RADARBANYUWANGI.ID - Setelah menikmati libur panjang Iduladha 1447 Hijriah yang berdekatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, masyarakat mulai kembali ke rutinitas masing-masing. Di tengah arus perjalanan balik tersebut, kereta api kembali menjadi moda transportasi yang banyak dipilih karena menawarkan kepastian waktu tempuh, kenyamanan, serta akses yang mudah menuju berbagai pusat aktivitas di sejumlah kota.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Hingga Senin (1/6/2026) pukul 10.00 WIB, penjualan tiket telah mencapai 1.378.704 tiket dan masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya penjualan.
Selama enam hari periode long weekend, yakni 26–31 Mei 2026, KAI melayani sebanyak 1.176.013 pelanggan di berbagai wilayah operasional di Pulau Jawa dan Sumatra. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api untuk beragam kebutuhan perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pola mobilitas pelanggan pada libur panjang tahun ini menunjukkan perubahan yang menarik. Jika pada masa mudik umumnya terjadi lonjakan perjalanan pada hari-hari tertentu, kali ini pergerakan pelanggan justru tersebar lebih merata sepanjang periode liburan.
Menurut Anne, masyarakat kini semakin fleksibel dalam menentukan waktu perjalanan. Kereta api dimanfaatkan untuk berbagai keperluan yang berlangsung bersamaan, mulai dari berwisata, bersilaturahmi dengan keluarga, menghadiri kegiatan keagamaan, hingga perjalanan bisnis yang tetap berjalan selama masa libur.
“Kami melihat masyarakat semakin leluasa menentukan waktu perjalanannya. Mobilitas tidak terpusat pada satu hari tertentu, melainkan tersebar sepanjang masa liburan. Pola ini menunjukkan kereta api dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas yang berlangsung secara bersamaan di banyak daerah,” ujarnya, dikutip Antara.
Data okupansi harian memperlihatkan permintaan perjalanan yang tetap tinggi selama masa libur. Pada 26 Mei tercatat 215.311 pelanggan, kemudian 155.653 pelanggan pada 27 Mei, 176.866 pelanggan pada 28 Mei, dan 192.957 pelanggan pada 29 Mei. Selanjutnya jumlah pelanggan kembali meningkat menjadi 215.506 orang pada 30 Mei dan mencapai 219.720 orang pada 31 Mei. Sementara pada 1 Juni tercatat 202.691 pelanggan.
Tingginya jumlah pelanggan yang relatif stabil sepanjang periode tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi melakukan perjalanan secara serentak pada satu hari tertentu. Sebaliknya, mereka memilih waktu keberangkatan yang lebih beragam sesuai kebutuhan masing-masing.
Fenomena ini sekaligus mencerminkan aktivitas ekonomi, sosial, keagamaan, dan pariwisata yang berlangsung secara bersamaan di berbagai daerah. Mobilitas yang lebih merata memberikan dampak positif terhadap pergerakan masyarakat maupun aktivitas ekonomi di kota-kota tujuan dan daerah asal perjalanan.
Pola tersebut juga terlihat dari daftar relasi favorit pelanggan selama libur panjang. Relasi Gambir–Yogyakarta menjadi yang paling diminati dengan 18.278 pelanggan, disusul Yogyakarta–Gambir sebanyak 15.003 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati relasi Gambir–Semarang Tawang dengan 11.734 pelanggan dan Semarang Tawang–Gambir sebanyak 11.711 pelanggan.
Relasi Gambir–Bandung berada di posisi kelima dengan 11.212 pelanggan. Sementara relasi Pasarsenen–Lempuyangan mencatat 10.331 pelanggan, diikuti Bandung–Gambir sebanyak 10.108 pelanggan dan Lempuyangan–Pasarsenen dengan 9.684 pelanggan.
Dua relasi lainnya yang masuk dalam daftar 10 besar adalah Surabaya Gubeng–Yogyakarta dengan 9.181 pelanggan serta Yogyakarta–Surabaya Gubeng sebanyak 9.096 pelanggan.
Dominasi relasi menuju dan dari Yogyakarta menunjukkan kuatnya daya tarik kota tersebut sebagai tujuan utama masyarakat selama masa liburan. Kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif itu menjadi salah satu magnet perjalanan dari berbagai wilayah.
Di sisi lain, tingginya mobilitas pada koridor Jakarta–Semarang dan Jakarta–Bandung menegaskan bahwa konektivitas antarkota besar masih menjadi penggerak utama perjalanan masyarakat. Aktivitas ekonomi, pendidikan, dan bisnis yang terus berkembang membuat permintaan perjalanan di jalur-jalur tersebut tetap tinggi.
Masuknya relasi Surabaya–Yogyakarta dalam daftar favorit juga menunjukkan semakin kuatnya konektivitas antardaerah. Perkembangan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial di berbagai kota mendorong terbentuknya pola perjalanan yang semakin tersebar dan saling terhubung.
Anne menambahkan, tingginya mobilitas selama long weekend menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.
“Libur panjang selalu menghadirkan cerita yang berbeda bagi setiap pelanggan. Ada yang pulang membawa kenangan bersama keluarga, ada yang kembali melanjutkan pekerjaan, pendidikan, maupun usaha yang menjadi bagian dari kehidupannya. Kami bersyukur dapat mengantarkan perjalanan-perjalanan tersebut dengan aman dan nyaman. Bagi KAI, setiap pelanggan yang tiba di tujuan dengan selamat adalah bagian penting dari keberhasilan layanan yang kami bangun bersama,” pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi