RADARBANYUWANGI.ID – Libur panjang akhir pekan atau long weekend yang biasanya menjadi momentum peningkatan mobilitas masyarakat ternyata belum mampu mendongkrak jumlah penumpang kereta api di Banyuwangi. Berbeda dengan tren pada musim liburan sebelumnya, aktivitas keberangkatan penumpang dari Stasiun Kalisetail, Kecamatan Sempu, justru terpantau cenderung landai.
Kondisi tersebut menjadi fenomena menarik di tengah ekspektasi meningkatnya pergerakan masyarakat selama libur panjang. Sejumlah perjalanan kereta api yang melintasi jalur selatan Banyuwangi tetap beroperasi normal, namun angka penumpang yang berangkat dari Stasiun Kalisetail belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Kepala Stasiun Kalisetail, Ibnu Affandi, mengungkapkan bahwa hingga menjelang puncak long weekend, tingkat pemesanan tiket maupun keberangkatan penumpang masih berada pada level normal. Tidak terlihat peningkatan drastis sebagaimana yang lazim terjadi saat periode liburan panjang.
“Kondisinya cukup landai untuk ukuran menjelang long weekend. Kemungkinan besar banyak masyarakat yang belum melakukan perjalanan karena baru saja melewati momentum Hari Raya Idul Adha,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Ibnu, kedekatan waktu antara long weekend dan libur Idul Adha diduga menjadi faktor utama yang memengaruhi rendahnya mobilitas masyarakat. Sebagian warga diperkirakan telah memanfaatkan momentum Idul Adha untuk mudik atau bepergian bersama keluarga sehingga tidak kembali melakukan perjalanan dalam waktu yang berdekatan.
Data manifestasi penumpang yang dihimpun pihak stasiun menunjukkan total penumpang yang berangkat dari Stasiun Kalisetail berada di kisaran 600 orang. Angka tersebut tersebar pada berbagai perjalanan kereta api yang melintasi kawasan Banyuwangi bagian barat.
“Di angka 600-an penumpang yang naik dari sini,” kata Ibnu.
Meski secara keseluruhan belum terjadi lonjakan, kereta api lokal masih menjadi tulang punggung pergerakan penumpang. KA Pandanwangi yang melayani relasi Banyuwangi–Jember pulang-pergi tetap menjadi layanan favorit masyarakat karena melayani perjalanan jarak pendek dengan tarif yang terjangkau.
Berdasarkan data stasiun, empat jadwal keberangkatan KA Pandanwangi mencatat jumlah penumpang yang relatif stabil. Masing-masing keberangkatan mengangkut 168 penumpang, 132 penumpang, 121 penumpang, dan 96 penumpang.
Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas harian dan regional masyarakat Banyuwangi serta Jember masih didominasi layanan kereta lokal. KA Pandanwangi bahkan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap total keberangkatan penumpang dari Stasiun Kalisetail.
Sementara itu, kereta api jarak jauh terbaru yang mulai menarik perhatian masyarakat adalah KA Sangkuriang relasi Banyuwangi–Bandung. Meskipun tergolong layanan baru, kereta tersebut mulai mendapatkan respons positif dari warga yang ingin bepergian menuju wilayah Jawa Barat tanpa harus berganti moda transportasi.
“Tercatat ada 51 penumpang yang naik menggunakan KA Sangkuriang dari Stasiun Kalisetail,” ungkapnya.
Untuk layanan kereta lainnya, jumlah penumpang masih berada dalam kategori normal. Sebagian besar perjalanan mencatat angka keberangkatan berkisar antara 80 hingga 150 penumpang per kereta.
“Untuk KA lain angkanya normal di kisaran 80 sampai 150 orang penumpang yang naik dari Stasiun Kalisetail,” tambah Ibnu.
Meski volume penumpang belum mengalami peningkatan signifikan, manajemen stasiun memastikan seluruh layanan tetap berjalan optimal. Pengawasan keamanan, kebersihan area stasiun, hingga ketepatan waktu keberangkatan kereta tetap menjadi fokus utama petugas.
Pihak stasiun juga tidak mengurangi standar pelayanan meskipun jumlah pengguna jasa kereta api cenderung stabil. Seluruh fasilitas pendukung tetap disiagakan guna memastikan kenyamanan penumpang selama periode libur panjang.
“Meskipun angkanya landai, tetap ada banyak masyarakat yang harus mendapatkan pelayanan maksimal. Karena itu seluruh pelayanan tetap kami jalankan sesuai SOP,” tegasnya.
Kondisi di Stasiun Kalisetail ini menunjukkan bahwa momentum long weekend tidak selalu identik dengan lonjakan penumpang transportasi massal. Faktor kedekatan dengan hari besar keagamaan seperti Idul Adha ternyata memiliki pengaruh cukup besar terhadap pola perjalanan masyarakat.
Meski demikian, operator kereta api tetap optimistis pergerakan penumpang akan kembali meningkat pada musim liburan sekolah dan agenda libur nasional berikutnya yang secara historis selalu menjadi pendorong utama kenaikan jumlah pengguna transportasi kereta api di Banyuwangi. (sas)
Editor : Ali Sodiqin