Long Weekend di Banyuwangi, Pilih Jalur Selatan yang Estetik atau Jalur Utara Penuh Petualangan?

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 29 Mei 2026 | 05:15 WIB
Wisatawan menikmati De Djawatan Banculuk, Banyuwangi. (banyuwangitourism.com)
Wisatawan menikmati De Djawatan Banculuk, Banyuwangi. (banyuwangitourism.com)

Dari De Djawatan hingga Ijen, Dua Jalur Wisata Banyuwangi Ini Jadi Favorit Pelancong Saat Libur Panjang

RADARBANYUWANGI.ID – Libur panjang long weekend selalu menjadi momen yang ditunggu para pelancong untuk melepas penat. Namun bagi wisatawan yang datang ke Banyuwangi, satu persoalan kerap muncul sejak awal perjalanan: harus memulai eksplorasi dari jalur mana?

Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini memang memiliki bentang wisata yang unik. Secara alami, Banyuwangi terbagi dalam dua poros perjalanan wisata utama, yakni Jalur Selatan dan Jalur Utara. Keduanya menawarkan pengalaman berbeda, tetapi sama-sama menyimpan pesona yang sulit dilupakan.

Bagi wisatawan pencinta suasana santai, estetik, dan petualangan pantai, Jalur Selatan menjadi pilihan yang sulit ditolak. Sementara Jalur Utara cocok bagi mereka yang haus tantangan, menyukai wisata alam ekstrem, dan berburu pengalaman penuh adrenalin.

Jalur Selatan Banyuwangi menghadirkan perjalanan yang terasa seperti masuk ke dunia fantasi tropis. Petualangan biasanya dimulai dari De Djawatan Forest, kawasan hutan trembesi raksasa di Kecamatan Cluring yang dikenal dengan atmosfer magisnya.

Saat melangkah di antara pepohonan besar berusia puluhan tahun, wisatawan akan merasakan suasana teduh yang kerap disebut mirip latar film fantasi. Cahaya matahari yang menembus sela ranting menciptakan panorama dramatis yang menjadi incaran para pemburu foto estetik.

Usai menikmati keteduhan De Djawatan, perjalanan bisa dilanjutkan menuju kawasan pesisir selatan Banyuwangi yang terkenal dengan wisata island hopping.

Wisatawan dapat menaiki perahu untuk menjelajahi keindahan Pulau Bedil dan Jungle Island, dua destinasi eksotis yang mulai menjadi primadona baru wisata bahari Banyuwangi.

Hamparan air laut biru jernih, gugusan pulau kecil, dan suasana alami yang masih terjaga membuat kawasan ini menjadi tempat favorit untuk healing sekaligus berburu konten media sosial.

Petualangan di Jalur Selatan biasanya ditutup di Pantai Pulau Merah. Selain terkenal dengan ombaknya yang cocok untuk surfing, kawasan ini juga menawarkan berbagai wahana water sports yang ramai saat musim liburan.

Menjelang sore, wisatawan dapat menikmati panorama matahari terbenam yang menjadi salah satu sunset terbaik di Banyuwangi. Siluet bukit kecil di tengah laut membuat suasana senja di Pulau Merah terasa begitu ikonik.

Berbeda dengan Jalur Selatan yang santai dan tropis, Jalur Utara Banyuwangi justru menawarkan pengalaman petualangan yang lebih menantang.

Perjalanan di jalur ini bahkan dimulai sejak dini hari. Wisatawan harus menembus dinginnya malam menuju kawasan Gunung Ijen demi menyaksikan panorama matahari terbit dari ketinggian.

Perjuangan mendaki menuju kawah terbayar lunas saat cahaya fajar perlahan muncul di balik pegunungan. Lanskap danau kawah berwarna toska dengan kabut tipis menciptakan pemandangan yang sulit dilupakan.

Setelah turun dari Ijen, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Bangsring Underwater. Destinasi wisata bahari ini menawarkan pengalaman snorkeling dengan panorama bawah laut yang memikat.

Air laut yang jernih, terumbu karang, hingga ikan warna-warni menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Dari Bangsring, wisatawan juga bisa menyeberang menuju Pulau Tabuhan yang terkenal dengan pasir putih dan angin pantainya yang eksotis.

Menjelang sore, nuansa perjalanan di Jalur Utara berubah lebih santai lewat city tour kawasan pusat kota Banyuwangi.

Wisatawan dapat mengunjungi Pendopo Sabha Swagata Blambangan yang sarat nilai sejarah dan budaya lokal. Tempat tersebut menjadi simbol perjalanan panjang Banyuwangi sekaligus ruang mengenal kearifan lokal masyarakat Using.

Perjalanan kemudian ditutup di Pantai Boom Marina Banyuwangi. Dari kawasan ini, wisatawan dapat menikmati panorama Selat Bali dengan suasana sore yang tenang dan romantis.

Kedua jalur wisata tersebut menjadi bukti bahwa Banyuwangi selalu memiliki cara berbeda untuk memikat para wisatawan.

Jika masih bingung menentukan pilihan, wisatawan sebenarnya bisa menggabungkan kedua rute tersebut dalam satu agenda perjalanan selama long weekend.

Dengan pengaturan waktu yang tepat, pelancong dapat menikmati sensasi lengkap Banyuwangi, mulai dari hutan magis, wisata bahari, pegunungan, hingga wisata sejarah dan budaya dalam satu perjalanan.

Long weekend di Banyuwangi bukan sekadar liburan, tetapi pengalaman menjelajahi dua karakter alam berbeda yang sama-sama memanjakan mata dan pikiran. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : banyuwangitourism.com
long weekend Banyuwangi Jalur Selatan Banyuwangi Jalur Utara Banyuwangi destinasi wisata Banyuwangi wisata banyuwangi