Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Distribusi Barang dari Banyuwangi Makin Ngebut, Angkutan Kereta KAI Daop 9 Jember Tembus 7.335 Ton dalam Lima Bulan

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 5 Juni 2026 | 13:47 WIB
KAI Daop 9 Jember mencatat lonjakan angkutan barang 17 persen pada Januari–Mei 2026. (KAI)
KAI Daop 9 Jember mencatat lonjakan angkutan barang 17 persen pada Januari–Mei 2026. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi barang dan percepatan rantai pasok, kereta api semakin menjadi pilihan pelaku usaha di Banyuwangi dan kawasan tapal kuda Jawa Timur. Tren tersebut tercermin dari kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember yang tumbuh signifikan sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan data terbaru, volume angkutan barang melalui layanan Bagasi Hantaran Paket (BHP) Retail mencapai 7.335 ton selama periode Januari hingga Mei 2026. Capaian tersebut meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 6.255 ton.

Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan logistik melalui kereta api. Tak lagi hanya dikenal sebagai moda transportasi penumpang, kereta api kini berkembang menjadi salah satu tulang punggung distribusi barang dari wilayah ujung timur Pulau Jawa menuju berbagai pusat ekonomi nasional.

Sepanjang tahun 2025, total volume angkutan barang Daop 9 Jember tercatat mencapai 16.269 ton. Dengan capaian 7.335 ton hanya dalam lima bulan pertama 2026, tren pertumbuhan logistik berbasis kereta api diperkirakan masih berpotensi berlanjut hingga akhir tahun.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan pengiriman menggunakan kereta api.

“Pertumbuhan volume angkutan barang yang mencapai 17 persen secara year-on-year pada periode Januari-Mei ini menunjukkan bahwa sektor logistik menggunakan kereta api kian diminati. Masyarakat dan pelaku usaha semakin merasakan langsung efisiensi dan kepastian estimasi waktu yang ditawarkan oleh angkutan kereta api,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, kepastian jadwal perjalanan menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya penggunaan moda transportasi rel untuk kebutuhan distribusi barang. Selain itu, aspek keamanan dan efisiensi juga menjadi pertimbangan penting bagi pelanggan.

Saat ini layanan BHP Retail Daop 9 Jember terintegrasi dengan perjalanan kereta api penumpang reguler. Skema tersebut memungkinkan pengiriman barang dilakukan setiap hari dengan jaringan distribusi yang menjangkau berbagai kota besar di Pulau Jawa.

Empat kereta api yang menjadi andalan layanan tersebut meliputi KA Sri Tanjung relasi Ketapang–Lempuyangan PP, KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang–Pasar Senen PP, KA Wijayakusuma relasi Ketapang–Cilacap PP, dan KA Pandalungan relasi Jember–Gambir PP.

Melalui konektivitas tersebut, berbagai barang kiriman dari Banyuwangi, Jember, dan daerah sekitarnya dapat didistribusikan menuju Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jakarta secara lebih cepat dan terukur.

Bagi pelaku usaha, keberadaan jaringan logistik berbasis rel ini membuka peluang distribusi yang lebih luas. Produk-produk dari daerah dapat menjangkau pasar yang lebih besar dengan dukungan jadwal pengiriman yang relatif pasti.

Meningkatnya volume angkutan barang menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan aktivitas ekonomi di Banyuwangi dan wilayah tapal kuda. Kelancaran distribusi logistik memiliki peran penting dalam mendukung perdagangan, sektor jasa, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketersediaan moda pengiriman yang efisien membantu pelaku usaha menekan biaya distribusi sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas. Di sisi lain, masyarakat juga memperoleh manfaat dari kelancaran pasokan barang ke berbagai daerah tujuan.

Tren pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai bagian dari sistem logistik modern yang mampu menjawab kebutuhan pengiriman dalam jumlah besar maupun skala retail.

Selain memberikan manfaat ekonomi, peningkatan penggunaan kereta api untuk distribusi barang juga berdampak positif terhadap lingkungan dan infrastruktur transportasi.

Kereta api memiliki kapasitas angkut yang besar dalam satu kali perjalanan. Pengalihan sebagian distribusi logistik dari jalan raya ke jalur rel berkontribusi mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan risiko kecelakaan, serta membantu mengurangi kerusakan jalan akibat kendaraan bertonase tinggi.

Dari sisi lingkungan, angkutan barang berbasis rel juga dikenal lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar per ton-kilometer. Efisiensi tersebut berimplikasi pada penurunan emisi karbon dibandingkan moda transportasi darat lainnya.

“Memilih kereta api untuk distribusi barang bukan sekadar tentang kecepatan dan keamanan sampai di tujuan. Ini adalah langkah nyata kita bersama untuk mengurangi polusi udara dan jejak karbon. Setiap ton barang yang beralih ke kereta api adalah kontribusi langsung bagi bumi yang lebih hijau dan sehat,” kata Cahyo.

KAI Daop 9 Jember menegaskan akan terus menjaga konsistensi kinerja layanan angkutan barang melalui berbagai inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan. Dengan tren pertumbuhan yang terus berlanjut, kereta api diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pilar logistik yang aman, tepat waktu, efisien, dan berkelanjutan bagi Banyuwangi, kawasan tapal kuda, serta jaringan ekonomi di Pulau Jawa.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Angkutan Barang Kereta Api #Logistik Banyuwangi #Distribusi Barang Jawa Timur #kereta api banyuwangi #KAI Daop 9 Jember