Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hadapi Potensi Persaingan Transportasi, KCIC Yakin Daya Tarik Kereta Cepat Whoosh Tak Akan Tergerus Reaktivasi Bandara Husein

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 3 Juni 2026 | 13:49 WIB
KCIC optimistis Whoosh tetap diminati meski Bandara Husein Sastranegara Bandung berpotensi kembali beroperasi. (KCIC)
KCIC optimistis Whoosh tetap diminati meski Bandara Husein Sastranegara Bandung berpotensi kembali beroperasi. (KCIC)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tetap optimistis layanan kereta cepat Whoosh akan terus diminati masyarakat meski muncul rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat.

Rencana beroperasinya kembali bandara tersebut dinilai berpotensi menghadirkan persaingan baru di sektor transportasi, khususnya untuk mobilitas masyarakat di kawasan Bandung Raya dan Jakarta. Namun, KCIC meyakini Whoosh memiliki keunggulan yang tidak hanya bertumpu pada kecepatan perjalanan.

Manager Corporate Communications KCIC, Emir Monti, mengatakan daya tarik Whoosh juga berasal dari pengalaman perjalanan yang ditawarkan kepada pengguna. Menurut dia, banyak wisatawan yang menjadikan layanan kereta cepat tersebut sebagai bagian dari pengalaman berkunjung ke Indonesia.

“Biasanya orang datang ke Indonesia bukan hanya mengejar kecepatan perjalanan, tetapi juga ingin mencoba langsung layanan Whoosh,” ujarnya, Selasa (2/6/2026), dikutip Antara.

Emir menjelaskan, status Whoosh sebagai kereta cepat pertama di Asia Tenggara memberikan nilai tambah tersendiri. Kehadirannya tidak sekadar berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga menjadi salah satu destinasi yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

KCIC menilai faktor tersebut menjadi modal penting untuk menjaga minat masyarakat di tengah semakin beragamnya pilihan transportasi yang tersedia.

“Kami melihat keunggulan Whoosh itu sendiri karena menjadi salah satu magnet destinasi yang ingin dicoba oleh wisatawan saat datang ke Indonesia,” katanya.

Optimisme tersebut juga didukung tingginya angka penggunaan Whoosh selama periode libur panjang Hari Raya Iduladha dan Hari Lahir Pancasila. Pada momen tersebut, layanan kereta cepat mencatat lonjakan jumlah penumpang, terutama pada arus balik dari Bandung menuju Jakarta.

Selama periode 27 Mei hingga 1 Juni 2026, pergerakan wisatawan yang kembali ke Jakarta dan wilayah sekitarnya meningkat secara signifikan. Pada puncak arus balik, jumlah penumpang Whoosh tujuan Jakarta diperkirakan menembus lebih dari 22 ribu orang dalam satu hari.

Jumlah tersebut didominasi oleh wisatawan domestik serta wisatawan mancanegara yang memanfaatkan layanan kereta cepat untuk perjalanan antarkota.

Secara keseluruhan, selama enam hari masa libur panjang, penjualan tiket Whoosh mencapai sekitar 115 ribu hingga 120 ribu tiket. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses penjualan yang berlangsung.

Capaian itu menunjukkan minat masyarakat terhadap Whoosh tetap tinggi di tengah tingginya mobilitas perjalanan dan persaingan dengan berbagai moda transportasi lainnya. KCIC pun optimistis layanan kereta cepat tersebut akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan Jakarta–Bandung maupun sebaliknya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Bandara Husein Sastranegara #Transportasi Bandung Jakarta #Kereta Cepat Indonesia China #KCIC #WHOOSH