RADARBANYUWANGI.ID - Peran transportasi publik tidak hanya sebatas mengantarkan penumpang dari satu titik ke titik lainnya. Di tengah pertumbuhan kawasan permukiman, perdagangan, industri, dan jasa, akses transportasi yang mudah dan terjangkau menjadi salah satu faktor penting yang menjaga roda perekonomian tetap bergerak.
Hal itu tercermin dari tingginya penggunaan KA Lokal Rangkasbitung–Merak yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan kereta lokal tersebut telah melayani 1.978.799 pelanggan.
Dengan tarif hanya Rp3.000 per perjalanan, KA Lokal Rangkasbitung–Merak menjadi pilihan utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Jalur ini menghubungkan berbagai pusat kegiatan masyarakat mulai dari kawasan permukiman, pusat perdagangan, kawasan industri, pusat pemerintahan, fasilitas pendidikan hingga Pelabuhan Merak yang menjadi gerbang transportasi penting penghubung Pulau Jawa dan Sumatra.
Biaya perjalanan yang terjangkau memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pengeluaran transportasi yang lebih rendah memungkinkan warga mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan lain, seperti pendidikan, konsumsi rumah tangga, maupun pengembangan usaha.
Data menunjukkan jumlah pelanggan KA Lokal Rangkasbitung–Merak terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2023, layanan ini melayani 3.617.478 pelanggan. Angka tersebut naik menjadi 4.269.154 pelanggan pada 2024 dan kembali bertambah menjadi 4.463.498 pelanggan sepanjang 2025.
Peningkatan tersebut menandakan kereta api semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Banten. Warga memanfaatkan layanan ini untuk bekerja, belajar, berdagang, hingga mengakses berbagai layanan publik di sepanjang koridor barat Banten.
Jalur KA Lokal Rangkasbitung–Merak menghubungkan sejumlah stasiun strategis, mulai dari Rangkasbitung, Jambu Baru, Catang, Cikeusal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjong Baru, Cilegon, Krenceng hingga Merak. Konektivitas tersebut menjadikan kereta api sebagai penghubung berbagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, mengatakan keberhasilan transportasi publik tidak hanya diukur dari jumlah pelanggan, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Transportasi publik yang terjangkau memberikan dampak ekonomi yang luas. Masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih efisien, memiliki akses yang lebih besar terhadap lapangan pekerjaan, serta menjangkau pusat-pusat ekonomi yang sebelumnya membutuhkan biaya perjalanan lebih tinggi,” ujarnya, dikutip Antara.
Peran tersebut semakin penting mengingat lintas Rangkasbitung–Merak menghubungkan Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon hingga kawasan Pelabuhan Merak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, jumlah penduduk Kota Serang mencapai sekitar 756 ribu jiwa, sedangkan Kota Cilegon sekitar 465 ribu jiwa.
Mobilitas masyarakat antarwilayah yang berlangsung setiap hari dalam jumlah besar membutuhkan moda transportasi yang efisien. Kereta api membantu menghubungkan kawasan tempat tinggal dengan pusat-pusat produktif sehingga membuka akses yang lebih luas terhadap pekerjaan, pendidikan, dan kegiatan usaha.
Dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat juga diperkuat melalui layanan Kereta Petani dan Pedagang yang mulai beroperasi pada 1 Desember 2025. Layanan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan mobilitas para pedagang, petani, dan pelaku usaha mikro di sepanjang Lintas Merak.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Kereta Petani dan Pedagang mencatat 20.908 perjalanan pelanggan. Sementara sejak pertama kali beroperasi hingga akhir Mei 2026, total perjalanan pelanggan yang tercatat mencapai 25.023.
Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi yang berlangsung secara konsisten. Kereta dimanfaatkan oleh pedagang untuk memperoleh pasokan barang, petani untuk menjangkau pasar, hingga pelaku usaha mikro yang membutuhkan sarana transportasi hemat biaya.
Efisiensi biaya perjalanan menjadi faktor penting bagi kelompok masyarakat tersebut. Pengeluaran transportasi yang lebih rendah memberi ruang untuk memperluas usaha, meningkatkan daya saing, dan memperbesar keuntungan.
Anne menambahkan bahwa manfaat transportasi publik sering kali memberikan efek berantai bagi perekonomian masyarakat.
“Ketika seorang pedagang dapat menghemat biaya perjalanan, daya saing usahanya ikut meningkat. Ketika petani lebih mudah menjangkau pasar, akses terhadap pembeli menjadi lebih luas. Ketika masyarakat dapat bepergian dengan biaya yang terjangkau, maka peluang ekonomi yang dapat diakses juga menjadi lebih besar,” jelasnya.
Tingginya jumlah pelanggan KA Lokal Rangkasbitung–Merak dan Kereta Petani dan Pedagang menjadi gambaran bahwa konektivitas memiliki peran strategis dalam pembangunan wilayah. Setiap perjalanan yang tercatat bukan hanya menunjukkan perpindahan penumpang, melainkan juga mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus tumbuh dan menopang produktivitas masyarakat di sepanjang koridor Rangkasbitung–Merak.
Editor : Lugas Rumpakaadi