RADARBANYUWANGI.ID - Kereta Api (KA) Pandanwangi kembali menunjukkan perannya sebagai moda transportasi andalan masyarakat di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur. Selama periode libur panjang 26 Mei hingga 1 Juni 2026 yang bertepatan dengan momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dan Hari Lahir Pancasila, layanan kereta lokal tersebut melayani sebanyak 24.430 pelanggan.
Tingginya angka penumpang mencerminkan besarnya kebutuhan mobilitas masyarakat antarkabupaten di ujung timur Pulau Jawa. Selain dimanfaatkan untuk perjalanan mudik, silaturahmi keluarga, dan aktivitas sosial lainnya, KA Pandanwangi juga menjadi pilihan masyarakat yang memanfaatkan masa liburan untuk berwisata.
Dari balik jendela kereta, penumpang disuguhi panorama khas kawasan Tapal Kuda yang didominasi oleh hamparan hijau perbukitan, perkebunan kopi, hingga bentang alam pesisir yang menjadi daya tarik tersendiri selama perjalanan.
KA Pandanwangi melayani relasi Jember–Ketapang pulang pergi dengan jarak tempuh sekitar 112 kilometer. Kereta kelas ekonomi ini menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam dan beroperasi dua kali perjalanan pulang-pergi setiap hari.
Salah satu faktor yang membuat layanan ini tetap diminati adalah tarifnya yang sangat terjangkau. Dengan biaya Rp8.000 untuk sekali perjalanan, KA Pandanwangi menjadi alternatif transportasi yang ekonomis bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, hingga wisatawan domestik.
Rute perjalanan KA Pandanwangi juga menghubungkan sejumlah pusat aktivitas masyarakat di wilayah Jember dan Banyuwangi. Kereta ini melayani pemberhentian di Stasiun Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Banyuwangi Kota, hingga berakhir di Stasiun Ketapang.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, mengatakan tingginya volume pelanggan pada layanan kereta lokal menunjukkan pentingnya akses transportasi yang mudah dijangkau dan berbiaya rendah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, kereta api lokal memiliki kedekatan yang kuat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui tarif yang terjangkau, KAI berupaya memastikan mobilitas masyarakat selama periode hari raya tetap inklusif dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Perjalanan libur panjang ini tidak hanya memfasilitasi tradisi silaturahmi, tetapi juga mengalirkan pergerakan ekonomi lokal secara merata dari stasiun ke stasiun, menghidupkan sektor UMKM, pariwisata, hingga transportasi lanjutan di wilayah Jember dan Banyuwangi,” ujarnya, dikutip Antara.
KAI menilai keberadaan KA Pandanwangi tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Arus penumpang yang tinggi selama masa liburan turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal di sekitar kawasan stasiun dan destinasi wisata yang terhubung oleh jalur kereta tersebut.
Ke depan, KAI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan. Upaya tersebut dilakukan agar layanan kereta api lokal tetap menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jember dan Banyuwangi.
Editor : Lugas Rumpakaadi