RADARBANYUWANGI.ID - Peran Stasiun Walikukun sebagai simpul transportasi di kawasan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah semakin menguat. Sepanjang Januari hingga April 2026, stasiun yang berada di wilayah barat Kabupaten Ngawi tersebut mencatat pertumbuhan pelanggan yang signifikan, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Data operasional menunjukkan volume pelanggan naik mencapai 24.311 orang selama empat bulan pertama tahun 2026. Angka itu meningkat 12,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 21.642 pelanggan.
Sementara itu, volume pelanggan turun juga mengalami kenaikan. Pada Januari–April 2026, jumlah pelanggan turun mencapai 22.671 orang atau meningkat 9,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebanyak 20.784 pelanggan.
Peningkatan pada kedua indikator tersebut menjadi gambaran semakin tingginya mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan. Kereta api dinilai semakin diminati karena menawarkan perjalanan yang lebih terukur dan mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan hingga perjalanan sosial antardaerah.
Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Walikukun juga berjalan seiring dengan perkembangan ekonomi Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kabupaten Ngawi pada 2025 tumbuh 5,31 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang sebesar 4,64 persen.
Dari sisi lapangan usaha, sektor transportasi dan pergudangan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 13,14 persen. Kondisi tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan konektivitas yang mampu mendukung pergerakan orang maupun barang.
Tidak hanya dari aspek ekonomi, kualitas hidup masyarakat Ngawi juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ngawi pada 2025 mencapai 74,43 atau naik 0,52 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 73,91. Dalam kurun 2021–2025, IPM daerah tersebut tumbuh rata-rata 0,81 persen per tahun.
Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka pada 2025 tercatat sebesar 2,26 persen, sedangkan tingkat kemiskinan turun menjadi 13,62 persen. Perbaikan berbagai indikator sosial ekonomi tersebut turut mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sarana transportasi yang andal dan terjangkau.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan pelanggan di Stasiun Walikukun mencerminkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang mampu mendukung produktivitas dan konektivitas wilayah.
“Peningkatan pelanggan di Stasiun Walikukun memperlihatkan bahwa mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan terus berkembang. Kereta api menjadi salah satu pilihan perjalanan yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan, maupun kebutuhan sosial masyarakat yang bergerak antardaerah setiap hari. Pertumbuhan tersebut juga mencerminkan semakin eratnya hubungan antara konektivitas transportasi dengan perkembangan wilayah,” ujarnya, dikutip Antara.
Stasiun Walikukun sendiri memiliki nilai historis yang panjang dalam perkembangan transportasi di Pulau Jawa. Stasiun ini mulai beroperasi pada 24 Mei 1884 pada masa Staatsspoorwegen (SS) dan berperan dalam distribusi hasil bumi dari wilayah pedalaman menuju pusat-pusat perdagangan.
Kini, fungsi tersebut berkembang menjadi gerbang mobilitas masyarakat yang menghubungkan berbagai aktivitas antardaerah. Keberadaannya juga mendukung akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan di Kabupaten Ngawi, seperti Museum Trinil, Kebun Teh Jamus di lereng Gunung Lawu, serta Srambang Park.
Menurut Anne, meningkatnya mobilitas melalui Stasiun Walikukun menjadi sinyal bahwa kawasan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah semakin terhubung dengan berbagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial. Kemudahan akses transportasi dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, pariwisata, serta interaksi masyarakat.
“Stasiun Walikukun memiliki posisi strategis sebagai gerbang mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan. KAI terus menjaga kualitas pelayanan dan kenyamanan pelanggan agar stasiun ini dapat terus mendukung aktivitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antardaerah. Pertumbuhan pelanggan yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah tersebut,” pungkas Anne.
Editor : Lugas Rumpakaadi