Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Selo Aji Jadi Mesin PADes Kaligondo, Wisata Alam Banyuwangi Tembus Nasional

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 7 Juni 2026 | 23:42 WIB
MENGGELIAT: Pengunjung menikmati kesegaran pemandian Selo Aji di Dusun Selorejo, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Minggu (7/6). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
MENGGELIAT: Pengunjung menikmati kesegaran pemandian Selo Aji di Dusun Selorejo, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Minggu (7/6). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Berawal dari sumber mata air alami yang dikelilingi batuan alam di pelosok Dusun Selorejo, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, kini Selo Aji menjelma menjadi salah satu destinasi wisata desa paling menjanjikan di Banyuwangi. Tak hanya ramai dikunjungi wisatawan, kawasan wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gondowangi itu kini menjadi mesin penghasil Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus penggerak ekonomi warga setempat.

Transformasi tersebut berlangsung dalam waktu relatif singkat. Sejak pengelolaan diambil alih BUMDes Gondowangi pada 2021, perkembangan Selo Aji terus menunjukkan tren positif. Dari destinasi yang semula belum banyak dikenal wisatawan, kini kawasan wisata alam itu mampu menarik sedikitnya 600 pengunjung setiap akhir pekan.

Jumlah tersebut bahkan melonjak hingga ribuan orang per hari saat musim libur panjang. Lonjakan kunjungan itu berdampak langsung terhadap pendapatan desa.

Pada tahun buku 2025, BUMDes Gondowangi berhasil menyetorkan kontribusi sebesar Rp 60 juta kepada kas desa sebagai PADes. Nilai tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 40 juta.

Kepala Desa Kaligondo Nurhadi melalui Direktur BUMDes Gondowangi Eko Wisnu mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari pengelolaan yang konsisten dan profesional selama empat tahun terakhir.

“Tahun 2021 adalah awal mulanya. Pengelolaan yang profesional pelan-pelan membuahkan hasil. PADes Rp 60 juta di tahun 2025. Sebelumnya Rp 40 juta,” ungkap Eko.

Wisata yang Menghidupi Warga Lokal

Keberhasilan Selo Aji tidak hanya tercermin dari meningkatnya pemasukan desa. Destinasi tersebut juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

Mayoritas lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beroperasi di kawasan wisata diisi oleh warga Dusun Selorejo. Begitu pula tenaga kerja yang mengelola operasional wisata sehari-hari.

“Semua pekerja di sini merupakan warga Desa Kaligondo, khususnya Dusun Selorejo. Ada puluhan pegawai yang merupakan warga asli sini,” ujarnya.

Model pengelolaan berbasis masyarakat tersebut membuat perputaran ekonomi tetap berada di lingkungan desa. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengelola wisata, tetapi juga pedagang, pelaku UMKM, hingga keluarga pekerja yang terlibat langsung dalam aktivitas wisata.

Dilirik untuk Wonderful Indonesia 2026

Meningkatnya popularitas Selo Aji ternyata mulai menarik perhatian hingga tingkat nasional. Saat ini, destinasi wisata yang mengandalkan keindahan sumber air alami dan suasana pedesaan tersebut diproyeksikan menjadi wakil Banyuwangi dalam ajang Wonderful Indonesia 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata RI.

Meski belum resmi ditetapkan, peluang tersebut membuka jalan bagi Selo Aji untuk tampil di panggung promosi pariwisata nasional.

“Masih belum resmi didaftarkan, tapi ada kemungkinan wisata kami yang dipilih,” kata Eko.

Jika terpilih, Selo Aji akan bersaing bersama berbagai destinasi unggulan dari daerah lain di Indonesia dalam ajang promosi wisata bergengsi tersebut.

Jalani Asesmen untuk Naik Kelas

Sebagai bagian dari persiapan menuju tingkat nasional, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi telah melakukan asesmen sekaligus pelatihan kepada pengelola wisata.

Tim Disbudpar turun langsung ke lokasi untuk mengevaluasi sejumlah aspek penting yang menjadi standar pengembangan destinasi wisata berkelanjutan.

“Rabu (3/6) lalu tim Disbudpar Banyuwangi datang untuk asesmen. Kebetulan camat baru juga datang,” ujar Eko.

Dalam asesmen tersebut, terdapat empat aspek utama yang menjadi perhatian. Yakni peningkatan kebersihan lingkungan wisata, penataan kawasan UMKM agar lebih tertata dan higienis, perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata, serta penyusunan jalur evakuasi dan sistem mitigasi bencana.

Menurut Eko, evaluasi tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing Selo Aji di masa depan.

“Asesmen dan pelatihan dari Disbudpar ini menjadi modal berharga bagi kami. Ini komitmen jangka panjang BUMDes Gondowangi sesuai visi dan misi desa untuk mendorong potensi desa menjadi desa yang mandiri,” pungkasnya.

Keberhasilan Selo Aji menunjukkan bahwa pengelolaan potensi wisata berbasis desa tidak hanya mampu mendatangkan wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan PADes, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal. Dari sumber mata air di kaki perbukitan, Selo Aji kini tumbuh menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa di Banyuwangi. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Selo Aji Banyuwangi #Wisata Kaligondo #BUMDes Gondowangi #PADes Banyuwangi #Wonderful Indonesia 2026