RADARBANYUWANGI.ID – Libur panjang yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila dan momentum Idul Adha menjadi berkah bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Dalam kurun waktu enam hari, mulai 27 Mei hingga 1 Juni 2026, sebanyak 90.968 wisatawan membanjiri berbagai destinasi unggulan di Bumi Blambangan.
Lonjakan kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Banyuwangi masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. Tingginya mobilitas pelancong selama periode libur nasional sekaligus mempertegas daya saing sektor pariwisata daerah yang terus tumbuh di tengah persaingan destinasi wisata nasional.
Data resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi menunjukkan, dari total 90.968 wisatawan yang tercatat berkunjung, mayoritas merupakan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 89.870 orang. Sementara wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1.098 orang atau sekitar 1,21 persen dari keseluruhan jumlah pengunjung.
Besarnya dominasi wisatawan domestik menunjukkan bahwa Banyuwangi masih menjadi tujuan utama masyarakat Indonesia untuk menghabiskan masa liburan, terutama pada periode long weekend yang menawarkan waktu cukup panjang untuk melakukan perjalanan wisata.
Puncak Kunjungan Terjadi pada Akhir Pekan
Pergerakan wisatawan selama periode libur panjang menunjukkan tren yang terus meningkat menjelang akhir pekan. Pada Rabu (27/5), jumlah wisatawan yang tercatat mencapai 10.115 orang.
Angka tersebut kemudian mengalami fluktuasi dalam beberapa hari berikutnya dan sempat turun pada Jumat (29/5) menjadi 8.324 wisatawan. Namun memasuki akhir pekan, lonjakan terjadi secara signifikan.
Puncaknya terjadi pada Minggu (31/5), ketika sebanyak 27.885 wisatawan tercatat mengunjungi berbagai objek wisata di Banyuwangi hanya dalam satu hari.
Secara keseluruhan, rata-rata kunjungan wisatawan selama periode tersebut mencapai 15.161 orang per hari. Angka itu menunjukkan tingginya aktivitas wisata yang terjadi di berbagai wilayah Banyuwangi selama momentum libur panjang.
Pulau Merah Masih Jadi Primadona
Dari puluhan destinasi wisata yang tersebar di Banyuwangi, Pantai Pulau Merah kembali membuktikan diri sebagai magnet utama wisatawan.
Objek wisata yang terkenal dengan panorama pantai dan ombaknya tersebut berhasil mencatatkan jumlah kunjungan tertinggi dengan total 11.589 wisatawan selama periode libur panjang.
Di posisi kedua terdapat De Djawatan Forest yang menarik 11.164 pengunjung. Hutan trembesi yang kerap dijuluki sebagai "hutan dalam film fantasi" itu terus menjadi salah satu ikon wisata Banyuwangi yang diminati wisatawan dari berbagai daerah.
Sementara Pantai Marina Boom menempati posisi ketiga dengan jumlah kunjungan mencapai 8.824 wisatawan.
Destinasi modern Banyuwangi Park berada di urutan keempat dengan total 6.000 pengunjung. Kehadiran wahana terpadu tersebut semakin memperkaya pilihan wisata keluarga di Banyuwangi.
Sedangkan kawasan Wisata Alam Kawah Ijen melengkapi daftar lima besar destinasi paling ramai dengan jumlah kunjungan mencapai 4.226 wisatawan.
Menariknya, Kawah Ijen menjadi destinasi dengan kontribusi wisatawan mancanegara yang cukup signifikan. Dari total pengunjung, sebanyak 562 orang merupakan wisatawan asing, sementara 3.664 lainnya berasal dari dalam negeri.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa Ijen masih menjadi ikon wisata internasional Banyuwangi yang memiliki daya tarik kuat di pasar global.
Pariwisata Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Melonjaknya jumlah wisatawan selama periode libur panjang tidak hanya berdampak pada sektor destinasi wisata, tetapi juga memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi lainnya.
Tingkat hunian hotel meningkat, aktivitas restoran dan rumah makan bertambah ramai, serta perputaran ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut terdongkrak.
Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Banyuwangi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono, mengatakan tingginya jumlah kunjungan wisatawan menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi pemerintah daerah.
Menurut dia, meningkatnya jumlah wisatawan harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan dan tata kelola destinasi agar pengalaman wisatawan tetap terjaga.
“Melimpahnya jumlah turis yang sangat masif ini merupakan sebuah tanggung jawab besar bagi kami. Pemkab Banyuwangi berdedikasi untuk senantiasa menaikkan mutu serta regulasi pariwisata sehingga tiap pelancong memperoleh pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan selama berkunjung,” ujarnya, Selasa (2/6).
Hartono menambahkan, lonjakan kunjungan tersebut juga menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata untuk terus memperbaiki berbagai aspek pelayanan, mulai aksesibilitas, kebersihan, keamanan, hingga kenyamanan wisatawan.
Momentum Perkuat Posisi Banyuwangi
Pencapaian hampir 91 ribu kunjungan wisatawan dalam satu periode libur panjang menjadi modal penting bagi Banyuwangi untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan nasional.
Pemerintah daerah menilai data kunjungan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pengembangan pariwisata berkelanjutan ke depan.
Selain menjaga pertumbuhan jumlah wisatawan, strategi pengembangan juga diarahkan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay), memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat, serta memperkuat promosi destinasi unggulan Banyuwangi di pasar nasional dan internasional.
Dengan kombinasi wisata alam, budaya, bahari, hingga destinasi modern yang terus berkembang, Banyuwangi kembali membuktikan kemampuannya menarik puluhan ribu wisatawan dalam waktu singkat. Tren positif ini sekaligus menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata daerah masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar di masa mendatang. (*)
Editor : Ali Sodiqin