Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stasiun Bogor Berbenah, Peron Jalur 6, 7, dan 8 Diperpanjang untuk Dukung Layanan KRL Berkapasitas Lebih Besar

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:39 WIB
KAI mempercepat pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor untuk mendukung operasional Commuter Line 12 kereta. (Antara)
KAI mempercepat pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor untuk mendukung operasional Commuter Line 12 kereta. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terus memperkuat kapasitas layanan transportasi rel di wilayah Jabodetabek. Salah satu langkah yang saat ini dipercepat adalah pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor guna mendukung operasional rangkaian Commuter Line dengan kapasitas lebih besar.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, saat meninjau langsung progres pekerjaan pada Senin (1/6/2026), mengatakan pengembangan tersebut berjalan lebih cepat dibandingkan target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut Bobby, percepatan pekerjaan menjadi kabar positif bagi masyarakat karena peningkatan kapasitas layanan dapat segera direalisasikan untuk mengakomodasi pertumbuhan mobilitas pengguna Commuter Line, khususnya di koridor Bogor Line.

Pengembangan peron dimulai pada 15 April 2026 dan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Perpanjangan peron dilakukan agar dapat melayani rangkaian Commuter Line 12 kereta (SF12) yang memiliki daya angkut lebih besar dibandingkan rangkaian yang saat ini beroperasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, kebutuhan peningkatan kapasitas tersebut sejalan dengan tren pertumbuhan pelanggan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah pelanggan Bogor Line tercatat sebanyak 102 juta orang. Angka itu meningkat menjadi 133 juta pelanggan pada 2023, kemudian naik menjadi 145,9 juta pelanggan pada 2024 dan mencapai 155 juta pelanggan sepanjang 2025.

Sementara itu, hingga April 2026, volume pelanggan Bogor Line telah menembus 51,8 juta pelanggan. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pengguna bertambah sekitar 52,9 juta pelanggan atau tumbuh 51,9 persen.

Anne menilai Bogor Line kini menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat Jabodetabek. Mayoritas pengguna merupakan kelompok usia produktif dengan porsi mencapai 91 persen. Sebanyak 52 persen perjalanan dilakukan untuk keperluan bekerja dan pendidikan, sementara 42 persen pengguna berprofesi sebagai pegawai swasta.

“Data tersebut menunjukkan peran penting transportasi berbasis rel dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setiap hari,” ujarnya, dikutip Antara.

Tingginya mobilitas juga tercermin dari aktivitas penumpang di Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun utama di jaringan Commuter Line Jabodetabek. Sepanjang 2025, jumlah pelanggan yang melakukan gate in mencapai 18,19 juta orang, sedangkan gate out mencapai 18,17 juta orang. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 2024 yang mencatat masing-masing 17,12 juta dan 17,27 juta pelanggan.

Pada periode Januari hingga April 2026, volume gate in telah mencapai 6,14 juta pelanggan dan gate out sebanyak 5,95 juta pelanggan.

Selain melayani jumlah penumpang yang besar, Stasiun Bogor juga menjadi salah satu titik dengan aktivitas operasional tertinggi. Saat ini terdapat 392 perjalanan Commuter Line pada hari kerja dan 373 perjalanan saat akhir pekan yang dilayani setiap hari.

Di sisi lain, konektivitas antarlayanan juga terus diperkuat. Dari Stasiun Bogor, penumpang kini dapat melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi melalui Stasiun Bogor Paledang yang terhubung dengan skybridge antarstasiun. Integrasi tersebut mempermudah perpindahan pengguna Commuter Line menuju KA Pangrango, sekaligus terhubung dengan layanan Trans Pakuan dan JR Connexion.

Penguatan konektivitas itu turut mendorong peningkatan jumlah pelanggan KA Pangrango. Pada 2023, layanan Bogor–Sukabumi tersebut melayani 786.001 pelanggan. Jumlahnya meningkat menjadi 874.789 pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 1,1 juta pelanggan pada 2025. Hingga triwulan pertama 2026, KA Pangrango telah melayani 281.659 pelanggan.

KAI menilai tren tersebut menunjukkan semakin kuatnya hubungan mobilitas antara Bogor dan Sukabumi yang ditopang transportasi berbasis rel.

Selain perpanjangan peron, proyek pengembangan Stasiun Bogor juga mencakup pembangunan kanopi baru yang terhubung dengan area selasar stasiun untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan. Saat ini pekerjaan memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan pembangunan konstruksi calon peron baru.

Selama proses pembangunan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter menerapkan berbagai rekayasa arus penumpang guna menjaga kelancaran mobilitas. Penumpang yang menuju Hall Barat dapat diarahkan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang, sementara akses menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor tetap dioptimalkan.

Anne menegaskan peningkatan kapasitas dan kualitas layanan di koridor Bogor Line akan terus dilakukan secara bertahap. Menurutnya, pengembangan Stasiun Bogor, penguatan konektivitas melalui Bogor Paledang, serta integrasi antarmoda menjadi bagian dari strategi KAI untuk menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman, mudah, dan terhubung bagi masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KA Pangrango #Bogor Line #commuter line #KAI #stasiun bogor