Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Singapura Terima Kereta Pertama Cross Island Line, Siap Operasikan Jalur MRT Bawah Tanah Terpanjang pada 2030

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 2 Juni 2026 | 13:07 WIB
Singapura menerima kereta pertama untuk proyek Cross Island Line. (Pexels/Phương Nguyễn)
Singapura menerima kereta pertama untuk proyek Cross Island Line. (Pexels/Phương Nguyễn)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Singapura resmi menerima rangkaian kereta pertama untuk proyek Cross Island Line (CRL), yang diproyeksikan menjadi jalur MRT bawah tanah terpanjang di negara tersebut saat beroperasi penuh pada 2030.

Kedatangan armada perdana itu menandai kemajuan penting dalam pembangunan salah satu proyek transportasi terbesar Singapura. Otoritas Transportasi Darat Singapura (Land Transport Authority/LTA) menyampaikan bahwa kereta pertama merupakan bagian dari total 44 rangkaian kereta enam gerbong yang telah dipesan untuk melayani jalur baru tersebut.

Rangkaian kereta itu tiba melalui Pelabuhan Jurong, yang selama ini menjadi titik masuk utama armada MRT baru ke Singapura. Sebelum dikirim, kereta tipe CR151 sempat diperkenalkan kepada publik saat Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan Singapura Jeffrey Siow melakukan kunjungan ke depo kereta di Qingdao, Tiongkok, pada awal April lalu.

Dari sisi desain, CR151 mengusung konsep yang serupa dengan armada yang saat ini beroperasi di Jalur Thomson-East Coast. Setiap gerbong dilengkapi lima pintu pada masing-masing sisi guna mempercepat proses naik dan turun penumpang, terutama pada jam-jam sibuk.

Selain itu, kereta baru tersebut dirancang dengan lorong penghubung antargerbong yang lebih lebar. Fitur ini memungkinkan mobilitas penumpang menjadi lebih lancar sekaligus meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

Tidak hanya mengedepankan kapasitas dan kenyamanan, armada CR151 juga dibekali teknologi pemantauan kondisi dan sistem diagnostik modern. Teknologi tersebut memungkinkan operator mendeteksi potensi gangguan peralatan lebih awal sehingga dapat meminimalkan risiko gangguan layanan dan meningkatkan keandalan operasional.

Setelah tiba di Singapura, rangkaian pertama akan menjalani berbagai tahapan pengujian di Pusat Pengujian Kereta Api Singapura. Pengujian tersebut mencakup integrasi sistem dan verifikasi performa sebelum kereta diizinkan beroperasi melayani penumpang.

Pengadaan seluruh armada CRL dilakukan melalui kontrak senilai S$589 juta yang diberikan kepada konsorsium yang melibatkan CRCC Qingdao Sifang pada Juni 2023. Total 44 rangkaian kereta akan diproduksi untuk mendukung kebutuhan operasional jalur baru tersebut.

Cross Island Line sendiri menjadi salah satu proyek strategis transportasi Singapura. Saat seluruh jaringan beroperasi penuh pada 2030, jalur ini akan membentang lebih dari 50 kilometer dan menjadi lintasan MRT bawah tanah terpanjang di negara itu.

Keberadaan CRL diharapkan memperkuat konektivitas antara berbagai kawasan penting di Singapura, baik wilayah yang telah berkembang maupun kawasan baru yang sedang dibangun. Jalur tersebut akan menghubungkan koridor timur, barat, hingga timur laut Singapura.

Sejumlah pusat ekonomi utama yang akan terintegrasi melalui jaringan ini antara lain Distrik Danau Jurong, Distrik Digital Punggol, serta kawasan Changi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Cross Island Line #MRT Singapura #Kereta CR151 #transportasi publik #singapura