut memadukan semangat hidup sehat dengan edukasi keselamatan perkeretaapian yang menyasar langsung pengguna jalan.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa keselamatan merupakan aspek utama dalam bisnis transportasi kereta api. Karena itu, setiap momentum yang melibatkan masyarakat dimanfaatkan untuk memperkuat kampanye keselamatan.

“Rail Runners bukan sekadar komunitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat sinergi antarinsan perkeretaapian. Hari ini kami melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang sebagai wujud nyata KAI dalam mengkampanyekan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan,” ujarnya, dikutip Antara.

Menurut Bobby, tingginya jumlah gangguan perjalanan kereta api yang terjadi di perlintasan sebidang menjadi perhatian serius perusahaan. Sebagian besar gangguan dipicu rendahnya kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan saat melintasi rel kereta api.

Ia menegaskan bahwa satu tindakan ceroboh di perlintasan dapat membahayakan banyak pihak sekaligus mengganggu kelancaran perjalanan kereta yang membawa ribuan penumpang setiap harinya.

Kampanye BERTEMAN untuk Pengguna Jalan

Dalam kegiatan tersebut, anggota Rail Runners turun langsung menyapa pengendara dan masyarakat yang melintas di sekitar perlintasan. Mereka mengingatkan pentingnya mendahulukan perjalanan kereta api serta mematuhi rambu-rambu keselamatan.

Edukasi dilakukan melalui kampanye "BERTEMAN", akronim dari berhenti, tengok kanan-kiri, aman, dan jalan. Konsep sederhana tersebut diperkenalkan sebagai panduan praktis bagi masyarakat saat akan melintasi rel kereta api.

Sejumlah pengguna jalan tampak menerima selebaran edukasi dan mendengarkan penjelasan dari anggota komunitas mengenai risiko yang dapat terjadi apabila menerobos perlintasan saat sinyal peringatan telah aktif.

KAI berharap pesan keselamatan yang disampaikan secara langsung dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Komunitas Dinilai Efektif Sebarkan Budaya Positif

EVP Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, menilai keterlibatan komunitas memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan budaya keselamatan kepada masyarakat.

Menurutnya, komunitas tidak hanya menjadi wadah aktivitas positif, tetapi juga mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara perusahaan dan publik.

Hal senada disampaikan Direktur Utama KAI Properti, Ramdany. Ia menyebut kolaborasi antarkaryawan dan insan KAI Group melalui kegiatan olahraga mampu memperkuat solidaritas sekaligus mendukung produktivitas kerja.

Sementara itu, Ketua Rail Runners, Puji, menegaskan komunitasnya siap terus terlibat dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

“Ke depan, Rail Runners akan terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk mengkampanyekan keselamatan perjalanan kereta api,” katanya.

Relevan untuk Daerah yang Memiliki Perlintasan Aktif

Isu keselamatan perlintasan tidak hanya menjadi perhatian di Yogyakarta. Berbagai daerah di Indonesia, termasuk Banyuwangi, juga memiliki sejumlah perlintasan aktif yang memerlukan kedisiplinan tinggi dari pengguna jalan.

Pelanggaran seperti menerobos palang perlintasan, mengabaikan sinyal peringatan, hingga berhenti terlalu dekat dengan rel masih kerap ditemukan di berbagai wilayah. Padahal, kereta api memiliki prioritas utama di jalur perlintasan dan membutuhkan jarak pengereman yang jauh lebih panjang dibanding kendaraan bermotor.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan di perlintasan sangat menentukan keselamatan bersama.

“Kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan di perlintasan sangat berpengaruh dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun kelancaran perjalanan kereta api,” ujarnya.

Melalui kampanye yang memadukan olahraga, edukasi, dan keterlibatan komunitas tersebut, KAI berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan kereta api terus meningkat. Upaya itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman, selamat, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Keselamatan Perlintasan Kereta Api #Rail Runners #Daop 6 Yogyakarta #KAI #perlintasan sebidang