RADARBANYUWANGI.ID – Banyuwangi kembali membuktikan diri sebagai salah satu magnet wisata terkuat di Jawa Timur. Momentum libur panjang Idul Adha yang beririsan dengan akhir pekan dan Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan ribuan wisatawan untuk berlibur ke berbagai destinasi unggulan di ujung timur Pulau Jawa.
Salah satu destinasi yang menikmati lonjakan kunjungan paling signifikan adalah De Djawatan, kawasan wisata hutan trembesi yang berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Selama periode libur panjang, jumlah pengunjung meningkat tajam hingga berkali-kali lipat dibanding hari biasa.
Bahkan, pada puncak liburan Minggu (31/5), destinasi yang kerap dijuluki sebagai "hutan fantasi" Banyuwangi itu berhasil mencatat kunjungan sebanyak 3.592 wisatawan dalam satu hari.
Angka tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi selama rangkaian libur panjang yang dimulai sejak perayaan Idul Adha.
Seribu Pengunjung Lebih Datang Setiap Hari
Supervisor De Djawatan, Muryanto, mengatakan tren peningkatan kunjungan sudah terlihat sejak awal libur Idul Adha pada 27 Mei lalu. Arus wisatawan terus mengalir hingga berlanjut pada libur Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6).
Menurut dia, rata-rata kunjungan selama masa liburan mencapai lebih dari seribu orang per hari.
Padahal pada hari-hari normal, jumlah wisatawan yang datang biasanya hanya berkisar antara 500 hingga 700 orang setiap harinya.
"Sejak libur Idul Adha yang disambung dengan akhir pekan dan Hari Lahir Pancasila, kunjungan wisatawan meningkat cukup signifikan. Selama periode libur ini, setidaknya lebih dari seribu pengunjung datang setiap hari," ujarnya.
Lonjakan terbesar terjadi saat akhir pekan.
Pada Sabtu (30/5), jumlah wisatawan yang masuk mencapai 2.070 orang. Sedangkan sehari berikutnya, Minggu (31/5), jumlahnya melonjak hingga 3.592 pengunjung.
"Untuk hari ini (1/6) sampai sekitar pukul 15.00 sudah tercatat sekitar 1.160 pengunjung dan kemungkinan masih bertambah," kata Muryanto.
Daya Tarik Hutan Trembesi Raksasa
De Djawatan selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata Banyuwangi yang memiliki karakter berbeda dibanding destinasi lainnya.
Kawasan ini menawarkan hamparan pohon trembesi tua berukuran raksasa yang membentuk lorong-lorong alami menyerupai lanskap dalam film fantasi.
Suasana teduh dengan akar dan batang pohon yang menjulang tinggi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk bersantai, berfoto, maupun menikmati suasana alam yang masih asri.
Tidak sedikit wisatawan yang menyebut kawasan tersebut mirip dengan lokasi-lokasi dalam film fantasi internasional karena nuansa hutannya yang unik dan eksotis.
Keunikan itulah yang membuat De Djawatan tetap menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan domestik saat berkunjung ke Banyuwangi.
Akses Mudah Jadi Nilai Tambah
Selain memiliki lanskap yang unik, faktor aksesibilitas juga menjadi alasan tingginya minat wisatawan.
Lokasi De Djawatan yang berada di jalur utama selatan Banyuwangi membuat destinasi tersebut relatif mudah dijangkau oleh wisatawan dari berbagai daerah.
Salah satu pengunjung, Surya Ningsih, mengaku sengaja memilih De Djawatan sebagai tujuan liburan keluarga karena menawarkan pengalaman yang berbeda.
Menurut dia, sangat jarang menemukan kawasan hutan dengan suasana alami yang berada di tengah kawasan permukiman warga.
"Aksesnya mudah dan tempatnya unik. Jarang ada hutan seperti ini yang berada dekat dengan pemukiman masyarakat," ujarnya.
Sinyal Positif Kebangkitan Pariwisata
Lonjakan kunjungan selama libur panjang menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Banyuwangi.
Tingginya jumlah wisatawan yang datang tidak hanya berdampak pada pengelola destinasi, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari pelaku UMKM, pedagang kuliner, penyedia jasa transportasi, hingga pelaku usaha penginapan.
Tren tersebut sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi unggulan nasional yang terus diminati wisatawan dari berbagai daerah.
Dengan dukungan destinasi alam yang beragam, akses transportasi yang semakin baik, serta agenda wisata yang terus berkembang, Banyuwangi diprediksi tetap menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan pada berbagai momentum libur panjang sepanjang tahun.
De Djawatan menjadi bukti bahwa wisata berbasis alam dan kearifan lokal masih memiliki daya tarik kuat di tengah tren pariwisata modern yang terus berkembang. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin