Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

LRT Jabodebek Tambah Perjalanan Saat Jam Sibuk Pagi, Antrean Penumpang Diproyeksi Berkurang

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 5 Juni 2026 | 14:33 WIB
KAI menambah perjalanan LRT Jabodebek saat jam sibuk pagi melalui kereta tambahan. (Pexels/Defrino Maasy)
KAI menambah perjalanan LRT Jabodebek saat jam sibuk pagi melalui kereta tambahan. (Pexels/Defrino Maasy)

RADARBANYUWANGI.ID – Pengguna LRT Jabodebek yang kerap menghadapi kepadatan penumpang pada jam berangkat kerja berpotensi menikmati perjalanan yang lebih nyaman. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah frekuensi perjalanan melalui pengoperasian Kereta Luar Biasa (KLB) pada jam sibuk pagi selama periode uji coba, mulai Senin (8/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan LRT Jabodebek menuju pusat aktivitas dan kawasan perkantoran di Jakarta. Dengan tambahan perjalanan tersebut, KAI berharap distribusi penumpang menjadi lebih merata sehingga antrean di stasiun maupun kepadatan di dalam kereta dapat berkurang.

Dalam masa uji coba ini, KAI menambahkan dua perjalanan pada relasi yang memiliki volume pengguna cukup tinggi pada pagi hari.

Untuk relasi Jatimulya–Dukuh Atas BSI, kereta tambahan akan berangkat pukul 07.14 WIB. Jadwal tersebut berada di antara perjalanan reguler pukul 07.08 WIB dan 07.16 WIB.

Sementara itu, pada relasi Harjamukti–Dukuh Atas BSI, perjalanan tambahan dijadwalkan beroperasi pukul 07.24 WIB. Jadwal ini berada di antara layanan reguler pukul 07.22 WIB dan 07.30 WIB.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan penambahan frekuensi perjalanan merupakan respons terhadap tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat pada jam sibuk pagi.

Menurutnya, KAI mencermati adanya peningkatan kepadatan pengguna, khususnya dari stasiun-stasiun keberangkatan utama yang menjadi titik awal perjalanan menuju pusat aktivitas di Jakarta.

“Uji coba penambahan frekuensi merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi. KAI melihat adanya peningkatan kepadatan pengguna LRT Jabodebek, terutama pada stasiun-stasiun keberangkatan utama menuju pusat aktivitas di Jakarta,” ujarnya, dikutip Antara.

Data operasional LRT Jabodebek menunjukkan volume penumpang pada hari kerja pukul 06.00 hingga 08.00 WIB tergolong tinggi. Stasiun Harjamukti menjadi stasiun dengan jumlah pengguna terbanyak pada periode tersebut, yakni rata-rata 6.224 penumpang per hari.

Selain itu, Stasiun Cikoko yang terintegrasi dengan layanan KRL Commuter Line dan Transjakarta melayani rata-rata 3.432 pengguna per hari. Stasiun Cikunir 1 mencatat rata-rata 3.274 pengguna, disusul Stasiun Jatimulya sebanyak 2.786 pengguna dan Stasiun Jatibening Baru sebanyak 2.638 pengguna per hari.

Tingginya jumlah penumpang pada stasiun-stasiun tersebut menunjukkan peran penting LRT Jabodebek sebagai moda transportasi andalan bagi masyarakat penyangga Jakarta yang setiap hari melakukan perjalanan menuju pusat kota.

KAI menegaskan bahwa pengoperasian KLB dilakukan tanpa mengganggu layanan reguler yang sudah berjalan. Penambahan perjalanan difokuskan pada slot waktu yang memiliki tingkat kebutuhan mobilitas paling tinggi.

Melalui pola operasi tersebut, perusahaan berharap penumpang dapat terdistribusi lebih merata ke setiap rangkaian kereta. Dampaknya, kepadatan di peron dan antrean saat naik kereta dapat ditekan, terutama pada jam-jam keberangkatan kerja.

Uji coba ini juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan yang dilakukan KAI untuk menyesuaikan layanan dengan pola perjalanan masyarakat yang terus berkembang.

Peningkatan frekuensi perjalanan pada jam sibuk menjadi salah satu strategi yang umum diterapkan operator transportasi massal di berbagai kota besar dunia. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengguna sekaligus meningkatkan minat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Keberhasilan uji coba penambahan frekuensi LRT Jabodebek ini berpotensi menjadi referensi dalam pengembangan layanan transportasi perkotaan di berbagai daerah Indonesia yang tengah mendorong penggunaan angkutan massal modern dan ramah lingkungan.

KAI menyatakan akan terus mengevaluasi pola perjalanan pengguna LRT Jabodebek guna menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Jadwal LRT Jabodebek #lrt jabodebek #transportasi jakarta #KAI #kereta tambahan