Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Layani 736 Ribu Penumpang Kereta Api dalam Empat Hari Long Weekend, Jakarta dan Yogyakarta Jadi Titik Keberangkatan Favorit

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:01 WIB
Penjualan tiket kereta api periode libur panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila mencapai 1,21 juta tiket. (Antara)
Penjualan tiket kereta api periode libur panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila mencapai 1,21 juta tiket. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Libur panjang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang berdekatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila kembali mendorong tingginya mobilitas masyarakat. Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang paling diminati karena menawarkan waktu tempuh yang terukur, kenyamanan perjalanan, serta konektivitas antardaerah yang semakin luas.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat hingga Sabtu (30/5/2026) pukul 10.00 WIB, penjualan tiket untuk periode keberangkatan 26 Mei hingga 1 Juni 2026 telah mencapai 1.215.456 tiket. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses penjualan masih berlangsung.

Selama empat hari pertama masa libur panjang, yakni 26–29 Mei 2026, KAI telah melayani 736.819 pelanggan di berbagai wilayah operasional di Jawa dan Sumatra. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi berbasis rel untuk berbagai kebutuhan perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel terus tumbuh. Kereta api menjadi pilihan perjalanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses yang mudah, waktu tempuh yang terukur, serta kenyamanan selama perjalanan,” ujarnya, dikutip Antara.

Menurut Anne, pola perjalanan pelanggan juga mengalami perubahan. Jika pada masa libur sebelumnya arus keberangkatan cenderung menumpuk pada hari-hari tertentu, kini distribusi perjalanan berlangsung lebih merata sepanjang periode libur.

Fenomena tersebut menunjukkan masyarakat semakin fleksibel dalam menentukan waktu bepergian, baik untuk berwisata, bersilaturahmi, menghadiri acara keluarga, maupun melakukan perjalanan antarkota lainnya.

Data okupansi harian selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026 memperlihatkan tingginya permintaan perjalanan yang relatif stabil. Pada 26 Mei tercatat 214.349 pelanggan, disusul 155.110 pelanggan pada 27 Mei, kemudian 175.526 pelanggan pada 28 Mei dan 191.834 pelanggan pada 29 Mei.

Sementara itu, jumlah pelanggan pada 30 Mei mencapai 178.294 orang, kemudian 150.479 pelanggan pada 31 Mei dan 149.864 pelanggan pada 1 Juni 2026. Meski puncak keberangkatan terjadi pada 26 Mei, volume perjalanan harian tetap berada di atas 149 ribu pelanggan hingga akhir periode libur.

Tingginya mobilitas tersebut juga tercermin dari aktivitas di sejumlah stasiun utama. Stasiun Pasarsenen menjadi stasiun keberangkatan favorit dengan 84.578 pelanggan, diikuti Stasiun Gambir sebanyak 73.532 pelanggan dan Stasiun Yogyakarta dengan 68.951 pelanggan.

Posisi berikutnya ditempati Stasiun Semarang Tawang (47.628 pelanggan), Bandung (39.727 pelanggan), Surabaya Gubeng (39.094 pelanggan), Surabaya Pasarturi (37.837 pelanggan), Purwokerto (37.268 pelanggan), Semarang Poncol (35.712 pelanggan), serta Solo Balapan (33.861 pelanggan).

Dominasi stasiun-stasiun tersebut tidak terlepas dari peran kota yang dilayaninya sebagai pusat ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan pariwisata. Jakarta masih menjadi titik awal perjalanan terbesar karena memiliki konektivitas luas menuju berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatra.

Sementara itu, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Solo, Purwokerto, dan Surabaya terus mencatat mobilitas tinggi seiring meningkatnya aktivitas wisata dan perjalanan masyarakat. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Daerah Istimewa Yogyakarta pada Januari–Maret 2025 mencapai 10,24 juta perjalanan atau naik 3,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi serupa terjadi di Bandung. Sepanjang Januari hingga September 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Kota Bandung mencapai 17,76 juta perjalanan atau meningkat 24,77 persen dibandingkan periode sebelumnya. Tingginya kunjungan tersebut turut berkontribusi terhadap besarnya permintaan perjalanan menggunakan kereta api.

Anne menegaskan bahwa meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur panjang tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah tujuan.

Pergerakan pelanggan melalui layanan kereta api dinilai turut mendukung sektor pariwisata, perdagangan, perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada arus kunjungan antardaerah.

“Kereta api hadir sebagai penghubung aktivitas masyarakat dan penggerak konektivitas antardaerah. Ketika mobilitas berjalan baik, aktivitas ekonomi ikut bergerak. Perjalanan pelanggan selama masa libur panjang turut mendukung sektor pariwisata, perdagangan, jasa, hingga UMKM di berbagai kota tujuan. KAI akan terus menjaga keandalan layanan agar manfaat ekonomi dari konektivitas ini dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Libur Panjang 2026 #Mobilitas Masyarakat #Iduladha 1447 H #KAI #Kereta Api