Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Keraton hingga Kuliner Legendaris, Daya Tarik Cirebon Dongkrak Pengguna Kereta Api Gunung Jati

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:17 WIB
Minat wisata ke Cirebon terus meningkat. (Antara)
Minat wisata ke Cirebon terus meningkat. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Daya tarik Cirebon sebagai destinasi wisata terus menunjukkan tren positif. Kota pesisir di jalur utara Pulau Jawa itu semakin ramai dikunjungi wisatawan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi kereta api untuk bepergian.

Hal tersebut tercermin dari kinerja KA Gunung Jati yang mencatat pertumbuhan pelanggan signifikan pada awal tahun ini. Sepanjang Januari hingga April 2026, layanan kereta api tersebut melayani 204.280 pelanggan. Jumlah itu meningkat 45,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 140.104 pelanggan.

KA Gunung Jati merupakan layanan kereta api kelas campuran yang menghubungkan Jakarta, Cirebon, dan Semarang. Dalam operasional hariannya, kereta ini melayani perjalanan dari Cirebon menuju Gambir, kemudian melanjutkan rute ke Semarang Tawang sebelum kembali ke Gambir dan berakhir di Cirebon.

Pola perjalanan tersebut dinilai memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk menjangkau sejumlah kota di sepanjang jalur Pantai Utara Jawa. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu koridor penting yang memiliki aktivitas ekonomi, budaya, dan pariwisata yang terus berkembang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pelanggan menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang nyaman sekaligus mendukung aktivitas wisata masyarakat.

Menurut Anne, perjalanan menggunakan kereta api memungkinkan pelanggan menikmati perjalanan dengan lebih santai sebelum tiba di berbagai destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda.

“Perjalanan dengan kereta api memberi kesempatan bagi pelanggan untuk menikmati perjalanan dengan lebih santai. Ketika tiba di tujuan, berbagai pengalaman baru sudah menunggu untuk dijelajahi, mulai dari wisata sejarah, kuliner, hingga keindahan alam yang menjadi ciri khas setiap daerah,” ujarnya, dikutip Antara.

Sesampainya di Cirebon, wisatawan dapat dengan mudah mengakses berbagai destinasi yang lokasinya relatif dekat dari stasiun. Salah satunya adalah Goa Sunyaragi yang dikenal memiliki kompleks bersejarah dengan arsitektur unik dan nilai budaya yang kuat.

Selain itu, sejumlah keraton bersejarah seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan masih menjadi magnet wisata yang menyimpan jejak panjang perjalanan budaya Cirebon.

Tak hanya wisata sejarah, Cirebon juga menjadi tujuan favorit wisata religi. Kawasan Makam Sunan Gunungjati setiap tahun dikunjungi ribuan peziarah dari berbagai daerah yang ingin mengenal lebih dekat sejarah serta nilai-nilai dakwah salah satu tokoh penting penyebaran Islam di Nusantara.

Pesona wilayah Cirebon dan sekitarnya juga hadir melalui beragam destinasi alam dan kawasan pesisir. Pantai Kejawanan menjadi lokasi favorit untuk menikmati suasana senja, sementara Pantai Tirtamaya, Pantai Tirta Ayu di Indramayu, serta Pantai Balongan Kesambi menawarkan panorama laut yang menarik bagi wisatawan.

Bagi pencinta wisata alam, Telaga Biru Cicerem dan Jagara Eco Park menghadirkan suasana yang lebih tenang dengan pemandangan alami yang menyegarkan.

Perjalanan ke Cirebon juga belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khas daerah. Nasi jamblang, empal gentong, tahu gejrot, nasi lengko, mie koclok, docang, hingga empal asem menjadi sederet hidangan yang banyak diburu wisatawan.

Anne menilai pertumbuhan pelanggan KA Gunung Jati menunjukkan keterkaitan yang semakin kuat antara sektor transportasi dan pengembangan pariwisata daerah. Kemudahan akses yang disediakan kereta api membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk menjelajahi berbagai destinasi sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Mungkin beberapa tahun dari sekarang, yang paling diingat bukanlah berapa lama perjalanan ditempuh, melainkan siapa yang menemani, tempat yang dikunjungi, makanan yang dicicipi, dan momen-momen sederhana yang terjadi sepanjang perjalanan. Dari sanalah kenangan lahir,” katanya.

Ia menambahkan, KAI ingin menjadi bagian dari setiap perjalanan tersebut. Menurutnya, pengalaman perjalanan yang menyenangkan sering kali berkembang menjadi cerita yang terus dikenang dan diwariskan sebagai bagian dari pengalaman hidup yang berharga.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Pariwisata Cirebon #Wisata Pantura Jawa #kereta api indonesia #KA Gunung Jati #cirebon