RADARBANYUWANGI.ID - Kereta api kini dipandang sebagai sarana transportasi yang nyaman dan efisien. Di balik fungsinya sebagai penghubung antardaerah, perjalanan menggunakan kereta juga menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dibandingkan dengan perjalanan darat maupun udara.
Sepanjang perjalanan, penumpang dapat menikmati beragam lanskap alam yang berganti dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Mulai pegunungan hijau, lembah, jembatan bersejarah, terowongan legendaris, hingga panorama laut yang membentang di tepi rel.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kementerian Pariwisata, terdapat tujuh jalur kereta api di Indonesia yang dikenal memiliki panorama terbaik dan layak masuk daftar perjalanan wisata.
Salah satunya adalah lintasan Bogor–Sukabumi–Cianjur di Jawa Barat. Jalur yang telah beroperasi sejak abad ke-19 ini menyajikan pemandangan lembah Sungai Cisadane, Gunung Salak, dan Gunung Pangrango. Memasuki wilayah Sukabumi hingga Cianjur, hamparan sawah dan suasana pedesaan menjadi daya tarik utama. Jalur ini juga memiliki ikon berupa Terowongan Lampegan yang masih aktif digunakan hingga sekarang.
Keindahan lain dapat ditemukan pada rute Purwakarta–Padalarang. Lintasan ini dikenal karena melewati perbukitan, sawah bertingkat, serta sejumlah jembatan tinggi yang membentang di atas lembah. Penumpang akan melintasi Jembatan Cisomang yang tercatat sebagai jembatan kereta api aktif tertinggi di Indonesia, serta Terowongan Sasaksaat yang menjadi terowongan kereta api aktif terpanjang di Tanah Air.
Sementara itu, jalur Cicalengka–Nagreg–Bandung kerap disebut sebagai salah satu lintasan paling menantang sekaligus paling indah di Pulau Jawa. Setelah meninggalkan Cicalengka, kereta mulai menanjak menuju kawasan Nagreg yang terkenal dengan panorama pegunungan dan lembah hijau. Di jalur ini terdapat Jembatan Cirahong yang unik karena digunakan bersama oleh kereta api dan kendaraan bermotor.
Lintasan selatan Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Kroya juga menawarkan pesona tersendiri. Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhi pemandangan pegunungan, hutan, sawah bertingkat, hingga sungai besar. Jalur ini semakin menarik ketika kereta melintasi kawasan kaki Gunung Slamet dan menyeberangi Sungai Serayu. Terowongan Notog serta Jembatan Sungai Serayu menjadi ikon yang memperkaya pengalaman perjalanan.
Berbeda dengan jalur-jalur pegunungan, rute Pekalongan–Semarang menghadirkan panorama khas pesisir utara Jawa. Pada beberapa titik antara Batang dan Krengseng, rel kereta berada sangat dekat dengan garis pantai Laut Jawa sehingga menghadirkan pemandangan laut yang terbuka. Keunikan lainnya adalah keberadaan Stasiun Plabuan yang lokasinya berada tidak jauh dari kawasan pantai.
Bagi pencinta fotografi, jalur Malang–Blitar menjadi salah satu favorit. Panorama pegunungan yang hampir tidak terputus sepanjang perjalanan menjadi daya tarik utama. Dari dalam kereta, penumpang dapat menikmati siluet Gunung Semeru, Gunung Bromo, Gunung Arjuno, hingga Gunung Kawi dari kejauhan. Jalur ini juga melewati Terowongan Karangkates I dan II serta menyuguhkan pemandangan Bendungan Sutami.
Sementara itu, bagi masyarakat Banyuwangi dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam ujung timur Pulau Jawa, jalur Jember–Ketapang menjadi pilihan yang tidak boleh dilewatkan.
Rute ini menawarkan kombinasi pemandangan hutan, perkebunan kopi, pegunungan Gumitir, hingga hamparan sawah yang menjadi ciri khas Banyuwangi. Salah satu daya tarik utamanya adalah Terowongan Mrawan yang termasuk salah satu terowongan kereta api terpanjang di Jawa Timur.
Tak hanya itu, sepanjang perjalanan penumpang juga dapat menikmati panorama Gunung Raung dan kawasan Ijen yang telah lama menjadi ikon pariwisata Banyuwangi. Keindahan alam tersebut menjadikan perjalanan kereta api sebagai bagian dari pengalaman wisata yang berkesan.
Keberadaan berbagai jalur dengan karakter berbeda tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menggunakan kereta api masih menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati kekayaan lanskap Indonesia. Dari pegunungan, lembah, jembatan bersejarah, terowongan tua, hingga bentang laut yang luas, setiap lintasan menyimpan cerita dan pesona tersendiri bagi para penumpangnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi