RADARBANYUWANGI.ID – Sebanyak 370 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api sepanjang 2023 hingga 24 Mei 2026. Memasuki musim liburan yang ditandai dengan meningkatnya pergerakan masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengingatkan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rel.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul masih tingginya angka kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang. Berdasarkan data KAI, dalam kurun waktu lebih dari tiga tahun terakhir telah terjadi 1.074 kecelakaan dengan total 964 korban. Dari jumlah itu, 247 orang mengalami luka berat dan 347 lainnya luka ringan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan masa liburan menjadi periode yang memerlukan perhatian lebih karena volume kendaraan di jalan raya umumnya meningkat secara signifikan. Kondisi tersebut juga berdampak pada titik-titik perlintasan kereta api yang menjadi jalur pertemuan antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
“Mobilitas masyarakat meningkat saat liburan dan kondisi lalu lintas cenderung lebih padat. Karena itu kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri sebelum melintas. Keselamatan selalu menjadi prioritas dalam setiap perjalanan,” ujarnya, dikutip Antara.
Bagi masyarakat Banyuwangi yang berencana bepergian selama liburan, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kereta api, kewaspadaan di sekitar jalur rel menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Disiplin saat melintasi perlintasan sebidang dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan.
Mayoritas Kecelakaan Terjadi di Perlintasan Tak Dijaga
Data KAI menunjukkan sebagian besar kecelakaan masih terjadi di perlintasan yang tidak dijaga. Dari seluruh kejadian yang tercatat, sekitar 80 persen terjadi di perlintasan tanpa petugas yang menjaga.
Tak hanya itu, faktor perilaku pengguna jalan juga menjadi penyebab dominan. Sebanyak 88 persen kecelakaan dipicu tindakan menerobos perlintasan saat kereta api akan melintas.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keselamatan juga tergantung pada kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas di sekitar jalur kereta api, selain keberadaan palang pintu dan petugas penjaga perlintasan.
Di samping menyebabkan kerugian material, setiap kecelakaan yang terjadi berpotensi merenggut nyawa dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka kecelakaan.
118 Perlintasan Prioritas Berhasil Ditutup
Sebagai langkah pencegahan, KAI terus melakukan penanganan terhadap perlintasan sebidang berisiko tinggi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, kementerian, dan berbagai pemangku kepentingan.
Dari total 3.674 perlintasan sebidang yang ada di wilayah operasional KAI, sebanyak 1.810 merupakan perlintasan tidak dijaga yang menjadi fokus peningkatan keselamatan.
Hingga 4 Juni 2026, program penutupan perlintasan prioritas menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Dari target nasional sebanyak 172 lokasi, sebanyak 118 lokasi telah berhasil ditutup atau setara 69 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, 54 lokasi lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Beberapa wilayah yang telah menyelesaikan seluruh target penutupan antara lain Divre I Sumatera Utara dengan 39 lokasi, Daop 4 Semarang sebanyak 11 lokasi, Divre III Palembang sebanyak enam lokasi, serta Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 6 Yogyakarta, dan Daop 7 Madiun yang juga telah menuntaskan seluruh target prioritas di wilayah masing-masing.
Anne menjelaskan, setiap perlintasan yang berhasil ditutup berarti mengurangi satu titik risiko yang berpotensi menyebabkan kecelakaan antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
“Setiap perlintasan yang berhasil ditutup berarti mengurangi satu titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian, serta para pemangku kepentingan untuk mempercepat program ini,” jelasnya.
Pelanggan Kereta Diminta Datang Lebih Awal
Selain mengingatkan pengguna jalan, KAI juga meminta pelanggan kereta api untuk mengatur waktu keberangkatan menuju stasiun dengan lebih cermat selama periode liburan.
Meningkatnya volume kendaraan di sejumlah ruas jalan berpotensi menyebabkan waktu tempuh menuju stasiun menjadi lebih lama dibandingkan hari biasa. Karena itu, calon penumpang disarankan berangkat lebih awal agar memiliki waktu yang cukup untuk proses boarding dan persiapan perjalanan.
“Kami mengimbau pelanggan untuk memperkirakan waktu perjalanan dengan lebih cermat dan datang lebih awal ke stasiun. Dengan demikian pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk proses boarding dan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman tanpa terburu-buru,” kata Anne.
Tips Aman Melintasi Perlintasan Kereta Api
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, KAI mengingatkan masyarakat agar selalu menerapkan langkah-langkah keselamatan saat melintasi jalur rel:
- Kurangi kecepatan saat mendekati perlintasan.
- Berhenti sejenak sebelum melintas.
- Tengok kanan dan kiri serta dengarkan tanda kedatangan kereta.
- Jangan menerobos palang pintu yang mulai ditutup.
- Dahulukan perjalanan kereta api.
- Pastikan kondisi jalan di depan cukup aman sebelum melintas.
KAI menegaskan bahwa baik terdapat palang pintu maupun tidak, dalam kondisi terbuka ataupun tertutup, pengguna jalan tetap wajib memastikan lintasan benar-benar aman sebelum melanjutkan perjalanan.
Disiplin pengguna jalan menjadi faktor yang paling menentukan dalam meneian jumlah korban di perlintasan sebidang. Di tengah meningkatnya pergerakan masyarakat selama musim liburan, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman bagi semua pihak.
Editor : Lugas Rumpakaadi