Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Bikin Wisatawan Terpukau, Turun dari Kereta dan Pesawat Langsung Dapat Sambutan Spesial

Ali Sodiqin • Senin, 1 Juni 2026 | 10:00 WIB
Long Weekend Iduladha 2026, Wisatawan Disambut Penari Gandrung dan Wedang Secang Saat Tiba di Banyuwangi. (banyuwangitourism.com)
Long Weekend Iduladha 2026, Wisatawan Disambut Penari Gandrung dan Wedang Secang Saat Tiba di Banyuwangi. (banyuwangitourism.com)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tak ingin melewatkan momentum lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang Iduladha 2026. Demi menciptakan kesan pertama yang kuat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan wisata, para pelancong yang baru tiba di Banyuwangi mendapat sambutan spesial sejak pertama kali menginjakkan kaki di daerah berjuluk Sunrise of Java tersebut.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi menggelar aksi penyambutan wisatawan di dua pintu masuk utama daerah, yakni Stasiun Banyuwangi Kota dan Bandara Banyuwangi, Kamis (28/5). Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan hospitality yang selama ini menjadi salah satu keunggulan sektor pariwisata Banyuwangi.

Tak hanya disambut dengan senyum ramah petugas, para wisatawan juga langsung mendapatkan welcome drink berupa wedang secang hangat serta bingkisan berisi camilan khas Banyuwangi. Kehadiran penari Gandrung yang menyapa wisatawan secara langsung semakin menambah kesan hangat dan autentik khas Banyuwangi.

Program penyambutan tersebut dimulai sejak pagi hari di Stasiun Banyuwangi Kota. Momen itu bertepatan dengan kedatangan sejumlah kereta api jarak jauh yang membawa wisatawan dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Tiga kereta yang menjadi sasaran penyambutan adalah KA Blambangan Ekspres relasi Jakarta–Banyuwangi, KA Wijayakusuma relasi Cilacap–Banyuwangi, dan KA Sangkuriang relasi Bandung–Banyuwangi.

Ratusan penumpang yang turun dari kereta tampak terkejut sekaligus antusias ketika menerima suguhan khas Banyuwangi tersebut. Banyak di antara mereka langsung mengabadikan momen penyambutan melalui telepon genggam dan membagikannya ke media sosial.

Kemeriahan berlanjut pada siang hari di Bandara Banyuwangi. Para penumpang pesawat Super Air Jet dari Jakarta mendapat pengalaman serupa sesaat setelah tiba di terminal kedatangan.

Selain menikmati wedang secang dan jajanan tradisional Banyuwangi, wisatawan juga memperoleh informasi praktis mengenai berbagai destinasi wisata unggulan yang bisa dikunjungi selama liburan.

Menariknya, Disbudpar Banyuwangi memadukan pendekatan budaya dan teknologi dalam program tersebut. Kemasan kue bagiak dan sale pisang yang dibagikan kepada wisatawan dilengkapi barcode khusus yang dapat dipindai menggunakan telepon pintar.

Barcode tersebut berisi informasi lengkap mengenai destinasi wisata, agenda event daerah, rekomendasi kuliner, hingga berbagai atraksi yang sedang berlangsung di Banyuwangi.

Inovasi sederhana tersebut terbukti mendapat respons positif dari wisatawan karena memudahkan mereka merencanakan perjalanan tanpa harus mencari informasi dari berbagai sumber secara terpisah.

Suasana semakin semarak ketika sepasang penari Gandrung tampil menyambut para wisatawan. Tarian khas Banyuwangi yang telah menjadi ikon budaya daerah itu menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung.

Ading, wisatawan asal Jakarta, mengaku terkesan dengan sambutan yang diterimanya sesaat setelah tiba di Banyuwangi. Menurutnya, pengalaman tersebut membuat rasa penasarannya terhadap berbagai destinasi wisata Banyuwangi semakin besar.

“Penyambutan ini sangat berkesan bagi saya. Jujur, perlakuan hangat ini bikin saya makin penasaran dan tidak sabar untuk segera menjelajahi destinasi wisata yang ada di sini,” ujarnya.

Kesan positif juga datang dari Leofatra, wisatawan asal Bandung yang menghabiskan masa libur panjang bersama keluarganya di Banyuwangi.

Ia mengaku belum pernah menemukan sambutan serupa di berbagai daerah yang pernah dikunjunginya selama ini. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah terhadap wisatawan terlihat nyata sejak pertama kali tiba.

“Banyuwangi keren sekali. Kesiapan pemerintah daerahnya luar biasa. Begitu turun dari kereta, kami langsung disambut dengan kue-kue khas setempat. Sepanjang pengalaman saya travelling, baru pertama kali ini saya mendapatkan treatment seistimewa ini,” katanya.

Tidak hanya wisatawan domestik, program penyambutan tersebut juga mendapat apresiasi dari wisatawan mancanegara.

Noah dan Khiell, dua wisatawan asal Belanda yang tiba melalui Bandara Banyuwangi, mengaku terkejut dengan konsep penyambutan yang mereka terima.

Menurut mereka, perpaduan budaya lokal melalui penampilan Gandrung dan kemudahan akses informasi digital melalui barcode menjadi pengalaman yang unik sekaligus membantu mereka menentukan agenda perjalanan selama berada di Banyuwangi.

“Kami sangat terkejut dengan sambutan hangat di bandara ini. Penari Gandrungnya terlihat sangat cantik. Selain itu, informasi di dalam barcode ini sangat membantu, sekaligus memberi ide bagus destinasi seru mana lagi yang wajib kami kunjungi selain Gunung Ijen,” ujar mereka.

Langkah yang dilakukan Disbudpar Banyuwangi tersebut merupakan bagian dari strategi yang lebih luas dalam membangun pengalaman wisata yang berkesan sejak titik kedatangan wisatawan.

Selama ini Banyuwangi dikenal sebagai salah satu daerah yang konsisten mengembangkan sektor pariwisata melalui berbagai inovasi pelayanan, digitalisasi informasi, hingga penguatan identitas budaya lokal.

Strategi tersebut dinilai efektif karena wisatawan tidak hanya memperoleh informasi mengenai destinasi yang akan dikunjungi, tetapi juga langsung merasakan keramahan masyarakat dan kekayaan budaya Banyuwangi sejak pertama kali tiba.

Momentum long weekend Iduladha menjadi kesempatan penting bagi Banyuwangi untuk menunjukkan kualitas pelayanan tersebut. Pasalnya, periode libur panjang selalu menjadi salah satu waktu dengan tingkat mobilitas wisatawan yang tinggi menuju berbagai destinasi unggulan daerah.

Melalui penyambutan yang hangat, profesional, dan sarat unsur budaya lokal, Banyuwangi berharap mampu menciptakan pengalaman wisata yang membekas di hati pengunjung. Harapannya, wisatawan tidak hanya menikmati liburan selama beberapa hari, tetapi juga terdorong untuk kembali berkunjung di masa mendatang.

Dengan kombinasi antara keramahan, kekayaan budaya, dan pemanfaatan teknologi digital, Banyuwangi semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi setiap wisatawan yang datang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#wisata Banyuwangi 2026 #Long Weekend Iduladha Banyuwangi #Penari Gandrung Banyuwangi #bandara banyuwangi #Stasiun Banyuwangi Kota