Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Malam Hari Jadi Waktu Krusial Operasional KAI, Pemeriksaan Rel hingga Perawatan Kereta Dilakukan Intensif

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:49 WIB
Saat masyarakat terlelap, ribuan petugas KAI bekerja sepanjang malam menyiapkan perjalanan kereta pagi di Pulau Jawa. (Antara)
Saat masyarakat terlelap, ribuan petugas KAI bekerja sepanjang malam menyiapkan perjalanan kereta pagi di Pulau Jawa. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Ketika sebagian besar masyarakat beristirahat pada malam hari, aktivitas di dunia perkeretaapian justru tetap berlangsung tanpa henti. Di balik keberangkatan kereta api pertama setiap pagi di berbagai kota di Pulau Jawa, terdapat ribuan petugas yang bekerja memastikan seluruh perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, pada 2026 terdapat 2.062 unit kereta yang dikelola untuk operasional di wilayah Pulau Jawa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.789 unit berada dalam kondisi siap operasi untuk melayani perjalanan pelanggan di berbagai lintas layanan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan kesiapan sarana dijaga melalui proses operasional yang berlangsung selama 24 jam penuh. Aktivitas penting justru banyak dilakukan pada malam hingga dini hari ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang.

Menurut Anne, berbagai pekerjaan krusial dilakukan demi memastikan kereta pertama pada pagi hari dapat berangkat sesuai jadwal. Mulai dari pemeriksaan jalur rel, pengecekan teknis sarana, pembersihan rangkaian kereta, hingga persiapan keberangkatan dini hari dilakukan secara bergantian oleh para petugas.

Di depo maupun stasiun pemberangkatan, suasana malam menjadi fase penting dalam operasional perkeretaapian. Kereta yang telah selesai berdinas langsung menjalani pemeriksaan teknis menyeluruh sebelum kembali dioperasikan. Proses tersebut meliputi pencucian badan kereta, pengecekan sistem pengereman, pendingin udara, instalasi kelistrikan, hingga kebersihan interior.

Pada waktu bersamaan, petugas prasarana turut melakukan pemeriksaan jalur rel, wesel, persinyalan, dan jaringan operasional di berbagai lintas di Pulau Jawa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi perjalanan tetap aman saat memasuki jam sibuk pada pagi hari.

Selain menjaga kesiapan armada utama, KAI juga menyiapkan sarana cadangan untuk mendukung fleksibilitas operasional. Dari total sarana yang tersedia, sebanyak 258 unit disiapkan sebagai kereta cadangan guna mengantisipasi kebutuhan tambahan perjalanan maupun potensi gangguan operasional.

Sementara itu, sebanyak 273 unit lainnya menjalani perawatan berkala sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sarana secara berkelanjutan.

Beberapa jenis kereta dengan jumlah siap operasi terbesar antara lain kereta ekonomi stainless steel New Generation, kereta ekonomi premium, serta kereta ekonomi reguler. Dari total 209 unit kereta ekonomi stainless steel New Generation yang dimiliki KAI di Pulau Jawa, sebanyak 181 unit tercatat siap operasi. Sedangkan pada kereta ekonomi premium, sebanyak 171 unit dari total 197 unit berada dalam kondisi siap melayani pelanggan.

Anne menuturkan ritme operasional kereta api memiliki pola kerja berbeda dibandingkan banyak sektor transportasi lainnya. Sebab, sebagian besar proses persiapan justru berlangsung saat malam hingga dini hari.

“Ketika pelanggan menaiki kereta api pada pagi hari, sesungguhnya ada proses panjang yang sudah berjalan sejak malam sebelumnya. Ada banyak petugas yang bekerja dalam senyap agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya, dikutip Antara.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Operasional Kereta #Kereta Api Jawa #transportasi publik #kereta api indonesia #KAI