Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Siapkan Jaringan Kereta Api Terpadu di Sumatera Senilai Rp350 Triliun, Hubungkan Aceh hingga Lampung

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 4 Juni 2026 | 14:48 WIB
PT KAI menyiapkan proyek jaringan kereta terpadu Sumatera senilai Rp350 triliun. (Pexels/murod lens)
PT KAI menyiapkan proyek jaringan kereta terpadu Sumatera senilai Rp350 triliun. (Pexels/murod lens)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah menyiapkan proyek pengembangan jaringan kereta api terpadu di Pulau Sumatera dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai US$20 miliar hingga US$25 miliar atau sekitar Rp350 triliun.

Program berskala besar tersebut dirancang untuk menghubungkan jaringan rel kereta api dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Kehadiran jalur terintegrasi itu diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah Sumatera.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, pengembangan jaringan kereta api Sumatera merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur transportasi nasional.

"Kami mendapat arahan dari Bapak Presiden untuk mengembangkan jaringan kereta api di Pulau Sumatera sehingga nantinya dapat terhubung dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung," ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026), dikutip TVRI.

Menurut Bobby, kondisi jaringan kereta api di Sumatera saat ini masih terpisah-pisah dan belum tersambung secara menyeluruh. Operasional kereta api masih terbatas pada sejumlah koridor tertentu, seperti Lampung-Palembang, Lampung-Lubuklinggau, kawasan Medan, serta sebagian wilayah Sumatera Barat.

Sebagai tahap awal, KAI memprioritaskan pembangunan konektivitas antara Banda Aceh dan Besitang dengan panjang lintasan sekitar 478 kilometer. Saat ini perusahaan sedang menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pelaksanaan proyek.

"Prioritas pertama kami adalah menghubungkan Banda Aceh dengan Besitang. Panjang lintasnya sekitar 478 kilometer dan saat ini DED-nya sedang kami siapkan," katanya.

Dalam Rencana Kerja dan Roadmap Transformasi Korporasi 2026-2030, KAI juga memasukkan sejumlah program reaktivasi jalur kereta api yang sudah lama tidak beroperasi di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Program tersebut meliputi reaktivasi lintas Lhokseumawe-Langsa-Besitang sepanjang 248 kilometer, Banda Aceh-Sigli sepanjang 80 kilometer, serta Sigli-Bireuen-Lhokseumawe sepanjang 150 kilometer.

Tidak hanya itu, reaktivasi jalur juga direncanakan di Sumatera Barat dengan total panjang mencapai sekitar 248 kilometer.

Di sisi lain, KAI menyiapkan pembangunan jalur baru sepanjang 1.110 kilometer yang telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS). Beberapa koridor prioritas meliputi Rantau Prapat-Dumai, Duri-Pekanbaru, Pekanbaru-Rengat, Rengat-Jambi, Kertapati-Tarahan-Bakauheni, hingga Lubuklinggau-Bengkulu.

Pengembangan jaringan rel tidak hanya diarahkan untuk angkutan penumpang. KAI juga merancang peningkatan kapasitas logistik melalui proyek angkutan batu bara Tanjung Enim Baru-Tarahan II sepanjang 313 kilometer yang mencakup pembangunan jalur baru dan optimalisasi lintas eksisting.

Secara keseluruhan, kebutuhan investasi untuk mewujudkan jaringan kereta api terintegrasi di Sumatera diperkirakan mencapai US$20 miliar hingga US$25 miliar. Dengan estimasi biaya pembangunan sekitar Rp20 miliar per kilometer untuk jalur tunggal atau single track, proyek ini menjadi salah satu pengembangan infrastruktur perkeretaapian terbesar yang pernah direncanakan di Indonesia.

Apabila terealisasi, jaringan kereta api yang membentang dari ujung utara hingga selatan Sumatera diyakini akan membuka akses transportasi yang lebih efisien, memperkuat distribusi logistik, serta meningkatkan daya saing ekonomi kawasan dalam jangka panjang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Infrastruktur Transportasi #KAI Sumatera #Proyek Kereta Sumatera #Banda Aceh Bandar Lampung #kereta api indonesia