Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalur Kereta Api di Kalimantan Dinilai Strategis, DPRD Kalbar Minta Pemerintah Pusat Prioritaskan Wilayah Perbatasan

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:33 WIB
DPRD Kalbar mendorong pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan dengan menjadikan Kalimantan Barat sebagai titik awal. (Pexels/Tom FIsk)
DPRD Kalbar mendorong pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan dengan menjadikan Kalimantan Barat sebagai titik awal. (Pexels/Tom FIsk)

RADARBANYUWANGI.ID - Wacana pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan kembali mendapat perhatian dari kalangan legislatif daerah. DPRD Provinsi Kalimantan Barat menilai transportasi berbasis rel memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalbar, Heri Mustamin, mengatakan Kalimantan Barat memiliki posisi penting sebagai gerbang perbatasan Indonesia di Pulau Kalimantan. Karena itu, daerah tersebut dinilai layak menjadi titik awal pembangunan jaringan kereta api jika proyek tersebut direalisasikan oleh pemerintah pusat.

Menurut Heri, keberadaan jalur kereta api tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi penumpang, tetapi juga menjadi penghubung utama distribusi barang dan jasa antarwilayah. Infrastruktur rel dinilai mampu membuka akses ekonomi baru, terutama di kawasan perbatasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan konektivitas.

“Kalbar merupakan gerbang perbatasan Indonesia di Pulau Kalimantan. Dari sisi distribusi dan konektivitas, posisi Kalbar sangat strategis untuk menjadi titik awal pembangunan jalur kereta api,” ujarnya, Rabu (3/6/2026), dikutip Pontianak Post.

Heri menjelaskan, penguatan transportasi berbasis rel berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi barang, menekan biaya logistik, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar. Dampak tersebut dinilai penting bagi Kalimantan Barat yang memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, perikanan, dan pertambangan.

Namun, besarnya potensi sumber daya tersebut masih dihadapkan pada tantangan infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai. Kondisi itu menyebabkan biaya distribusi relatif tinggi dan menyulitkan masyarakat dalam menjangkau pasar yang lebih luas.

Karena itu, pembangunan kereta api dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Dengan jaringan transportasi yang lebih terintegrasi, distribusi hasil produksi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Selain memberikan manfaat ekonomi, pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan juga dinilai memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional. Konektivitas yang kuat diyakini dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kehadiran negara di wilayah terdepan Indonesia.

Heri menilai pembangunan jalur kereta api dapat membantu mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah dan memperkuat posisi kawasan perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ia pun mendorong pemerintah pusat untuk melakukan kajian komprehensif terkait rencana pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan. Kajian tersebut dinilai penting agar proyek dapat dirancang secara matang dan melibatkan koordinasi lintas provinsi.

DPRD Kalbar juga mengusulkan agar Kalimantan Barat mendapat prioritas sebagai titik awal pembangunan apabila proyek tersebut masuk tahap realisasi. Menurut Heri, langkah itu akan memberikan dampak besar terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wacana pembangunan kereta api di Kalimantan sendiri terus berkembang seiring kebutuhan untuk memperkuat konektivitas regional. Dukungan dari DPRD Kalbar menunjukkan adanya dorongan agar pembangunan infrastruktur nasional tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga menjangkau kawasan perbatasan yang memiliki nilai strategis.

Jika terealisasi, jaringan kereta api di Pulau Kalimantan diharapkan menjadi tulang punggung baru konektivitas Indonesia–Malaysia sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di kawasan Borneo.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kereta api Kalimantan #DPRD Kalimantan Barat #konektivitas perbatasan Indonesia Malaysia #infrastruktur transportasi rel #ekonomi Kalimantan Barat